Cerita di Balik Ruang Kelas yang Lebih Seru untuk Anak Yatim Piatu

Belajar harus menyenangkan, bukan rutinitas kaku
Program OREO Berbagi Serunya Berilmu hadir untuk menciptakan suasana belajar yang seru dan inklusif bagi anak yatim piatu
Kolaborasi lintas sektor penting dalam membangun ekosistem belajar yang berkelanjutan
Belajar seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bukan sekadar rutinitas yang harus dijalani. Namun, bagi sebagian anak, terutama mereka yang tumbuh tanpa kehadiran orang tua, proses belajar sering kali diwarnai keterbatasan fasilitas dan minimnya dukungan emosional. Di tengah tantangan itu, upaya menciptakan ruang belajar yang lebih hangat dan inklusif menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.
Sepanjang 2025, isu kesenjangan akses pendidikan kembali menjadi sorotan, terutama bagi anak-anak yatim piatu di berbagai daerah. Bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga tentang bagaimana proses belajar dapat membangkitkan semangat, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri anak. Di sinilah pendekatan belajar yang menyenangkan, atau yang sering dikenal dengan playful learning, mulai menemukan relevansinya.
Bagaimana proses belajar itu berjalan? Simak selengkapnya berikut ini.
Belajar bukan sekadar duduk dan mendengarkan

Konsep belajar yang efektif tak selalu harus kaku. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih mudah menyerap informasi ketika mereka merasa aman, terlibat, dan menikmati prosesnya. Sayangnya, pendekatan ini belum sepenuhnya merata dirasakan oleh semua anak, terutama mereka yang berada dalam pengasuhan alternatif seperti panti asuhan.
Melihat realitas tersebut, berbagai inisiatif mulai bermunculan untuk menjembatani kesenjangan ini. Salah satunya adalah program OREO Berbagi Serunya Berilmu, yang berangkat dari keyakinan bahwa suasana belajar yang seru mampu menumbuhkan motivasi dan daya tangkap anak. Program ini berfokus pada penyediaan alat bantu pembelajaran yang dirancang untuk membuat proses belajar terasa lebih interaktif dan menyenangkan.
"OREO percaya bahwa suasana belajar yang seru dan menyenangkan merupakan salah satu kunci untuk menumbuhkan motivasi anak, sehingga mereka bisa menyerap materi lebih cepat. Hal ini sejalan dengan tujuan brand OREO yakni, untuk terus menciptakan momen kebersamaan yang seru. Tak hanya itu, kami juga menyalurkan perangkat keras seperti laptop dan tas sekolah, sebagai bentuk dukungan pembelajaran menyeluruh bagi anak agar mereka berani mewujudkan mimpi dengan penuh keceriaan," jelas Anggya Kumala selaku Marketing Director Mondelez Indonesia.
Dari donasi ke pengalaman belajar yang lebih manusiawi

Alih-alih hanya memberikan bantuan simbolis, program ini menyalurkan donasi berupa alat pembelajaran berbasis playful learning, perlengkapan sekolah, hingga perangkat pendukung seperti laptop dan tas sekolah. Pendekatan ini menempatkan anak sebagai subjek utama dan bukan sekadar penerima bantuan, tetapi individu dengan potensi dan mimpi.
Sejak diluncurkan pada Maret 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 1.500 anak yatim piatu di berbagai wilayah Indonesia. Pada penyaluran terbarunya, lebih dari 1.000 anak di Banten, Jawa, hingga Sumatra menerima manfaat langsung dari program ini melalui kolaborasi dengan Kitabisa.org dan Sahabat Yatim.
"Sebagai pendamping yang berinteraksi setiap hari dengan anak-anak, kami menyaksikan langsung bagaimana perhatian sekecil apa pun mampu menumbuhkan kebahagiaan bagi anak-anak. Terima kasih OREO, karena program ini hadir bukan sekadar membawa alat bantu belajar, melainkan membawa pesan kasih sayang dan semangat belajar yang interaktif. Dukungan ini sangat berarti untuk meyakinkan anak-anak kami bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam meraih cita-cita," terang Muhammad Umar Wirayuda selaku Manager Jaringan & Relawan dari Sahabat Yatim.
Kolaborasi yang menguatkan ekosistem pendidikan

Pendidikan bukan tanggung jawab satu pihak saja. Pemerintah, komunitas, dan sektor swasta memiliki peran penting dalam membangun ekosistem belajar yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program sosial tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
Dukungan dari berbagai mitra memungkinkan program ini menjangkau wilayah yang lebih luas dan menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif. Tidak hanya alat belajar, tetapi juga perhatian dan pendampingan yang membuat anak merasa diperhatikan. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak belajar yang setara, tanpa terkecuali.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan OREO untuk bermitra dengan kami. Kami percaya bahwa memberikan perhatian kepada para penerus bangsa adalah bentuk menyelamatkan masa depan, salah satunya dengan menciptakan proses belajar yang menyenangkan, kita sedang menanamkan motivasi dan keberanian pada anak-anak untuk meraih pendidikan tertinggi dan mewujudkan setiap impian masa depan mereka," ungkap Marisa Thara Wardhani, Co-Director Kitabisa.org.
Selalu ada cerita dan harapan

Angka penerima manfaat memang penting, tetapi dampak sesungguhnya terletak pada perubahan kecil yang dirasakan anak-anak. Senyum saat pertama kali mencoba alat belajar baru, antusiasme mengikuti kegiatan, hingga keberanian untuk bermimpi lebih besar, semuanya menjadi indikator keberhasilan yang tak selalu bisa diukur secara statistik.
Para pendamping anak menyaksikan langsung bagaimana perhatian sederhana mampu menumbuhkan rasa aman dan semangat belajar. Bagi anak-anak yatim piatu, kehadiran program semacam ini bukan hanya tentang fasilitas, tetapi juga pesan bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan meraih masa depan.
Investasi untuk masa depan yang lebih setara

Mendukung pendidikan anak adalah investasi jangka panjang. Ketika anak diberi ruang untuk belajar dengan gembira, mereka tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri dan berdaya. Inisiatif seperti OREO Berbagi Serunya Berilmu menunjukkan bahwa kontribusi kolektif, baik itu dari konsumen, komunitas, hingga institusi, dapat menciptakan perubahan nyata.
Di tengah tantangan pendidikan yang masih dihadapi Indonesia, program ini menjadi pengingat bahwa belajar tak harus selalu serius untuk menjadi bermakna. Kadang, yang dibutuhkan anak hanyalah ruang yang ramah, alat yang mendukung, dan keyakinan bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan.


















