Menjelang runtuhnya rezim Orde Baru pada Mei 1998, Try Sutrisno berada di lingkaran kecil tokoh nasional yang ikut membahas masa depan kekuasaan. Pada malam lengsernya Soeharto, Try Sutrisno bersama Umar Wirahadikusumah dan Sudharmono mendatangi kediaman Soeharto untuk mendiskusikan berbagai opsi yang memungkinkan di tengah tekanan politik yang semakin tak terbendung. Momen ini menempatkan Try Sutrisno sebagai figur penting di fase transisi kekuasaan Indonesia.
Pasca lengser dari jabatan Wakil Presiden, peran Try Sutrisno tidak lantas meredup. Pada 1998, ia terpilih sebagai Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri). Di bawah kepemimpinannya, Pepabri berhasil disatukan dalam satu wadah, di tengah kebiasaan lama di mana masing-masing matra memiliki organisasi purnawirawan sendiri. Kepemimpinan Try Sutrisno di Pepabri berlangsung hingga 2003 dan menegaskan pengaruhnya yang masih kuat di kalangan militer purnawirawan.
Di ranah politik, Try Sutrisno juga berperan sebagai tokoh senior dan sesepuh partai bagi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), partai yang identik dengan Jenderal Edi Sudrajat. Kiprahnya menunjukkan bahwa meski tak lagi berada di lingkaran kekuasaan formal, ia tetap menjadi rujukan penting dalam dinamika politik nasional.
Sikap kritis Try Sutrisno kembali mencuat pada 2005. Bersama Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Wiranto, dan Akbar Tanjung, ia menggagas forum Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu yang melontarkan kritik terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, khususnya terkait kesepakatan dengan GAM dan kebijakan kenaikan harga BBM. Namun, setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, sikap Try Sutrisno melunak. Ia menyatakan dapat memahami posisi pemerintah dan bahkan mengajak publik untuk mendukung keputusan yang diambil. Hal ini menunjukkan sisi negarawan yang tetap mengedepankan stabilitas di tengah perbedaan pandangan.
Itulah tadi rangkuman perjalanan karier Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 yang meninggal dunia pada 2 Maret 2026. Ada lagi fakta lain yang kamu ketahui tentang beliau? Tulis di kolom komentar, Bela!