Bela, kamu baru saja naik jabatan atau dipercaya untuk menjadi project leader? Wah, Popbela ucapkan selamat, ya! Memang sungguh membanggakan ketika kerja kerasmu diakui dan dihargai sampai kamu diberi tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Tapi hati-hati Bela, ketika kamu menjadi seorang pemimpin, sosokmu akan mendapat banyak sorotan dari atasan dan anggota timmu. Salah langkah sedikit, posisimu akan terancam dan kamu pun bisa dengan mudah dikritik oleh yang lain. Menjadi pemimpin itu tak sekadar naik jabatan saja, lho. Kamu juga harus bisa mempertanggung jawabkan kepercayaan yang diberikan padamu ini. Untuk itu, lakukan tiga hal di bawah ini, ya!

 

1. Hindari jebakan-jebakan psikologis

Jadi Pemimpin Tak Sekadar Naik Jabatan Saja, yang Sulit Justru Mempertahankan Posisimu! peopletheiapolis.com

Ketika kamu sudah menduduki posisi yang penting di kantor, instingmu mungkin mengatakan bahwa kamu punya kendali penuh dan pengaruh yang kuat bagi orang-orang di sekitarmu. Tapi hati-hati, jangan sampai kepercayaan dirimu tertukar dengan sifat suka memerintah. Jangan sampai juga ketegasanmu tertukar dengan tabiat yang keras kepala dan tidak mau tahu. Biasanya dalam sebuah kelompok, orang-orang cenderung mengutamakan persetujuan bersama dan keseragaman ketimbang perbedaan. Jadi kalau sampai kamu menunjukkan pada timmu bahwa kamu orang yang tak mau tahu dan merasa paling benar, mereka akan jadi takut untuk mengeluarkan ide-ide yang berbeda tapi sebenarnya brilian. Nah, kalau sudah begini kan kamu dan timmu sendiri yang rugi. Jadi perhatikan batasan-batasan yang harus kamu buat antara kebaikan hati dan kedisiplinan serta diskusi yang terbuka dan perintah yang sifatnya satu arah. 

 

2. Bangun tim yang efektif

Jadi Pemimpin Tak Sekadar Naik Jabatan Saja, yang Sulit Justru Mempertahankan Posisimu! becuo.com

Cara terbaik untuk membuktikan pada semua orang bahwa kamu berkompeten menjadi seorang pemimpin bisa dilihat dari kualitas tim yang kamu bentuk. Kalau kamu berhasil membentuk tim yang efektif dan berkemauan tinggi, kamu tak perlu repot-repot berusaha menunjukkan kegalakan atau superioritasmu sebagai seorang pemimpin. Semua orang akan bisa melihat bahwa kamu lah si pemimpin berintegritas yang menjadi otak di balik kesuksesan timmu. Lagipula, tugas utama seorang pemimpin memang membangun dan mengarahkan setiap anggota timnya untuk mencapai visi yang sama, bukan untuk pamer kekuatan dan kekuasaan. 

 

3. Menyadari dan memperbaiki kesalahan

Jadi Pemimpin Tak Sekadar Naik Jabatan Saja, yang Sulit Justru Mempertahankan Posisimu! amazon.com

Nah, ini dia unsur yang sangat penting dan harus kamu miliki kalau kamu ingin mempertahankan atau meningkatkan posisimu. Menjadi pemimpin tak berarti kamu boleh berhenti belajar. Justru kamu yang harus banyak belajar dari anggota timmu, tak hanya sebaliknya. Jadi, rajin-rajinlah untuk bercermin pada dirimu sendiri dan melihat hal-hal apa saja yang masih bisa kamu kembangkan dari dalam dirimu. Apakah kamu masih bisa mengatur waktu dengan lebih bijak lagi? Apakah timmu merasa nyaman dengan sistem kerja kalian saat ini? Apakah kamu sudah mendelegasikan setiap tugas pada orang-orang yang tepat? Jangan malu untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya, kamu juga manusia, kok. Kesalahan bukanlah tanda kelemahan atau ketidakmampuanmu. Ingat, pemimpin bukan manusia super yang tak mungkin berbuat salah. Yang penting adalah bagaimana caramu menanggapi kesalahan tersebut dan mencari solusinya. 

Jadi Pemimpin Tak Sekadar Naik Jabatan Saja, yang Sulit Justru Mempertahankan Posisimu! peopletheiapolis.com

 

Nah, jadi apakah kamu sudah siap mengemban tanggung jawab barumu sebagai seorang pemimpin? Di mana pun posisimu saat ini, ingatlah untuk selalu bersikap rendah hati dan mau membantu orang lain. Semua orang pasti memulai langkahnya dari suatu titik. Sebagai pemimpin, sudah tugasmulah untuk mendorong anggota timmu untuk maju ke titik berikutnya seperti halnya kamu dulu. Salam sukses, Bela!