Menambah pemasukan sebisa mungkin jangan hanya mengandalkan gaji, Bela. Kamu bisa mencoba instrumen investasi, supaya kamu bisa mendapatkan pendapatan pasif tanpa harus mengeluarkan usaha yang lebih.

Selain saham dan reksadana, ada lagi instrumen investasi lainnya yang cocok kamu coba. P2P Lending namanya. P2P Lending atau peer-to-peer lending adalah platform digital yang mempertemukan pemilik dana dengan peminjam. Biasanya peminjam di platform ini adalah pemilik usaha kecil atau UMKM yang membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnis mereka.

Sementara itu, pemilik dana atau investor di platform ini adalah perorangan yang dananya dihimpun untuk kemudian disalurkan kepada peminjam. Nantinya, uang yang dipinjamkan ini akan dikembalikan beserta bunga yang kompetitif yang akan menjadi keuntungan bagi investor yang meminjam dananya.

Kamu nggak perlu khawatir jika uangmu tidak akan kembali. Sebab, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah mengawasi beberapa platform digital yang menyediakan layanan P2P Lending. Apa saja aplikasi P2P Lending terbaik tersebut? Berikut daftarnya.

1. Restock.ID

Aplikasi Restock.ID kini sedang menjadi perbincangan warganet karena salah satu karyawan mereka mendapatkan pemberitaan negatif dan viral. Namun, terlepas dari pemberitaan negatif tersebut, Restock.ID merupakan salah satu perusahaan start up P2P Lending yang cukup banyak digunakan dan diawasi oleh OJK.

Rilis pada Agustus 2019, Restock.ID sudah menyalurkan dana Rp247,38 miliar kepada UMKM yang membutuhkan. Jika kamu ingin mengembangkan dana yang kamu miliki, tak ada salahnya untuk mencoba Restock.ID, nih, Bela.

2. KoinWorks

Kamu yang baru saja terjun ke dunia P2P Lending dan masih ingin belajar lebih lanjut tentang instrumen aplikasi ini, kamu bisa mencobanya di aplikasi KoinWorks. Sebab, melalui aplikasi ini, kamu bisa mulai menjadi investor hanya dengan modal Rp100 ribu saja yang akan menghasilkan keuntungan (bunga) 14-23%.

Di aplikasi ini, bukan hanya bisnis yang bisa kamu biayai. Melainkan ada pula berbagai bidang yang bisa kamu pilih. Misalnya, pendidikan, kesehatan, bisnis milik perempuan, UMKM, dan masih banyak lagi.

3. Asetku

Sama seperti KoinWorks, Asetku juga membiayai kebutuhan konsumtif lainnya selain bisnis UMKM. Bunga yang ditawarkan per satu pembiayaan juga tergolong tinggi, yakni 12-24% dengan tenor pembayaran 1-12 bulan. Jika kamu ingin menjadi investor di Asetku, kamu cukup menyediakan modal minimal Rp1 juta untuk mulai ikut berinvestasi.

4. Investree

Investree menjadi salah satu aplikasi P2P Lending pertama yang hadir di Indonesia. Rilis sejak tahun 2015, menawarkan bunga 14-20% dengan tenor 1-12 bulan. Kamu hanya membutuhkan modal mulai dari Rp1 juta untuk bisa menjadi investor di Investree.

5. Amartha

Amartha dikhususkan untuk UMKM di daerah yang belum akses kredit ke perbankan. Uang dari investor yang dihimpun oleh Amartha, pasti langsung akan disalurkan ke masyarakat pemilik UMKM di pedesaan atau pelosok. Jika kamu ingin menjadi investor di Amartha, kamu perlu menyiapkan modal minimal Rp3 juta.

Kamu bisa memilih UMKM mana yang ingin kamu biayai dengan melihat credit scoring dari masing-masing profil UMKM. Dengan melihat credit scoring, kita bisa meminimalkan kerugian jika terjadi risiko.

Itu tadi daftar aplikasi P2P Lending terbaik di Indonesia yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan investasi kamu. Tertarik mencoba yang mana, nih?

Baca Juga: Juragan Kos-Kosan, 10 Artis Ini Punya Investasi Kontrakan

Baca Juga: Demi Masa Depan, Ini 7 Aplikasi Investasi yang Cocok untuk Pemula

Baca Juga: Menghadapi Resesi, Menabung atau Investasi? Pertimbangkan 5 Hal Ini