Breezy Johnson
Daftar Atlet Perempuan yang Raih Emas di 2026 Winter Olympics

- Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milano Cortina mencatat sejarah sebagai edisi pertama dengan dua kota tuan rumah, menampilkan berbagai cabang olahraga dan prestasi luar biasa dari atlet perempuan dunia.
- Banyak atlet perempuan mencuri perhatian lewat performa dominan, comeback menginspirasi, serta rekor baru di cabang seperti ski alpine, biathlon, bobsleigh, figure skating, hingga snowboarding.
- Nama-nama seperti Mikaela Shiffrin, Federica Brignone, Alysa Liu, Eileen Gu, dan Femke Kok menjadi sorotan utama berkat raihan emas yang memperkuat posisi mereka sebagai ikon olahraga musim dingin modern.
Olimpiade Musim Dingin 2026, atau yang populer dengan sebutan Milano Cortina 2026, telah digelar pada 6–22 Februari 2026 di berbagai lokasi di kawasan Lombardy dan Italia Timur Laut. Ajang multi-olahraga internasional ini juga mencatat sejarah sebagai Olimpiade pertama yang secara resmi diselenggarakan bersama oleh dua kota tuan rumah, yakni Milan dan Cortina d’Ampezzo.
Dari perhelatan akbar musim dingin tersebut, banyak nama perempuan tampil memukau di panggung internasional. Beberapa di antaranya langsung menjadi perbincangan netizen berkat performa dominan, comeback yang menyentuh, hingga rekor-rekor baru yang tercipta sepanjang kompetisi.
Siapa saja atlet individu perempuan peraih emas yang mencuri perhatian tahun ini? Berikut daftar dan profil singkat mereka yang layak kamu kenal lebih dekat!
Table of Content
1. Alpine Skiing

Lahir dengan nama Breanna Noble Johnson, atlet Amerika Serikat ini dikenal sebagai spesialis nomor kecepatan Downhill dan Super-G. Perjalanan kariernya penuh dinamika, termasuk fase cedera yang menguji mentalnya. Di Milano Cortina 2026, ia tampil solid dan meraih emas untuk nomor downhill. Gelar itu menambah daftar prestasinya sebagai dua kali Olympian yang berhasil mencapai puncak performa pada momentum terbaiknya.
Federica Brignone
Skiers Italia ini mencetak sejarah sebagai salah satu atlet tersukses negaranya. Brignone sudah mengoleksi puluhan kemenangan World Cup dan beberapa medali Olimpiade sebelum 2026. Setelah sempat mengalami cedera serius pada 2025, ia bangkit dan memborong emas di Giant Slalom dan Super-G di kandang sendiri. Pencapaiannya membuatnya dikenang sebagai salah satu ikon olahraga musim dingin Italia.
Mikaela Shiffrin
Nama Shiffrin sudah identik dengan rekor dan konsistensi. Ia menjadi atlet dengan kemenangan World Cup terbanyak dalam sejarah alpine skiing dan telah menembus 100 kemenangan. Di Olimpiade 2026, ia kembali menegaskan statusnya lewat emas di Slalom. Dengan deretan gelar dunia dan Olimpiade, Shiffrin tetap menjadi wajah utama olahraga ski Amerika Serikat di era modern.
2. Biathlon

Julia Simon
Atlet Prancis ini dikenal dengan kombinasi kecepatan ski dan akurasi tembakan yang stabil. Koleksi medali dunia dan Olimpiadenya menunjukkan konsistensi di level tertinggi. Di 2026, ia kembali mempertegas reputasinya sebagai salah satu biathlete elite generasi ini.
Maren Kirkeeide
Kirkeeide merupakan talenta Norwegia yang mencuri perhatian sejak level junior. Ia mencatat kemenangan di IBU Cup dan European Championships sebelum debut World Cup. Di Milano Cortina, ia memperlihatkan mental kompetitif khas Norwegia.

Lisa Vittozzi
Vittozzi membawa Italia bersinar lewat emas di nomor pursuit 10 km. Ia merupakan juara World Cup 2023 hingga 2024 dan telah mengumpulkan banyak podium individu. Gaya balapnya tenang dengan presisi tembakan yang kuat membuatnya sering unggul di momen krusial.
Océane Michelon
Generasi muda Prancis ini menapaki karier dari level junior hingga IBU Cup sebelum akhirnya tampil di World Cup. Performa stabil membawanya ke panggung Olimpiade 2026 dan menjadikannya salah satu nama yang mulai diperhitungkan di biathlon internasional.
3. Bobsleigh

Elana Meyers Taylor
Pilot bobsleigh Amerika Serikat ini telah berkompetisi sejak 2007 dan mengoleksi banyak medali Olimpiade. Pada usia 41 tahun, ia meraih emas pertamanya di Olimpiade 2026 pada nomor Monobob. Ia juga empat kali juara dunia dan menjadi simbol ketangguhan serta dedikasi panjang di lintasan es.
4. Cross Country Skiing

Frida Karlsson
Karlsson dikenal sebagai atlet dengan daya tahan luar biasa. Ia pernah menjadi peraih emas World Cup termuda dalam sejarah. Di 2026, ia menyabet emas di 20 km skiathlon dan 10 km Freestyle, mempertegas statusnya sebagai motor kekuatan Swedia.
Ebba Andersson
Andersson telah mengoleksi gelar dunia sebelum 2026. Ia memenangkan 50 km Classical dan menambah daftar prestasi internasionalnya. Tekniknya yang rapi dan ritme stabil membuatnya unggul di nomor jarak jauh.
Linn Svahn
Spesialis sprint ini bangkit dari cedera kepala yang sempat memaksanya absen. Di Olimpiade 2026, ia tampil gemilang dan meraih emas Sprint individual, membuktikan mental juaranya.
5. Figure Skating

Alysa Liu
Alysa Liu mengukir sejarah sebagai juara Olimpiade 2026 di nomor tunggal putri dan tim. Ia sebelumnya menjadi juara dunia 2025 dan dikenal sebagai pelompat dengan teknik quad dan triple Axel yang impresif. Kariernya sejak remaja sudah dipenuhi rekor, termasuk menjadi juara nasional AS termuda.
6. Freestyle Skiing

Xu Mengtao
Peraih dua emas Olimpiade ini memiliki 27 kemenangan World Cup. Di 2026, ia kembali naik podium tertinggi di aerials dan memperkuat posisinya sebagai legenda ski udara China.
Megan Oldham
Atlet Kanada ini meraih emas Big Air dan perunggu Slopestyle. Ia dikenal dengan trik rotasi kompleks dan eksekusi presisi.
Eileen Gu
Gu menjadi atlet freestyle paling berprestasi dalam sejarah Olimpiade dengan koleksi medali terbanyak. Di 2026, ia menambah emas Halfpipe serta dua perak, melengkapi dominasinya sejak Beijing 2022.

Mathilde Gremaud
Gremaud menyabet emas Slopestyle dan melanjutkan reputasinya sebagai juara dunia serta Olimpiade di disiplin ini.
Elizabeth Lemley
Lemley tampil mengejutkan dengan emas Moguls dan perunggu Dual Moguls. Ia merupakan salah satu atlet muda yang cepat berkembang di sirkuit World Cup.

Jakara Anthony
Anthony mengukir sejarah sebagai peraih dua emas Olimpiade bagi Australia setelah menang di Dual Moguls 2026. Ia juga memegang rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim World Cup di nomor moguls.
Daniela Maier
Setelah drama medali pada Olimpiade sebelumnya, Maier akhirnya meraih emas Ski Cross 2026. Konsistensinya di World Cup membawanya pada momen puncak tersebut.
7. Luge

Julia Taubitz
Julia Taubitz menutup perjalanan panjangnya dengan puncak manis di Milano Cortina 2026. Atlet Jerman ini sudah merasakan kerasnya persaingan sejak debut World Cup di usia 19 tahun dan sempat gagal lolos ke Olimpiade 2018 meski tampil konsisten.
Ia bangkit dengan memenangkan overall World Cup serta meraih berbagai medali dunia. Di 2026, Taubitz akhirnya meraih emas di nomor tunggal putri dan Team Relay. Gelar tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu luger paling dominan dalam satu dekade terakhir.
8. Short Track Speed Skating

Xandra Velzeboer
Velzeboer membawa Belanda bersinar lewat emas di 500 meter dan 1000 meter pada 2026. Ia bahkan memecahkan rekor dunia di babak semifinal sebelum memastikan gelar Olimpiade. Latar belakang keluarganya sarat prestasi olahraga, termasuk sang bibi peraih emas Olimpiade 1988. Kecepatannya di lintasan pendek menjadikannya salah satu sprinter paling ditakuti di short track saat ini.
Kim Gil-li
Kim Gil-li tampil luar biasa dengan emas di 1500 meter dan estafet 3000 meter serta tambahan perunggu di 1000 meter. Sebelum 2026, atlet Korea Selatan ini sudah menyabet gelar dunia dan Crystal Globe sebagai skater terbaik musim 2023 hingga 2024. Di usia yang masih sangat muda, Kim menunjukkan kedewasaan taktik dan daya tahan yang solid di setiap lap krusial.
9. Skeleton

Janine Flock
Janine Flock mencetak sejarah sebagai juara Olimpiade 2026 sekaligus menjadi peraih emas tertua di nomor Skeleton putri. Atlet Austria ini sudah berkompetisi di empat Olimpiade dan pernah memenangkan overall World Cup. Konsistensinya selama lebih dari satu dekade membuatnya dihormati sebagai salah satu skeleton racer terbaik Austria sepanjang masa.
10. Ski Jumping

Anna Odine Strøm
Strøm mencetak sejarah dengan menyapu emas di normal Hill dan Large Hill individual pada Olimpiade 2026. Ia menjadi perempuan pertama yang memenangkan kedua nomor tersebut dalam satu edisi Olimpiade. Sebelumnya, ia telah mengoleksi medali dunia dan tampil di berbagai kejuaraan FIS. Prestasinya mempertegas posisi Norwegia sebagai kekuatan tradisional di cabang ini.
11. Ski Mountaineering

Marianne Fatton
Marianne Fatton meraih emas pertama dalam sejarah Olimpiade untuk cabang Ski Mountaineering. Atlet Swiss ini sebelumnya menjuarai World Championship 2025 dan mengamankan tiket Olimpiade lewat performa konsisten. Di Milano Cortina, ia tampil cepat dan presisi di nomor Sprint, menandai era baru bagi cabang yang baru debut di Olimpiade tersebut.
12. Snowboarding

Kokomo Murase
Murase meraih emas Big Air 2026 setelah sebelumnya dikenal sebagai juara X Games termuda di nomor tersebut. Ia juga pernah menyabet gelar overall World Cup slopestyle dan freestyle. Keberaniannya mengeksekusi trik sulit menjadi ciri khasnya.
Choi Ga-on
Choi Ga-on mencuri perhatian dunia dengan emas halfpipe di usia 17 tahun. Ia mengalahkan juara Olimpiade sebelumnya dan mencetak sejarah sebagai peraih emas snowboard termuda dalam sejarah Olimpiade. Perjalanannya dari junior world champion hingga puncak Olimpiade berlangsung sangat cepat.

Mari Fukada
Fukada membawa Jepang kembali ke podium tertinggi lewat Slopestyle. Ia tampil impresif dengan kombinasi trik bersih dan konsisten sepanjang kompetisi.
Zuzana Maděrová
Maděrová memenangkan emas di Parallel Giant Slalom setelah melalui duel ketat di babak final. Atlet Republik Ceko ini berkembang pesat sejak junior world championships dan konsisten menembus podium World Cup.
Josie Baff
Baff menambah sejarah bagi Australia lewat emas Snowboard Cross 2026. Ia sudah meraih emas Youth Olympics dan medali dunia sebelum akhirnya berdiri di podium tertinggi Olimpiade.
13. Speed Skating

Femke Kok
Femke Kok meraih emas 500 meter dengan rekor Olimpiade baru serta perak di 1000 meter. Ia merupakan juara dunia junior 2019 dan dikenal sebagai spesialis sprint dengan akselerasi kuat sejak start.
Jutta Leerdam
Leerdam memenangkan emas 1000 meter dengan catatan rekor Olimpiade. Ia adalah juara dunia sprint dan telah konsisten di podium internasional sejak awal kariernya. Popularitasnya juga membuatnya menjadi salah satu figur paling dikenal di speed skating modern.

Antoinette Rijpma-de Jong
Rijpma-de Jong menyabet emas 1500 meter 2026 setelah sebelumnya mengoleksi medali Olimpiade sejak 2018. Ia juga pernah memegang rekor dunia junior di 3000 meter. Pengalamannya di berbagai edisi Olimpiade menjadi modal penting dalam meraih puncak prestasi.
Francesca Lollobrigida
Lollobrigida mencetak sejarah sebagai perempuan Italia pertama yang memenangkan emas 3000 meter Olimpiade, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-35. Ia kemudian menambah emas di 5000 meter. Atlet ini juga sembilan kali juara dunia inline speed skating.
Marijke Groenewoud
Groenewoud dikenal sebagai spesialis mass start dan juara nasional marathon skating. Konsistensinya di lintasan panjang membawanya menjadi salah satu kekuatan utama Belanda di nomor ini dan bagian penting dari dominasi negara tersebut di speed skating.
Itu dia daftar atlet individu perempuan peraih emas di 2026 WInter Olympics yang berhasil Popbela rangkum kali ini. Selamat untuk seluruh atlet perempuan peraih emas di Olimpiade Musim Dingin 2026!
Dari deretan nama ini, siapa atlet favoritmu tahun ini?


















