Heboh! Isu Calo Wajib Militer Jadi Perbincangan di Korea Selatan

Buat izin palsu demi bebas dari tugas negara

Heboh! Isu Calo Wajib Militer Jadi Perbincangan di Korea Selatan

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Baru-baru ini, beredar informasi yang terkuak terkait adanya calo wajib militer. Bahkan, ada yang membeberkan sejumlah selebriti dan atlet ternama menggunakan jasanya, untuk menurunkan tingkatan atau membebaskan diri dari tugas negara tersebut. Tak hanya itu, ada kemungkinan terdapat kesepakatan dengan rumah sakit tertentu juga ditunjukkan.

Mengutip dari situs berita TV Chosun, seorang calo bernama Gu Mo yang memiliki sebutan sebagai Dewa Wajib Militer itu, mengungkapkan bahwa banyak dokter dari rumah sakit universitas terkenal di Korea Selatan yang menjadi sindikat calo wamil. Kejaksaan pun memperluas penyelidikan mereka karena meyakini kemungkinan adanya lebih banyak calo lainnya seperti Gu Mo.

Pada 21 Desember lalu, Gu Mo telah melanggar Undang-Undang Wajib Militer dengan menurunkan tingkatan wamil hingga memalsukan izin para kliennya dengan penyakit tertentu, seperti epilepsi dan skizofrenia. Menurut etoday, Gu Mo yang rupanya adalah mantan tentara profesional telah mendirikan kantor penyedia jasa ini dan menawarkan kepada calon kliennya melalui situs portal.

Ia juga mengakui telah meraup keuntungan sebesar ratusan juta sampai miliaran Rupiah. Saat ini, sudah lebih dari 70 orang yang berupaya menghindari wamil, termasuk para atlet, idol, rapper, anak konglomerat, anak politikus, dan lain sebagainya.

JTBC juga menjelaskan bahwa calo itu seakan membuat skenario layaknya menjadi pengidap epilepsi sesungguhnya. Hal ini dengan cara memberikan instruksi kepada para kliennya yang memalsukan izin dengan penyakit epilepsi terkait bagaimana mereka menanggapi tenaga medis, memberitahukan ciri khas gejalanya ketika berkunjung ke pusat kesehatan darurat, dan bagaimana mengajukan pertanyaan saat menemui dokter.

Sebenarnya, seseorang yang mendapatkan keringanan dalam wamilnya lantaran mengidap epilepsi haruslah memiliki surat kesehatan yang telah keluar dalam tiga bulan, lembaran rekam medis, hasil MRI dan EEG, dan hasil tes darah. Meskipun begitu, gejala setiap pasien tentunya beragam sehingga seringkali para dokter bergantung kepada gejala klinis serta latar belakang medisnya.

Profesor Shin Dong-jin, pemimpin Korea Epilepsy Association dari Rumah Sakit Gachon Dae-gil, mengatakan kepada Cookie News, "Penyakit kejang terjadi tiba-tiba tanpa penyebab tertentu, jadi jika calo mencoba menipunya, staf medis tidak punya pilihan lain."

Reaksi masyarakat di sana memanas ketika mengetahui berita ini. Pasalnya, mereka mengkhawatirkan jika pihak militer akan menyepelekan orang-orang yang murni mengalami penyakit-penyakit tersebut. Selain itu, mereka juga takut bila proses pemeriksaan kesehatannya juga akan dipersulit.

Menurut Profesor Shin Dong-jin, penyakit ini memang memiliki stigma sosial yang negatif. Ia juga sama khawatirnya jika tiap pengidap epilepsi akan dirugikan lantaran kasus ini.

Mengetahui tingkatan wajib militer

Wajib militer di Korea Selatan memiliki tingkatan tersendiri untuk menentukan seseorang yang harus mengikuti ataupun tidak terhadap tugas negara. Dari berita ini, pengidap epilepsi maupun kesehatan mental lainnya masuk ke dalam golongan tingkat 4 dan 5, mereka ada yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil hingga bebas wamil. Bagi yang bebas wamil tersebut, mereka akan diminta untuk bekerja di pabrik senjata sewaktu terjadi perang di sana.

Terkhusus golongan tingkat 1 dan 2 akan menempati posisi tentara di bagian tertentu, sedangkan pada tingkat 3 akan bekerja sebagai polisi. Namun, ada juga tingkat 6 yang murni dibebaskan dari wamil karena halangan penyakit yang dialami. Lalu, tingkat 7 terjadi jika keseluruhan tingkat tidak diterima dan seseorang tersebut harus lakukan pemeriksaan ulang kesehatannya.

Itulah sederet informasi mengenai isu calo wajib militer di Korea Selatan yang menjadi topik hangat bagi warganet. Semoga kekhawatiran masyarakat di sana dapat berkurang, dengan kejaksaan yang melakukan penyelidikan penuh dan pemberian hukuman tegas kepada pelaku calo tersebut. Bagaimana menurutmu, Bela?

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here