Mendengar kata industri teknologi, pikiran kita pasti akan langsung membayangkan sekumpulan orang yang berkutat dengan banyak kode, di depan layar komputer, dan beragam alat-alat lainnya. Para pekerja yang melakukannya pun kebanyakan adalah laki-laki.

Melihat fenomena ini salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, Microsoft, pun melakukan sharing session yang diselenggarakan di Soul Box, Jakarta Selatan, kemarin (19/4). Acara ini bertujuan mengajak para perempuan Indonesia untuk tidak ragu dan mau terjun ke dunia industri teknologi.

Ini Alasan yang Menguatkan Perempuan Indonesia Terjun ke Industri TeknologiPopbela.com/Microsoft Indonesia

Sebelum mulai pada acara inti, Microsoft sempat memberikan fakta bahwa hanya 1 dari 4 anak perempuan berusia 12 sampai 19 tahun di kawasan Asia yang mengetahui sosok perempuan di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM).

Melihat fakta tersebut, Microsoft memberikan tiga alasan yang menguatkan perempuan Indonesia untuk terjun ke dunia industri teknologi. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Eksposur terhadap tokoh panutan di bidang STEM

Ini Alasan yang Menguatkan Perempuan Indonesia Terjun ke Industri TeknologiInstagram.com/microsoft

Eksposur terhadap tokoh panutan perempuan mematahkan stigma umum di masyarakat bahwa STEM adalah maskulin dan bidang tersebut diperuntukkan untuk laki - laki.

“Sekolah-sekolah saat ini dapat mengubah persepsi anak perempuan terhadap bidang STEM dengan cara memberikan eksposur terhadap role model bagi siswa perempuan melalui kerjasama dengan tokoh-tokoh perempuan setempat, seperti alumni, yang menekuni bidang STEM untuk berbagi cerita bahwa perempuan berperan sangat penting dalam bidang STEM,” kata Hanifa Ambadar, Founder & CEO jaringan media digital, Female Daily Network yang juga hadir pada acara sharing session tersebut.

2. Hadirkan pengalaman yang bersentuhan langsung dengan dunia STEM

Ini Alasan yang Menguatkan Perempuan Indonesia Terjun ke Industri TeknologiInstagram.com/microsoft

Selain memberikan eksposur terhadap tokoh panutan perempuan di dunia STEM, sekolah – sekolah juga dapat mengimplementasikan pengalaman langsung untuk siswi di usia muda dengan menggunakan perangkat yang akrab dengan siswi, seperti tablet dan PC. Teknologi itu sendiri dapat membantu siswi dalam mempelajari bidang studi STEM dengan cara yang lebih mudah dicerna.

“Pengalaman langsung membentuk hard skill dan soft skill yang diperlukan perempuan muda untuk bekerja di bidang STEM. Dengan pengalaman langsung, perempuan muda akan mendapatkan keahlian yang berharga seperti pemikiran kristis, kreativitas, pemecahan masalah, dan keterampilan komunikasi,” jelas Alamanda Shantika, seorang engineer di startup termuka di Indonesia yang mejadi pendiri sekolah teknologi gratis Binar Academy.

3. Dukungan yang besar dari orang-orang sekitar

Ini Alasan yang Menguatkan Perempuan Indonesia Terjun ke Industri TeknologiInstagram.com/microsoft

Alasan yang terakhir dan nggak kalah penting untuk semakin menguatkan alasanmu terjun ke dunia industri teknologi adalah dukungan dari orang-orang di sekitar. Dukungan orang-orang sekitar sangat dibutuhkan untuk lebih meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri kita sehingga kita lebih yakin terjun ke dunia ini.

“Stereotip bahwa industri teknologi dan teknik yang hanya bisa dikuasai oleh kaum pria adalah salah. Di era digital ini, peluang karir masa depan akan berada pada STEM, dan kami bertanggung jawab untuk mendorong dan mendukung perempuan muda untuk terjun ke industri tersebut. Dengan memilih karir di STEM, perempuan dan pria muda akan mencapai potensi sejati mereka dan membantu mengubah dunia,” kata Nina Wirahadikusumah, Enterprise Commercial Director Microsoft Indonesia.

Untuk kamu yang masih bingung menentukan jurusan kuliah atau karir yang ingin kamu tekuni kelak, semoga dengan membaca artikel ini bisa menjadi referensi dan rekomendasimu ya, Bela.

BACA JUGA: Ini Alasannya Mengapa Sedikit Wanita yang Terjun ke Industri Teknologi