Full Circle Moment! Cerita MAKI di Balik 'KOLORCOASTER' TOUR: IN JAKARTA

MAKI sukses menggelar konser perdananya di Jakarta lewat tur KOLORCOASTER, menandai momen emosional setelah sebelumnya tampil di Bali pada 2024.
Ia mengungkap tantangan terbesar sebagai solois adalah melawan keraguan diri sendiri, menjaga kesehatan mental serta fisik, dan selalu berusaha memberikan penampilan terbaik bagi pendengar.
Album KOLORCOASTER menggambarkan perjalanan emosional penuh warna, sementara lagu "Dilaw" dan "habangbuhay pansamantala" saling terhubung dalam kisah cinta yang ditakdirkan, meski bisa saja berakhir.
Penyanyi dan penulis lagu asal Filipina, MAKI, berhasil mengobati kerinduan para penggemarnya di Indonesia melalui konser perdananya bertajuk MAKI 'KOLORCOASTER' TOUR: IN JAKARTA yang digelar pada Minggu, 14 Juni 2026. Bertempat di Bengkel Space SCBD, penampilan ini menjadi kesempatan pertama bagi banyak penggemar untuk menyaksikan secara langsung musisi yang dikenal lewat lagu-lagu seperti "Dilaw" dan "Saan?" tersebut.
Usai rangkaian konser, MAKI pun berkesempatan berbincang dengan awak media mengenai perjalanan kariernya, hubungan spesial dengan pendengar Indonesia, hingga makna di balik album KOLORCOASTER, serta hubungan antara lagu "Dilaw" dan single terbarunya, "habangbuhay pansamantala". Simak rangkuman wawancaranya di bawah ini, yuk!
Table of Content
Indonesia jadi bagian penting dalam perjalanan kariernya
Meski konser di Jakarta menjadi penampilan solo perdananya di Indonesia, MAKI mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengunjungi Tanah Air saat tampil di AXEAN Festival yang berlangsung di Bali pada 2024.
"Pertama-tama, aku rasa Indonesia adalah negara asing pertama yang aku kunjungi. Dulu, aku berada di Bali untuk AXEAN Festival pada 2024, dan rasanya sangat menyenangkan hingga semua ini bisa terjadi. Rasanya seperti sebuah momen yang menjadi utuh," ujar MAKI.
Menurutnya, pengalaman tersebut juga menjadi momen yang sangat berkesan karena saat itu ia belum yakin musiknya telah dikenal oleh pendengar di luar Filipina. Oleh karena itu, ia merasa terharu ketika mengetahui ada penggemar asal Jakarta yang datang ke Bali untuk menyaksikan penampilannya.
"Aku ingat saat tampil di sana, aku merasa tidak ada yang benar-benar mengenalku sebagai artis pada waktu itu, terutama di luar Filipina. Jadi, aku sangat gugup. Lalu, ketika aku melihat sekelompok orang Indonesia terbang dari Jakarta ke Bali hanya untuk menontonku, aku sangat bahagia, dan aku pun melihat mereka lagi hari ini. Akhirnya, setelah dua tahun, sekarang aku berada di sini dan mengadakan konserku sendiri. Aku benar-benar senang bisa berada di Indonesia," lanjutnya.
Tantangan terbesar sebagai solois adalah diri sendiri

Di tengah popularitas yang terus meningkat, MAKI mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya justru dari dirinya sendiri. Ia menjelaskan bahwa keraguan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses kreatif seorang seniman. Menurutnya, setiap artis pasti pernah meragukan karya yang mereka ciptakan.
"Aku merasa sebagai seorang artis, setiap artis memiliki keraguannya sendiri. Jika kamu seorang artis, kamu akan selalu ragu. Itulah tantangan menjadi kreatif. Kamu selalu meragukan karya yang kamu buat dan hal-hal yang kamu ciptakan," kata MAKI.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah melihat artis lain sebagai pesaing. Sebaliknya, ia selalu mendukung sesama musisi, baik dari Filipina maupun dari negara lain.
"Aku tidak terlalu kompetitif dengan artis lain, baik sesama artis OPM maupun artis internasional. Aku mendukung mereka. Namun, tantangan terbesar aku adalah diri aku sendiri. Aku selalu ingin menjaga kesehatan mental, menjaga suara, dan menjaga diriku sendiri," ungkap MAKI.
"Terkadang ketika suaraku tidak ada, bahkan seperti hari ini saja, saat aku bangun pagi dan suaraku tidak terlalu baik, aku merasa sangat sedih karena aku ingin memberikan yang terbaik untuk penggemar Indonesia. Jadi, tantangan terbesarnya adalah menjaga diri sendiri. Aku ingin melakukan yang terbaik untuk diriku, ingin lebih banyak tidur, ingin sehat secara spiritual, fisik, dan mental," tambahnya.
Kedekatan emosional yang menghubungkan musiknya dengan pendengar Indonesia

Lagu-lagu MAKI yang sebagian besar menggunakan Tagalog berhasil diterima oleh banyak pendengar Indonesia. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena masyarakat Filipina dan Indonesia memiliki kesamaan dalam memandang cinta dan emosi.
"Aku merasa orang Indonesia dan Filipina memiliki hati yang sama dalam urusan cinta. Aku merasa kita sangat merindukan akan sesuatu. Ketika sedih, kita benar-benar sedih, lalu kita suka mendengarkan lagu-lagu sedih bersama-sama. Itulah mengapa kita disebut 'SEA-blings' karena kita memiliki perasaan yang sama ketika mendengarkan musik, terutama musik sedih," tutur MAKI.
Ia juga menilai bunyi bahasa Indonesia dan Filipina memiliki kemiripan tertentu yang membuat pendengar merasa lebih dekat dengan musik dari kedua negara.
"Mungkin bahasanya juga cukup dekat dari segi bunyi. Aku berada di sini dan mendengar orang berbicara, aku tidak memahaminya, tetapi rasanya akrab. Aku juga merasa orang Indonesia sangat dekat dengan orang-orang yang bisa mereka hubungkan," jelas MAKI.
"Sebagai seorang artis, aku bukan hanya orang Filipina atau artis OPM. Aku adalah teman bagi semua orang. Aku ingin memberikan cinta dan musik ini kepada semua orang, terutama di Indonesia," lanjutnya.
'KOLORCOASTER', album yang penuh warna dan emosi

MAKI menjelaskan bahwa KOLORCOASTER merupakan album yang berisi berbagai emosi yang ia gambarkan melalui warna. Ia bahkan mengaku memiliki synesthesia sejak kecil, sehingga warna selalu memiliki hubungan yang kuat dengan musik yang ia ciptakan.
"Album 'KOLORCOASTER' adalah album yang penuh dengan berbagai emosi. Aku rasa aku memiliki synesthesia sejak kecil. Oleh karena itu, aku selalu berusaha menggambarkan warna seperti apa dan emosi seperti apa yang dimiliki warna tersebut," ujar MAKI.
"'KOLORCOASTER' adalah album yang membuatmu bersenang-senang, lalu menangis, kemudian bersenang-senang lagi. Rasanya seperti rollercoaster emosional dengan banyak warna. Jika didengarkan dengan saksama, album ini juga sangat mencerminkan diriku sebagai orang Filipina," sambungnya.
Hubungan antara "Dilaw" dan "habangbuhay pansamantala"
Saat ditanya mengenai keterkaitan antara "Dilaw" dan "habangbuhay pansamantala", MAKI menjelaskan bahwa kedua lagu tersebut berada dalam satu rangkaian cerita yang sama. Menurutnya, lagu tersebut berbicara tentang pertemuan dengan seseorang yang terasa sudah ditakdirkan terjadi, sekaligus kenyataan bahwa suatu hubungan bisa saja berakhir karena berbagai keadaan.
"Aku merasa banyak dari kita telah bertemu, atau akan bertemu dengan belahan jiwa kita. Di setiap semesta, kalian akan selalu bertemu dengan mereka," kata MAKI.
Ia menjelaskan bahwa pesan tersebut juga dituangkan dalam video musik "habangbuhay pansamantala" melalui visual animasi karya seniman lokal Filipina.
"Dalam video musik 'habangbuhay pansamantala', ada bagian yang menampilkan banyak animasi dari seniman lokal Filipina yang menggambarkan perasaan ketika bertemu dengan orang tersebut. Kalian memang ditakdirkan untuk bertemu, tetapi kalian juga ditakdirkan menghadapi sesuatu ketika akhirnya kalian tumbuh ke arah yang berbeda ataupun kehilangan mereka. Aku merasa ini adalah narasi yang sangat menyedihkan, tetapi memang hal ini bisa terjadi," ungkapnya.
Menurut MAKI, "habangbuhay pansamantala" menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan yang sebelumnya muncul dalam "Dilaw".
"'habangbuhay pansamantala' merangkum semua pertanyaan dari 'Dilaw'. Oleh karena itu, aku menyarankan kalian untuk menonton semua video musikku karena aku suka menyisipkan banyak petunjuk dan easter egg di dalamnya," ujar MAKI.
Ingin kembali lagi ke Indonesia

Antusiasme penggemar Indonesia menjadi salah satu hal yang paling membekas bagi MAKI selama kunjungannya ke Jakarta. Ia mengaku tersentuh melihat penonton menyanyikan setiap lirik lagunya sepanjang konser.
"Sulit menjelaskan betapa bahagianya aku karena berada di acara ini. Terkadang, aku tidak bisa menjelaskan apa yang aku rasakan," kata MAKI.
"Mungkin, hari ini kalian akan mengatakan bahwa kalian menikmati pertunjukannya, tetapi aku merasa mungkin aku yang lebih menikmatinya. Aku melihat orang-orang menyanyikan lirik laguku, kata demi kata. Rasanya sangat menghangatkan hati sekaligus mendebarkan," lanjutnya.
Ia juga berharap dapat kembali menyapa penggemarnya di Indonesia pada kesempatan berikutnya.
"Aku selalu ingin kembali ke Indonesia karena orang-orang di sini sangat suportif. 'KOLORCOASTER' THE CONCERT sebenarnya diselenggarakan di venue yang lebih besar di Filipina, tetapi aku juga ingin membawanya ke sini. Aku harap aku mendapatkan lebih banyak dukungan dari sini agar hal tersebut bisa terwujud. Terima kasih banyak. Aku cinta kamu," tutup MAKI.

















