“Keputusan diambil berdasarkan kasus per kasus sesuai dengan hukum dan bukti yang tersedia. Jika individu dianggap menimbulkan ancaman terhadap keselamatan publik atau berpotensi menyebarkan ekstremisme, pemerintah tidak ragu untuk bertindak,” dikutip dari The Guardian.
Kanye West Dilarang Masuk Inggris, Wireless Festival 2026 Resmi Batal

- Wireless Festival 2026 di London resmi dibatalkan setelah Kanye West, yang dijadwalkan jadi headliner utama, dilarang masuk Inggris akibat kontroversi pernyataan anti-semitic.
- Pemerintah Inggris mencabut izin perjalanan Ye karena dinilai tidak memberi manfaat publik dan berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keselamatan serta nilai-nilai nasional.
- Pembatalan mendadak ini membuat penyelenggara kesulitan mencari pengganti setara dalam waktu singkat, sehingga memutuskan membatalkan seluruh acara festival.
Kabar mengejutkan datang dari dunia musik internasional. Wireless Festival di London yang selalu dinantikan setiap tahunnya, kini harus dibatalkan secara mendadak. Keputusan ini tak lepas dari kontroversi yang melibatkan rapper yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, atau kini dikenal sebagai Ye.
Festival musik Wireless telah dibatalkan setelah artis tersebut dilarang memasuki Inggris di tengah memanasnya perselisihan politik terkait pernyataan Ye mengenai anti-semitic di masa lalu.
Kanye West dijadwalkan menjadi headliner selama tiga hari festival pada 10–12 Juli 2026 dan mengajukan permohonan untuk melakukan perjalanan ke Inggris melalui otorisasi perjalanan elektronik (ETA) pada Senin, 6 April 2026. Namun, permohonan ini akhirnya diblokir oleh pihak berwenang. Tanpa berlama-lama, simak selengkapnya melalui artikel ini yuk, Bela!
Table of Content
Visa Kanye West Dicabut Setelah Peninjauan Ulang

Awalnya permohonan perjalanan Ye diketahui sempat disetujui secara online. Namun, setelah dilakukan peninjauan lebih lanjut, para menteri dari Kementerian Dalam Negeri Inggris memutuskan untuk mencabut izin tersebut.
Alasan utama di balik keputusan tersebut adalah bahwa kehadiran Ye dinilai tidak memberikan manfaat bagi kepentingan publik. Selain itu, hal ini juga dipengaruhi oleh berbagai kontroversi yang pernah ia buat sebelumnya.
Rapper tersebut diyakini menuai kritik keras akibat pernyataan anti-semitic, termasuk pernyataannya yang mengungkapkan kekaguman terhadap Adolf Hitler. Di sisi lain, pada tahun 2025 ia juga merilis lagu berjudul “Heil Hitler” dan sempat menjual kaus dengan simbol swastika melalui situs pribadinya—yang semakin memperkeruh citranya di mata publik internasional.
Dampak Besar bagi Penyelenggara Wireless Festival

Larangan ini memberikan dampak besar bagi pihak penyelenggara Wireless Festival. Dengan Kanye West sebagai satu-satunya headliner selama tiga hari berturut-turut, pembatalan kehadirannya membuat penyelenggara harus mengisi tiga slot utama dalam waktu yang sangat singkat, yakni kurang dari tiga bulan.
Melansir dari The Guardian, situasi ini menjadi semakin sulit karena industri festival musim panas di London sedang sangat padat. Banyak artis besar telah memiliki jadwal yang terisi penuh jauh-jauh hari, sehingga mencari pengganti dengan skala yang setara menjadi tantangan tersendiri.
Konsep festival yang bergantung pada satu nama besar sebagai daya tarik utama juga membuat opsi pengganti semakin terbatas. Hal inilah yang akhirnya mendorong keputusan pembatalan acara secara keseluruhan.
Pernyataan Resmi Penyelenggara dan Pemerintah Inggris
Melvin Benn, sebagai Direktur Pelaksana Festival Republic yang mempromosikan Wireless, menyatakan bahwa Ye sebenarnya berniat untuk tetap datang dan tampil di festival tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pihak penyelenggara tidak memberikan platform bagi Ye untuk menyampaikan pandangan pribadinya, melainkan hanya untuk menampilkan karya musiknya yang masih dinikmati publik luas.
Sementara itu, pihak pemerintah Inggris melalui juru bicara resmi perdana menteri di Downing Street menyampaikan bahwa izin masuk Ye memang sedang dalam proses peninjauan sebelum akhirnya dibatalkan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan hanya soal industri hiburan, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan nilai-nilai yang dijunjung oleh negara. Bagaimana dengan pendapatmu, Bela?


















