​Usai menyelesaikan studinya di Oxford University, Inggris, kini Maudy Ayunda kembali ke Indonesia. Perempuan cantik yang menimba ilmu di tempat yang sama dengan Malala Yousafzai ini, sedang bersiap-siap untuk merilis single baru pada bulan Oktober 2017 dan album barunya pada akhir tahun ini. Beberapa waktu lalu, Popbela.com bertemu dengan Maudy dalam sesi photoshoot POP Creator edisi Oktober 2017, dimana ia bercerita mengenai keseharian, kesibukan hingga mimpinya yang belum tercapai. Here's what we found out from her!

Aktris, penyanyi, aktivis. Julukan mana yang menurutmu paling pas dengan seorang Maudy Ayunda?

Buat aku, menyanyi dan akting masuk ke dalam satu kategori, karena keduanya memiliki inti yang sama yaitu menceritakan sebuah kisah. Aku tidak bisa memilih antara menyanyi dan akting, karena aku suka melakukan keduanya. Sementara itu untuk menjadi aktivis, aku rasa justru menguntungkan dengan profesiku dalam dunia film dan tarik suara. Sebabnya, pesan-pesan yang ingin aku sampaikan bisa diterjemahkan dengan lebih efektif dalam film maupun lagu yang aku sajikan. Aku juga beberapa kali menjadi pembicara di beberapa acara, dan aku bisa menyampaikan pesan-pesan yang aku pedulikan dalam acara semacam itu.

Saat jadi pembicara, topik apa yang biasanya kamu sampaikan kepada para pendengar?

Macam-macam, sih. Beberapa waktu lalu aku diundang untuk menjadi pembicara pada acara Super Mentor bersama Ibu Sri Mulyani. Saat itu, Ibu Sri Mulyani membahas topik penting mengenai Ekonomi dan Kesehatan, sementara aku berbagi mengenai pendapatku tentang topik tersebut dari sudut pandang anak muda Indonesia. I really feel that my career as a singer and actress are also an integral part of my role as an influencer, dan aku bersyukur sekali terhadap hal itu.

Setelah pengalamanmu sekolah di Inggris dan lulus dari Oxford University, apakah ada cara pandangmu yang berubah mengenai Indonesia?

Banyak banget! Waktu kuliah di sana, aku belajar tentang politik dan pemerintahan mengenai negara-negara Barat, aku juga sempat mempelajari Economics of Developing Countries dan melihat negara-negara lain yang sedang berkembang di dunia. Berkat pelajaran tersebut, aku dapat melihat Indonesia dari sudut pandang yang lebih makro. Dulu kupikir aku cukup tahu banyak tahu tentang Indonesia, terlebih karena aku tinggal di ibukota. Tapi ternyata, I knew almost nothing about our country. Berkat pengalamanku belajar di Inggris, aku lebih memiliki sweeping glance secara luas mengenai Indonesia. Aku juga belajar untuk lebih percaya diri sebagai orang Indonesia yang punya kesempatan sekolah di Inggris, dan jadi lebih percaya bahwa kita nggak kalah dengan negara lain. Walaupun sempat minder waktu awal-awal tiba sebagai pelajar, setelah dilalui aku justru tahu bahwa kita bisa mendapatkan pencapaian yang sama atau bahkan lebih tinggi dari siswa atau orang dari negara lain yang lebih maju. The most important thing is we have the confidence and desire to overcome the obstacles.

Boleh cerita ke Popbela.com tentang keseharian Maudy belakangan ini?

Seminggu tiga kali, aku selalu olahraga di pagi hari, lalu aku menyantap sarapan pagi dan langsung menjalani aktivitasku. Kadang aku lanjut mengerjakan photoshoot atau wawancara seperti hari ini, atau terkadang ada pekerjaan menyanyi yang perlu aku lakukan. Seringkali, pagi hariku dipenuhi dengan jadwal meeting, baik via telepon, chat atau tatap muka secara langsung. Aku juga banyak melakukan persiapan untuk albumku yang akan keluar akhir tahun ini.

Dengan segala kesibukan itu, bagaimana caramu menjaga work-life balance?

I still can spend time with my family and friends at night at this pace. Tapi kadang kalau jadwalku sedang benar-benar penuh, aku jadi banyak melewatkan acara-acara yang diadakan oleh keluarga maupun temanku. Kalau itu terjadi, aku akan melakukan inisiatif untuk mengadakan acara-acara agar bisa bertemu dan bersosialisasi dengan orang-orang terdekatku. Basically you have to schedule your social life and your family too, as important as you schedule your job.

Bagaimana dengan inspirasi untuk membuat dan menulis lagu? Apakah ada waktu untuk itu di antara kesibukan sehari-hari?

I don’t write when I’m really busy. Sebenarnya awal-awal tahun ini, tepatnya bulan Januari hingga April 2017, aku memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan apapun agar bisa fokus mengerjakan musik. Pada periode tersebut, aku mengusahakan untuk main gitar setiap hari, atau gitarisku datang ke rumah untuk mengulik lagu bersama, recording lagu dan fokus pada album baruku. I really need the emotional capability, terutama karena aku termasuk orang yang introvert. Kalau aku berinteraksi dengan terlalu banyak orang dalam sehari, that really feels draining for me dan aku jadi tidak bisa berkreasi, hehe. Meanwhile, I really need a lot of emotional energy when I’m writing a song.

Apa yang jadi inspirasi kamu untuk bikin single terbaru berjudul ‘Kutunggu Kabarmu’ yang baru akan rilis bulan Oktober 2017 ini, serta album baru Maudy yang akan rilis akhir tahun 2017?

Banyak yang kuambil dari pengalaman pribadiku. Ada lagu yang kutulis sewaktu aku masih sekolah di Inggris juga. Kalau single baruku yang berjudul ‘Kutunggu Kabarmu,’ terinspirasi dari pengalaman pribadi yang sepertinya pernah dialami semua orang. Ceritanya tentang fase dimana seorang pasangan atau sahabat baru saja bertengkar, dan keduanya masih sama-sama gengsi untuk mengabari satu sama lain, padahal keduanya sama-sama ingin berkomunikasi. Originally, aku ingin lagu ini dibawakan dalam bentuk duet agar tercipta sebuah koneksi antara aku dan penyanyi lainnya. Tapi at the end of the day, aku memutuskan untuk solo dalam lagu ini, yang bercerita tentang situasi cukup sedih, namun dikemas dalam ritme yang lumayan cepat. This song is very chill and very urban, with a touch of electronic in it.

Wow, setelah lagu-lagu ballad, sepertinya ini lagu pertama Maudy yang memiiki unsur elektronik ya?

Iya, dan aku excited sekali. Karena ini album ketiga yang kurilis, tentunya ada evolusi dan proses pendewasaan yang terkandung di dalamnya. Album ini juga album pertama yang aku produseri sendiri, so we want the first single to be quite a statement! Aku merasa ini album pertama yang benar-benar menggambarkan diriku, terutama karena pada dua album sebelumnya aku masih cukup muda dan belum banyak menumpahkan jejak personal di dalamnya dan lebih idealistik dibandingkan album-album sebelumnya.

Apa harapan dan mimpimu terkait single baru ‘Kutunggu Kabarmu’ dan album barumu nanti?

Aku harap orang-orang akan bisa lebih ‘melihat’ diriku yang sebenarnya, and be more appreciated as a singer, song writer and a producer. More than anything, I just want to be known, in terms of my authenticity, who I really am and the kinds of music that I really enjoy.

Punya musisi lokal yang ingin kamu ajak kolaborasi?

Sebenarnya, keinginanku untuk berkolaborasi dengan mereka sudah tercapai di album baruku nanti, yaitu Rendy Pandugo dan Teddy Adhitya. They’re both really great! Aku merasa mereka berdua adalah pribadi yang sangat kreatif, jujur dan aku bisa co-write the songs with them. Album baruku nanti akan mencakup 11 lagu, 9 lagu baru dan 2 bonus tracks. Serunya, di album tersebut lebih dari 50 persennya aku tulis dalam bahasa Inggris. Banyak lirik yang aku tulis dalam bentuk simbolisme dalam bahasa Inggris.

Last but not least, ada cita-cita Maudy yang belum tercapai?

Saat ini aku sedang memikirkan untuk lanjut studi S2, tapi aku sangat berhati-hati memilih jurusan dan universitasnya. Sambil memikirkan, aku juga sedang mencari kerja kantoran juga. Aku sempat magang 2 bulan di sebuah Consulting Firm and I really enjoyed it! Sepertinya kalau aku tidak berprofesi sebagai aktris atau penyanyi, aku akan menjadi seorang wanita karier yang sangat ambisius. Saat ini aku sedang mempertimbangkan pilihan tepat untuk karierku, dan jika sudah tahu apa yang benar-benar aku inginkan, aku akan melanjutkan studi lebih lanjut.

Pastikan untuk terus baca Popbela.com untuk tahu lebih banyak tentang Maudy Ayunda ya, Bela!