Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Estetik Fisik ke Beauty with Purpose, Ini Evolusi Beauty Pageant
instagram.com/misssupranational
  • Agnes Rahajeng meraih Miss Supranational Asia & Oceania 2026 di Polandia, mencerminkan penilaian pageant kini turut menyoroti public speaking, advokasi sosial, dan kepemimpinan.
  • Pada era awal 1920-an–1970-an, kontes kecantikan berfokus pada promosi pariwisata, pakaian renang, serta standar fisik Eropa-sentris dengan aturan peserta yang ketat dan diskriminatif.
  • Sejak 1980-an hingga kini, pageant menguatkan konsep Beauty with a Purpose melalui wawancara, proyek sosial, penghapusan bikini, serta aturan peserta yang lebih inklusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kontes kecantikan atau beauty pageant sudah jadi salah satu event tahunan yang diselenggarakan berbagai negara di dunia. Terbaru, Miss Supranational 2026 baru saja selesai digelar di Polandia. 

Agnes Rahajeng berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan membawa banyak prestasi di ajang tersebut, salah satunya dinobatkan sebagai Miss Supranational Asia & Oceania 2026.

Prestasi dari Agnes sendiri memperlihatkan ajang kecantikan sendiri kini nggak cuma lenggak lenggok di runaway memperlihatkan tubuh yang bagus. Para peserta juga dinilai dengan seberapa baik kemampuan mereka dalam public speaking, menjalankan proyek advokasi sosial yang nyata, hingga vibe kepemimpinan yang menginspirasi.

Scroll buat tahu lebih lanjut tentang evolusi beauty pageant atau kontes kecantikan dari dulu hingga sekarang.

Percikan ajang kecantikan dari sebuah festival

wikipedia.com

Festival Eropa saat masa abad pertengahan membuat percikan yang memunculkan adanya ajang kecantikan. Misalnya, perayaan Inggris May Day selalu melibatkan pemilihan May Queen, yakni seorang gadis muda yang dipilih untuk mengenakan gaun putih dan mahkota bunga, lalu dinobatkan sebagai simbol kemurnian dan lambang dewi musim semi yang memimpin jalannya festival.

Di Amerika Serikat, tradisi May Day juga digelar dengan memilih seorang perempuan untuk dijadikan lambang karunia dan cita-cita masyarakat. Lalu, ajang kecantikan modern pertama Amerika diselenggarakan oleh Phineas Taylor Barnum pada tahun 1854, tetapi ajang kecantikan tersebut tidak diadakan kembali karena keluhan publik.

Ajang kecantikan menjadi lebih populer pada 1880-an. Pada tahun 1880, hadir "Ajang Kecantikan Pakaian Mandi" pertama sebagai bagian dari festival musim panas untuk mempromosikan bisnis di Rehoboth Beach, Delaware. Belgia akhirnya ikut menyelenggarakan ajang kecantikan Concours de Beauté, yang diadakan di Spa, Belgia pada tanggal 19 September 1888. 

Kala itu, semua peserta harus menyediakan foto dan keterangan singkat tentang diri mereka untuk memenuhi syarat untuk masuk dan 21 finalis terpilih dinilai oleh panel formal. Bertha Soucaret, seorang remaja Kreol berusia 18 tahun dari Guadeloupe mendapat gelar ratu kecantikan dari ajang tersebut dan dihadiahi 5.000 franc. 

Era awal (1920-an – 1970-an): saat estetik fisik jadi fokus utama

wikipedia.com

Kontes kecantikan awal berakar dari promosi pariwisata dan pakaian renang. Mereka menilai kemolekan tubuh lewat parade pakaian renang, di mana estetik fisik jadi fokus utamanya. 

Penilaian murni berpusat pada kriteria fisik Eropa sentris, mulai dari simetri wajah, proporsi tubuh (vital statistics seperti lingkar dada-pinggang-pinggul), dan keanggunan gaya berjalan. 

Ada 4 sesi yang digelar, mulai dari Sesi Swimsuit (Pakaian Renang), Sesi Evening Gown (Gaun Malam), National Costume (Kostum Nasional), dan On-Stage Q&A Singkat (Tanya Jawab).

Poin tertinggi justru diambil dari sesi swimsuit dan evening gown. Juri menilai postur, warna kulit, ketenangan, serta penampilan visual di atas panggung. Sesi tanya jawab pun biasanya bersifat dangkal, seperti pertanyaan seputar hobi, cita-cita, atau kriteria pasangan idaman.

Belum lagi, aturannya sangat ketat dan diskriminatif. Kontestan harus perempuan muda usia 18–24 tahun, belum pernah menikah, belum pernah melahirkan, dan memiliki latar belakang yang dianggap "tidak tercela".

Ajang kecantikan kala itu yang terkenal, antara lain Miss America yang lahir pada tahun 1921, Miss World pada 1951, dan Miss Universe pada tahun 1952. Ajang ini bertransformasi menjadi ajang global dan alat pemasaran industri.

Era Transisi (1980-an – 2000-an): Munculnya slogan "Beauty with a Purpose"

missplanetinternational.com

Memasuki akhir abad ke-20, gerakan feminisme dan kritik publik memaksa organisasi pageant untuk merumuskan ulang relevansi mereka di masyarakat modern.

Eric Morley, pendiri Miss World, memelopori jargon "Beauty with a Purpose" pada 1970-an. Jargon ini baru benar-benar dominan pada era 80-an dan 90-an. Melalui konsep tersebut, kontestan tidak hanya dituntut berparas anggun, tetapi juga berpendidikan dan komunikatif.

Porsi penilaian untuk kecerdasan (brain) dan kepribadian (beauty of heart) mulai ditingkatkan. Ini terlihat dengan adanya sesi Deep Interview (wawancara mendalam di balik panggung) sebagai faktor penentu eliminasi sebelum malam puncak. Ada pula sesi Q&A di panggung utama dengan mengangkat isu-isu dunia seperti perdamaian, pendidikan, dan lingkungan.

Tantangan baru juga hadir dengan diperkenalkannya sistem Fast Track, seperti Talent Challenge, Fitness, Head-to-Head Challenge, dan proyek sosial, yang memungkinkan kontestan mengamankan posisi di babak semifinal melalui keahlian khusus mereka.

Era Modern (2010-an – Sekarang): penghapusan sesi bikini, inklusivitas, dan kepemimpinan

instagram.com/misssupranational

Setelah hadirnya penilaian yang juga menekankan pada keterampilan dan kecerdasan, organisasi pageant global seperti Miss Universe, Miss World, Miss Grand International, dan Miss Earth mulai ikut beradaptasi dengan nilai-nilai kesetaraan gender dan keberagaman.

Standar penjurian kembali bergeser. Hal ini ditandai mulai dari penghapusan atau rebranding swimsuit/bikini. Penggunaan bikini sendiri telah mendapat kecaman dari para pemuka agama sejak tahun 1946. Busana ini sempat beberapa kali dilarang dan dihapuskan. Namun, sesi tersebut baru benar-benar mulai dihilangkan sejak tahun 2014. 

Pada tahun tersebut, ajang Miss World secara resmi mengakhiri dan menggugurkan babak pakaian renang dari ajangnya, dan berfokus pada kegiatan sosial melalui Beauty with a Purpose-nya mulai tahun 2015.

Miss America juga menghapus total sesi pakaian renang sejak tahun 2018. Sementara Miss Universe mengubah fokusnya dari sekadar lekuk tubuh menjadi simbol rasa percaya diri dan kesehatan fisik (fitness & wellness).

Pemenang ajang kecantikan akan dipilih berdasarkan dampak nyata dari proyek sosial yang mereka jalankan (Voice for Change, Beauty with a Purpose), kemampuan public speaking, dan kepemimpinan.

Kini, peserta yang mendaftar pun terbuka untuk semua kalangan, meski beberapa juga sempat menuai pro dan kontra. Misalnya, Miss Universe resmi mengizinkan partisipasi perempuan transgender sejak 2012, di mana Angela Ponce dari Spanyol menjadi perempuan trans pertama di panggung Miss Universe 2018.

Sejak tahun 2023, Miss Universe juga menghapus aturan yang melarang perempuan menikah, bercerai, atau memiliki anak untuk berkompetisi. Di tahun selanjutnya, Miss Universe menghapus batas usia maksimal yang sebelumnya maksimal 28 tahun.

Jadi, dunia pageant sekarang nggak hanya tentang penampilan, tapi juga kualitas dari seseorang yang bisa menjadi inspirasi. Kamu tertarik untuk ikut dalam kontes ini?

Curated For You

Editorial Team

Related Article