Apa itu Prokrastinasi? Ini Penjelasan, Penyebab dan Cara Menanganinya

Kebiasaan ini nggak baik, lho!

Apa itu Prokrastinasi? Ini Penjelasan, Penyebab dan Cara Menanganinya

Apakah akhir-akhir ini kamu sedang merasa sering melakukan penundaan dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan? Sesekali mungkin nggak masalah, tetapi kalau sudah terlalu sering itu bisa dikatakan sebagai prokrastinasi.

Fyi, sekitar 20% orang dewasa di Amerika Serikat adalah penunda yang kronis. Hal tersebut telah dibuktikan dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh Joseph Ferrari, seorang profesor psikologi di DePaul University di Chicago bertajuk "Still Procrastinating: The No Regret Guide to Getting It Done".

Prokrastinasi bisa dikatakan sebagai kebiasaan yang buruk, lho. Jadi, sebenarnya apa sih, prokrastinasi itu? Untuk mengetahuinya, simak pengertian, penyebab, dan cara penanganan prokrastinasi pada artikel di bawah ini, yuk!

1. Pengertian Prokrastinasi

Dalam dunia psikologi, prokrastinasi adalah tindakan penundaan atau menunda tugas sampai menit terakhir, atau melewati tenggat waktu tugas atau pekerjaan tersebut. Beberapa peneliti mendefinisikan penundaan sebagai bentuk kegagalan pengaturan diri yang ditandai dengan penundaan tugas yang tidak rasional meskipun konsekuensinya berpotensi negatif.

Prokrastinasi terjadi ketika kamu dengan sengaja menunda-nunda, alih-alih mengerjakan tugas-tugas penting dan bermakna, kamu malah mendapati dirimu melakukan aktivitas-aktivitas yang nggak masuk skala prioritas, seperti menonton TV, scrolling media sosial, berbelanja online, maupun aktivitas di luar pekerjaanmu. Mengakibatkan pekerjaan atau tugas yang mestinya terselesaikan tidak selesai tepat waktu atau bahkan terbengkalai.

Dalam kebanyakan kasus, penundaan bukanlah tanda masalah serius jika dilakukan sesekali. Ini adalah kecenderungan umum bahwa kebanyakan orang menyerah pada titik tertentu. Namun, jangan sampai penundaan ini menjadi sebuah kebiasaan.

2. Penyebab Prokrastinasi

Lantas apa sih yang menyebabkan penundaan kerap terjadi? Umumnya penundaan terjadi karena kita merasa pekerjaan tersebut dianggap terlalu mudah dan bisa dikerjakan dalam waktu singkat. Mood juga kerap menjadi kambing hitam alasan melakukan penundaan. Benar nggak, Bela?

Selain itu adalah penyebab lain ketika orang sering melakukan penundaan, di antaranya:

a. Present Bias
Penundaan atau prokrastinasi juga bisa terjadi karena adanya kecenderungan orang termotivasi oleh kepuasan atau imbalan langsung daripada oleh imbalan jangka panjang atau biasa disebut present bias. Misalnya, imbalan langsung dari tetap di tempat tidur dan menonton drakor lebih menarik, daripada imbalan jangka panjang seperti menerbitkan artikel yang dibayarkan pada akhir bulan. 

b. Depresi
Beberapa ahli mengatakan depresi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penundaan. Beutel ME, Klein EM, Aufenanger S, dkk., mengatakan perasaan putus asa, tidak berdaya, dan kekurangan energi dapat mempersulit untuk memulai (dan menyelesaikan) tugas yang paling sederhana.

Depresi juga dapat menimbulkan keraguan diri. Hal tersebut terjadi ketika kamu nggak tahu bagaimana menangani suatu proyek atau merasa meragukan kemampuan yang kamu miliki, kamu mungkin akan lebih mudah untuk menundanya.

c. Gangguan kesehatan mental
Penundaan memang bukanlah penyakit mental. Namun, dalam beberapa kasus, penundaan mungkin saja merupakan gejala dari kondisi kesehatan mental yang mendasarinya seperti depresi, OCD, atau ADHD, lho. 

Orang dengan OCD cenderung lebih sering dikaitkan dengan perfeksionisme maladaptif, yang menyebabkan ketakutan untuk membuat kesalahan baru, sedangkan orang dengan ADHD cenderung lebih mudah terdistraksi dengan rangsangan luar sehingga kerap melakukan penundaan.

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here