Meski sebagian orang memandang jika momen lulus kuliah adalah saat paling membahagiakan, nyatanya momen itu juga bisa jadi sebaliknya. Di sinilah kehidupan yang sebenarnya akan dijalani. Bersaing dengan ribuan atau bahkan jutaan sarjana lainnya untuk berebut lapangan kerja. Agar tak membuang waktu terlalu lama, praktikkan tujuh tips di bawah ini ya Bela!

Terlebih dulu, buat daftar perusahaan yang akan kamu lamar

 
Kalau kamu akan berkunjung ke job fair atau bursa kerja, alangkah baiknya kamu mencari tahu dulu melalui internet mengenai perusahaan apa saja yang ikut berpartisipasi dan membuka lowongan di dalamnya. Setelahnya, silahkan buat daftarnya dulu sebelum kamu memasukkan berkas-berkasmu. Hal ini tentu saja akan memudahkanmu, daripada menguras tenaga untuk mengunjungi setiap booth, akan lebih baik kalau kamu langsung mencari perusahaan yang ada di daftar.

Untuk para fresh graduate, jangan biarkan dirimu diperbudak passion

 
Siapapun pasti akan bahagia kalau berhasil mendapat pekerjaan sesuai passion. Tapi yang harus kamu ingat, begitu banyak orang sukses di luar sana yang tidak selalu bersandar pada apa yang disebut passion tadi. Kenyataannya, banyak dari mereka yang justru memisahkan antara pekerjaan dengan passion yang biasanya ditumpahkan ketika menjalani hobi. Jadi, jangan pernah dipaksakan ya.

Dalam membuat CV atau resume, awali dengan ringkasan dan gunakan format kronologis

 
Sebagai pembuka, kamu bisa memamerkan dua-tiga prestasi dirimu yang paling menawan. Percayalah, hal ini akan membuatmu berbeda dengan pencari kerja lainnya Bela. Jangan lupa untuk selalu menggunakan format kronologis atau berdasarkan urutan waktu. Dalam membuat daftar pengalaman misalnya, gunakan urutan waktu yang terbalik (dari terkini hingga paling lampau), diawali dengan pekerjaanmu yang terakhir.

Selalu jujurlah dalam mengerjakan psikotes dan gunakan waktu sebaik mungkin

 
Psikotes itu sarat akan kejujuran, dan hanya itulah satu-satunya alat yang paling kamu butuhkan. Kalau kamu tidak jujur pada pertanyaan pertama, maka kamu akan berbohong pada pertanyaan berikutnya, begitu terus selanjutnya. Karena pertanyaan psikotes juga selalu disebut paling banyak dan beragam, dengan waktu terbatas, kamu perlu energi dan stamina yang kuat untuk menyelesaikannya. Perhatikan dulu berapa soal dan waktu yang disediakan, baru atur fokus dan konsentrasimu ya.

Ketika wawancara kerja berlangsung, tetaplah tenang dan antusias

 
Berusahalah meyakinkan HRD perusahaan yang sedang kamu lamar bahwa kamu memang benar-benar tertarik bekerja di sana. Tunjukkan sikap ramah, antusias, namun tetap tak menghilangkan kesan sebagai pendengar yang baik. Bahkan kalau memungkinkan, lakukan pembicaraan dengan HRD dengan mencari tahu informasi lebih jauh tentang perusahaan. HRD adalah pihak penting dalam setiap proses perekrutan.

Karena masih awal, jangan terlalu memilih dalam mencoba peluang kerja

 
Jangan terlalu pemilih. Jangan terlalu terpaku pada perusahaan besar dengan bayaran tinggi. Jangan pernah ragu menjajal setiap peluang atau kesempatan yang tersedia. Karena bagaimanapun, kamu adalah lulusan baru yang masih perlu banyak belajar dalam memahami dunia kerja. Jangan pula malu bertanya info lowongan kepada teman, saudara ataupun kakak kelas. Semakin banyak jaringan atau kenalanmu, maka kamu akan semakin dimudahkan.

Terakhir, jangan ragu hubungi perusahaan kalau belum ada informasi

 
Bersikap aktif tidak dilarang dalam mencari pekerjaan. Kalau kamu sudah mengikuti serangkaian tes perekrutan di sebuah perusahaan, dan selama satu minggu hasilnya tak kunjung keluar, silahkan tanyakan pada pihak HRD mengenai penerimaan lowongan tersebut. Tenang saja, ini tidak terkesan berlebihan, tapi kamu memang butuh kepastian. Kalau perusahaan tersebut belum bisa menerimamu, maka jangan berputus asa dan cari lagi peluang di perusahaan yang lainnya.

Karena masih muda, maka peluangmu juga masih terbuka lebar Bela. Tetap semangat dan percaya diri ya!

BACA JUGA : Pelamar Kerja Wajib Mewaspadai 10 Ciri Perusahaan Bermasalah Ini