Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Profil John Ternus, CEO Apple yang Gantikan Tim Cook

Profil John Ternus, CEO Apple yang Gantikan Tim Cook
People
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • John Ternus resmi ditunjuk sebagai CEO Apple mulai 1 September 2026, menggantikan Tim Cook yang beralih menjadi Executive Chairman setelah memimpin perusahaan selama 25 tahun.
  • Ternus dikenal sebagai arsitek utama di balik pengembangan perangkat keras Apple seperti iPhone, Mac, dan Apple Silicon, serta mendorong inovasi material ramah lingkungan dan efisiensi sistem produk.
  • Sebagai CEO baru, Ternus menghadapi tantangan besar untuk memperkuat posisi Apple di era kecerdasan buatan dengan fokus pada pengembangan Siri dan integrasi AI di seluruh ekosistem perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apple mengumumkan era kepemimpinan baru dengan ditunjuknya John Ternus sebagai CEO perusahaan, menggantikan Tim Cook yang akan beralih ke posisi Executive Chairman mulai 1 September 2026. Nama Ternus kini menjadi sorotan global karena selama ini ia dikenal sebagai arsitek utama di balik pengembangan perangkat keras Apple, mulai dari iPhone, Mac, hingga Apple Silicon yang mengubah arah industri komputer modern.

Meski lebih banyak bekerja di balik layar, perannya sangat besar dalam membentuk produk-produk yang digunakan miliaran orang di seluruh dunia. Lalu, siapa sebenarnya John Ternus dan bagaimana ia bisa mencapai posisi sepenting ini di Apple? Berikut profil lengkapnya.

Profil dan pendidikan John Ternus

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260423_062115_0000.png
People

John Ternus lahir di Amerika Serikat sekitar tahun 1975–1976 dan dikenal sebagai insinyur yang kemudian berkembang menjadi salah satu eksekutif paling berpengaruh di dunia teknologi. Sosok yang ditetapkan menjadi CEO baru Apple Inc. inibmenempuh pendidikan di University of Pennsylvania dan meraih gelar Bachelor of Science di bidang Teknik Mesin pada tahun 1997, sambil aktif sebagai atlet renang di tim universitas yang menunjukkan kombinasi disiplin akademik dan ketekunan fisik.

Sejak masa kuliah, Ternus sudah menunjukkan ketertarikan pada teknologi yang berdampak langsung bagi manusia, salah satunya melalui proyek pengembangan lengan mekanis untuk membantu penyandang quadriplegia yang dikendalikan dengan gerakan kepala. Sebelum bergabung dengan Apple, ia juga sempat bekerja sebagai insinyur mekanik di Virtual Research Systems, perusahaan yang bergerak di bidang virtual reality, yang kemudian menjadi fondasi awal karier teknologinya.

Awal karier di Apple dan perjalanan panjang 25 tahun

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260423_062116_0005.png
People

John Ternus bergabung dengan Apple Inc. pada tahun 2001 sebagai bagian dari tim desain produk. Ia memulai kariernya dengan mengerjakan Apple Cinema Display, salah satu produk awal yang ikut memperkuat identitas desain modern Apple yang dikenal minimalis, presisi, dan konsisten secara estetika.

Perjalanan kariernya di Apple terus menanjak seiring kontribusinya yang semakin besar. Pada 2013, ia diangkat menjadi Vice President Hardware Engineering, lalu pada 2021 naik menjadi Senior Vice President Hardware Engineering sekaligus masuk ke jajaran eksekutif senior perusahaan.

Dalam posisi tersebut, Ternus memegang peran penting dalam pengembangan berbagai produk utama Apple seperti iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, hingga AirPods. Ia juga menjadi salah satu tokoh kunci dalam transisi besar ke Apple Silicon, yang mengubah arah teknologi Mac dan memperkuat ekosistem perangkat Apple secara keseluruhan.

Peran besar dalam produk ikonik Apple

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260423_062115_0003.png
Washington Times

Ternus memiliki peran luas dalam pengembangan berbagai produk utama Apple Inc., termasuk iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, AirPods, hingga Vision Pro. Ia menjadi salah satu figur kunci di balik penyempurnaan desain, performa, dan integrasi antarperangkat yang menjadi ciri khas ekosistem Apple modern.

Di bawah kepemimpinannya di divisi hardware, Apple juga melakukan transisi besar dari prosesor Intel ke Apple Silicon, salah satu perubahan paling penting dalam sejarah perusahaan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan performa perangkat Mac, tetapi juga memperkuat kendali Apple atas teknologi inti yang digunakan di seluruh lini produknya.

Selain itu, Ternus turut mendorong inovasi di lini Mac dan iPhone, termasuk pengembangan berbagai perangkat baru seperti MacBook Neo serta peningkatan berkelanjutan pada generasi iPhone terbaru. Fokusnya pada integrasi hardware dan efisiensi sistem membuat produk Apple semakin terhubung, kuat, dan konsisten di seluruh ekosistemnya.

Inovasi di AirPods, material, dan keberlanjutan

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260423_062117_0007.png
Washington Times

Di bawah kepemimpinan John Ternus di divisi perangkat keras Apple Inc., AirPods berkembang menjadi salah satu earphone terbaik di dunia dengan teknologi active noise cancellation yang semakin canggih. Produk ini juga berevolusi menjadi perangkat yang mendukung kesehatan pendengaran, dengan fitur yang menyerupai alat bantu dengar tanpa resep. Selain itu, Ternus turut meningkatkan daya tahan dan keandalan perangkat Apple melalui berbagai pendekatan rekayasa baru, sehingga produk menjadi lebih kuat, konsisten, dan tahan lama dalam penggunaan jangka panjang.

Di sisi lain, ia juga mendorong inovasi material yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan. Ini mencakup penggunaan aluminium daur ulang, penerapan titanium cetak 3D pada Apple Watch Ultra, serta peningkatan kemampuan perbaikan perangkat agar usia pakai lebih panjang. Langkah ini membantu mengurangi jejak karbon Apple sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap lingkungan.

Kekayaan milik John Ternus

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260423_062116_0004.png
Business Chief

Per April 2026, John Ternus yang akan menjadi CEO Apple Inc. diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar $75 juta. Kekayaan tersebut terutama berasal dari perjalanan kariernya selama lebih dari dua dekade di Apple sejak 2001, yang mencakup gaji, bonus berbasis kinerja, serta kepemilikan saham perusahaan dalam bentuk RSU (Restricted Stock Units).

Sebagian besar asetnya berasal dari saham Apple yang telah diberikan dan vesting selama masa jabatannya sebagai eksekutif senior, sehingga nilainya sangat bergantung pada kinerja perusahaan di pasar saham. Ke depan, setelah resmi menjabat sebagai CEO pada September 2026, ia diperkirakan akan menerima paket kompensasi yang lebih besar, termasuk gaji pokok dan hibah saham tahunan yang mengikuti standar posisi CEO Apple sebelumnya.

John Ternus sebagai CEO Apple gantikan Tim Cook

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260423_062115_0002.png
Apple.com

Pada 20 April 2026, Apple Inc. secara resmi mengumumkan bahwa John Ternus akan menjadi CEO baru menggantikan Tim Cook. Ia dijadwalkan mulai menjabat pada 1 September 2026, sementara Cook akan beralih ke posisi Executive Chairman dewan direksi Apple sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan.

Dalam pernyataannya, Ternus menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya merasa beruntung dapat belajar langsung dari dua figur besar Apple, yakni Steve Jobs dan Tim Cook, yang menjadi mentor penting dalam perjalanan kariernya.

Tim Cook sendiri memberikan dukungan penuh terhadap penunjukan tersebut. Ia menyebut Ternus sebagai sosok dengan “pikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan integritas untuk memimpin dengan kehormatan,” sekaligus menegaskan keyakinannya bahwa Ternus adalah orang yang tepat untuk membawa Apple memasuki fase berikutnya.

Tantangan besar: Apple di era kecerdasan buatan

Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260423_062115_0001.png
Washington Times

Sebagai CEO baru Apple Inc., John Ternus menghadapi tantangan besar di era kecerdasan buatan (AI) yang berkembang sangat cepat. Apple dinilai masih tertinggal dibandingkan para pesaing seperti Google, Microsoft, dan OpenAI dalam hal inovasi AI generatif, sehingga tekanan untuk mengejar ketertinggalan menjadi salah satu fokus utama kepemimpinannya.

Beberapa tantangan utama yang harus ia hadapi mencakup pengembangan ulang Siri agar lebih kompetitif, integrasi AI ke seluruh ekosistem Apple, serta menghadapi persaingan ketat di industri teknologi global yang terus berubah dengan cepat. Selain itu, ia juga harus menjaga dominasi Apple di pasar perangkat keras yang selama ini menjadi kekuatan utama perusahaan.

Di sisi lain, Ternus juga dituntut untuk mempertahankan pertumbuhan Apple yang kini bernilai triliunan dolar, sekaligus memastikan perusahaan tetap relevan dalam revolusi teknologi berbasis AI. Tantangan ini menjadikannya berada di titik krusial dalam menentukan arah masa depan Apple di dekade berikutnya.

Penunjukan John Ternus sebagai CEO menandai babak baru bagi Apple Inc. dengan sosok insinyur berpengalaman lebih dari 25 tahun yang kuat di bidang teknologi. Ia dianggap merepresentasikan DNA Apple modern melalui kontribusinya pada berbagai produk inti perusahaan. Kini, tantangan terbesarnya adalah membawa Apple tetap unggul di era kecerdasan buatan dan persaingan global yang semakin ketat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Related Articles

See More