Nairo Nagata, Chef Usia 13 Tahun yang Membuka Bisnis Kuliner Sendiri

Sudah suka masak sejak batita

Nairo Nagata, Chef Usia 13 Tahun yang Membuka Bisnis Kuliner Sendiri

Sebuah kejutan ketika Popbela diundang ke pembukaan Nagata's Gastronomy Heaven, di Lucy Curated Compound Kemang, Jakarta Selatan pada akhir pekan lalu. Pasalnya, sang empunya adalah remaja 13 tahun yang mengolah hidangan itu sendiri. Bukannya bertemu dengan Chef berwajah imut, Nagata memiliki selera fashion yang modern, lengkap dengan aksesori kacamata frame biru, kalung dan cincin.

Yes, he is so cool! 

Hal ini yang memantik Popbela ingin segera mewawancarainya setelah menikmati hidangan yang dapurnya tawarkan. Inilah kisah Nairo Nagata.

Berbicara dengan Inge Indriani Bakrie, sang Ibu, remaja kelahiran 4 Oktober 2009 itu memang sudah tertarik dengan masak-memasak sejak usia tiga tahun. Menariknya, Nagata adalah sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap sesuatu yang ia suka, sejak dini.

"Nagata adalah anak yang cerdas. Dia tahu apa yang dia mau dan dia punya determinasi tinggi jika sudah suka sesuatu," ungkap Inge.

"Ada berkah di balik pandemi, karena gara-gara kami sekeluarga jadi lebih sering berada di rumah, Nagata jadi semakin sering mengulik masakan. Apalagi dulu dia suka membuatkan aku sarapan, jadi kami sebagai orang tua semakin mendukung keinginannya berada di jalur ini," tambah Inge lagi.

Dari magang, private dining hingga ikut kompetisi

Tumbuh dari keluarga bisnis, membuat Nagata terbiasa melihat ritme kerja orang tuanya, terutama sang Ayah, Dino Hamid yang notabene adalah promotor ternama, pendiri New Live Entertainment sekaligus Ketua Umum APMI Indonesia. Baginya bekerja dan mencari solusi terhadap masalah dengan cepat adalah hal yang biasa.

Jadi ketimbang belajar di kelas tatap muka dari pagi hingga sore, ia lebih suka langsung uji praktek dan melakukan research sendiri dengan caranya sendiri. Karena hal ini pula, Nagata sempat diberi lampu hijau dari orang tuanya untuk magang di Altitude Jakarta selama hampir dua tahun, di Lucy Steak & Bun selama tiga bulan, serta melakukan restaurant take over di Roosevelt Jakarta dan Kunstkring Jakarta. Perlu kembali diingat, pengalaman tersebut ia dapatkan di saat usia 11 - 13 tahun, lho!

Di bulan juli 2023, menjadi bulan bersejarah bagi Nagata. Ia sukses masuk dalam 10 finalis kompetisi Halal SuperChef 2023 di Singapura. Kompetisi berskala internasional ini memberikannya penghargaan Young & Creative Mind Award, atas prestasi remaja 13 tahun yang begitu mencintai dunia kuliner. 

"Dia jadi favorit juri, karena mereka benar-benar takjub, ada anak 13 tahun yang punya sense memasak level Chef," ungkap Inge menambahkan.

Disclaimer: perlu Popbela ingatkan lagi, bahwa Nagata adalah remaja 13 tahun dan ini percakapan Popbela dengan Nagata.

"Aku rasa hal itu datang dari didikan orang tuaku," kata siswa Sekolah Murid Merdeka kelas 9 ini, dalam bahasa Inggris yang fasih. Bahkan, dari kebiasaan baik yang membuatnya tumbuh menjadi remaja yang sangat percaya diri. Terbukti dari hadirnya Nagata's Gastronomy Heaven.

"Nggak ada persiapan untuk pembukaan (tempat makan) ini. Dapat info tempatnya di bulan Juli, bulan Agustus kita secure, September udah kelar. Aku nggak ada planning untuk buka ini. Tiba-tiba papa kasih tau ada tempat kosong, dan papa kan, orangnya sat-set sat-set, jadi ya udah, it just happended," terang remaja yang akan segera lulus dari Nisai Global School IGCSE tersebut.

Lalu bagaimana dengan penentuan menu, desain dapur hingga model bisnisnya? "Dalam jangka waktu dua bulan itu, menurut aku itu udah cukup untuk planning semuanya sih. Apalagi zaman sekarang, apa-apa tinggal research. Aku yang dari nggak ngerti sama sekali, dengan adanya teknologi sekarang kan gampang, kita tinggal research dan dapat knowledge baru," jawab Nagata yang kini sudah paham mengenai PNL (profit and loss), cost of food, business plan dari research sendiri, sekaligus di bawah bimbingan ayahnya.

Di balik Nagata's Gastronomy Heaven

Gastronomy dalam kuliner sendiri menurut sudut pandang Nagata, adalah level tertentu dari kuliner, yaitu cara menyiapkan dan menyajikan makanan yang berbeda dari biasanya atau di level yang berbeda dan diperuntukkan sebagai sajian fine dining. 

"Contohnya di tempat aku sendiri, aku mau menawarkan culinary experience yang sangat eksploratif dan diperlakukan dengan... I could say, fine dining treatment, walaupun mediumnya adalah makanan-makanan street food," jelas sulung dari dua bersaudara itu.

Untuk pilihan menu, Nagata berbagi cerita, "Oke, aku kasih background story dulu ya. Aku dari dulu tuh, pengen buat central kitchen, karena sebelumya kan, aku suka buat private dining di rumah orang, take over di restoran-restoran, but I don't like cooking at my home, because professional kitchen and home kitchen is really different, right? Ribet lah, ya. Jadi dari dulu aku pengen punya central kitchen," kenangnya.

Dari sini, impiannya terwujud setelah dibantu oleh sang papa untuk mencari tempat dan LCC Kemang adalah jawabannya. "Menurut aku konsep yang paling adaptif dan bisa evolve, ya konsep ini, yaitu hanya satu menu namun berganti setiap dua bulan sekali," jelasnya panjang lebar.

Selama bulan September dan Oktober, Nagata's Gastronomy Heaven menyajikan slow-cooked gultik dengan tipe Ala Carte (Rp50.000) dan Collab Package (Rp65.000). Dagingnya sendiri melalui metode slow-cooked selama 6 jam untuk mendapatkan kelembutan yang maksimal, ditambah dengan bakwan renyah yang bikin kamu pengen nambah!

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here