Ada banyak pertanyaan tricky saat sedang wawancara dengan perusahaan untuk melamar pekerjaan. Salah menjawab, akan berdampak cukup besar pada kesan pertamamu di hadapan pewawancara, baik itu user maupun recruiter. Salah satunya adalah "Berapa ekspektasi gajimu?" 

Bagaimana kamu akan menjawab pertanyaan ini, Bela?

Sebagian orang akan menjawab langsung besaran angka yang ia inginkan untuk gajinya, yang ia harapkan dari perusahaan tersebut. Sebagian lainnya memberi jawaban umum yang merendah hati, mengatakan bahwa besaran gaji mengikuti keputusan perusahaan. Lalu, mana jawaban yang benar untuk pertanyaan 'menjebak' ini?

1. Apa sebenarnya makna di balik pertanyaan itu?

Agar Sesuai Harapanmu, Ini 5 Tips Menjawab Pertanyaan Ekspektasi GajiPexels.com/mentatdgt

Melansir dari HuffPost, para konsultan mengatakan jika pertanyaan mengenai ekspektasi gaji adalah untuk mencari tahu jika seorang pelamar berada di angka yang sama dengan perusahaan miliki. Lalu jika dilihat dari sisi legal, ada peraturan yang melarang perusahaan untuk menanyakan langsung gaji pelamar di pekerjaan sebelumnya. Karena itu, para rekruiter menanyakan dengan kalimat "ekspektasi gaji".

Jadi sebagai pelamar, persiapkan diri untuk mendapatkan pertanyaan mengenai ekspektasi gaji. Ada dua momen rekruiter menanyakan hal tersebut, yaitu secara langsung saat wawancara atau sebelum memberikanmu penawaran pekerjaan itu.

2. Jika melamar online, beberapa nasihat menyarankan untuk nggak langsung menjawab pertanyaan tersebut

Agar Sesuai Harapanmu, Ini 5 Tips Menjawab Pertanyaan Ekspektasi GajiPexels.com/Pixabay

Di zaman digital, beberapa lamaran dan wawancara dilakukan secara online, seperti mengisi kolom pertanyaan pada sebuah formulir. Ketika mendapatkan pertanyaan mengenai ekspektasi gaji di situasi seperti ini, para ahli menyarankan untuk menghindarinya. Biarkan kosong atau tuliskan kalimat kalau gaji dapat dinegosiasikan saat ada penawaran. Namun jika harus diisi dengan angka, lakukan riset terlebih dahulu dan menuliskan jumlah gaji paling tinggi pada kolom tersebut.

Beberapa konsultan lain menyarankan untuk tetap membiarkan kolom ekspektasi itu kosong atau menulis angka palsu seperti '0' jika harus. Para konsultan tetap menyarankan untuk membiarkan kolom ekspektasi gaji kosong karena ada begitu banyak faktor nggak terduga untuk mengkompensasi hal tersebut di tahap awal. Menaruh angka pasti di formulir juga berkemungkinan menutup peluang negosiasi.

3. Jika menjawab dengan angka, jawab dengan kisaran gaji

Agar Sesuai Harapanmu, Ini 5 Tips Menjawab Pertanyaan Ekspektasi GajiPexels.com/Nappy

Beberapa konsultan menyarankan untuk menjawab menjawab pertanyaan ekspektasi gaji dengan melakukan riset terlebih dahulu. Jawaban ini tergantung berdasarkan kariermu dan jenis industrinya. Jika punya perspektif yang kuat, jadilah umum dengan pertanyaan spesifikmu. Dengan begitu, kamu nggak perlu berkomitmen pada suatu angka dan bersifat fleksibel.

Kamu juga bisa bertanya pada teman-teman yang bekerja di bidang sama untuk mengetahui kisaran gaji terbaru, atau melakukan riset di dunia maya. Hal yang paling penting, kamu memiliki alasan tepat untuk mengajukan angka tersebut.

4. Cara menjawab tanpa mengatakan angka spesifik

Agar Sesuai Harapanmu, Ini 5 Tips Menjawab Pertanyaan Ekspektasi GajiPexels.com/Christina Morillo

Jika nggak ingin menyebutkan besaran gaji secara spesifik, ada alternatif lainnya. Kamu bisa menyebutkan kalau dirimu dapat mendiskusikan gaji tersebut ketika sudah ada penawaran, atau tergantung pada posisi yang ditawarkan. Jawaban seperti ini bisa kamu berikan ketika berada di perusahaan yang nggak ada ekspektasi untuk menjawab.

Kamu pun bisa menjawab nggak ingin membicarakannya. Kalimatnya bisa seperti, "Saya lebih memilih fokus pada nilai yang ingin saya berikan untuk perusahaan Anda. Saya memilih untuk nggak membicarakan ekspektasi gaji dan nggak memiliki angka spesifiknya. Saya menunggu kabar baik dari Anda."

5. Kembalikan pertanyaannya

Agar Sesuai Harapanmu, Ini 5 Tips Menjawab Pertanyaan Ekspektasi GajiPexels.com/Fauxels

Taktik lain adalah mengembalikan pertanyaan itu para rekruiter dengan menanyakan kisaran gaji mereka sebelum kamu menjawabnya. Atau jika sudah melakukan riset, kamu bisa menjawab, "Berdasarkan riset, pekerjaan seperti ini mendapatkan kisaran bayaran antara A sampai B. Apa kisaran ini juga sama seperti yang Anda miliki?" 

Jawaban seperti ini menunjukkan kalau kamu berusaha bekerja sama dengan mereka untuk memahami kalau dirimu berada di pemahaman yang sama.

Kalau belum memiliki hasil riset kisaran gaji, kamu bisa menjawab dengan kalimat seperti, "Tanpa mengetahui deskripsi pekerjaan yang lebih lengkap dan kompensasinya, saya ingin mendengar kisaran gaji perusahaan Anda." 

Objektif dari jawaban ini adalah untuk mempelajari yang perusahaan pikirkan mengenai gaji.

Pertanyaan ekspektasi gaji adalah awal mula untuk negosiasi gaji, bukan akhir dari pembicaraan itu. Jika belajar informasi baru tentang posisi tersebut, kamu harus merasa berwenang untuk menanyakan gaji yang sesuai dengan tanggung jawab tersebut. Bahkan jika rekruiter menyebutkan angka yang kecil, kamu dapat menyesuaikannya nanti. Namun, ketika kamu sudah mendapatkan informasi soal posisi, tanggung jawab dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar.     

Baca Juga: Tips Menjawab Pertanyaan Wawancara Mengapa Resign dari Pekerjaan Lama