Comeback BTS semakin dekat, namun mereka dihadapi dengan reaksi besar dari ARMY pasca daftar album lagu mereka, PROOF memasukkan lagu "Filter" yang diciptakan oleh Jung Bobby. 

"Filter" merupakan lagu solo Jimin yang masuk dalam album ke-4 BTS bertajuk MAP of The Soul 7 pada 2020. Selain "Filter", Jung Bobby juga berpartisipasi dalam pembuatan lagu BTS lainnya seperti "HOME", "Answer: Love Myself", "I'm Fine", "Roller Coaster", dan "20cm" milik TXT. 

Banyak ARMY dan warganet Korea yang menentang lagu ciptaan Jung Bobby. Mereka beramai-ramai ingin memboikot lagu-lagu BTS yang memakai komposer tersebut. Jung Bobby dicap sebagai komposer kriminal atas tindak kejahatannya di masa lalu. 

HYBE Labels sendiri belum memberikan tanggapan atas kekisruhan yang terjadi jelang comeback BTS pada 10 Juni mendatang. Sebenarnya, kejahatan apa yang dilakukan oleh Jung Bobby hingga menuai protes dari ARMY? Melansir dari Kbizoom.com, cari tahu di bawah ini. 

Jung Bobby didakwa atas kasus pelecehan seksual

Pakai Komposer Kriminal, Album 'PROOF' BTS Kena Boikot ARMYKbizoom.com

Sang komposer lagu "Filter", Jung Bobby adalah seorang anggota band indie bernama Autumn Vacation dan seorang mantan produser rekaman yang pernah mengerjakan lagu-lagu BTS. Pada Oktober 2021, Jung Bobby didakwa atas tuduhan melanggar Undang-Undang Khusus tentang Hukuman Kejahatan Kekerasan Seksual. 

Ia diduga menyerang seorang perempuan dan merekam aktivitas seksual secara ilegal. Sebelumnya, polisi telah menyita dan menggeledah rumah Jung Bobby. Dari sana, pihak kepolisan menemukan video aktivitas seksual tersebut. 

Pakai Komposer Kriminal, Album 'PROOF' BTS Kena Boikot ARMYKbizoom.com

Jung Bobby juga mengaku telah menyerang perempuan yang dikencaninya, namun menyangkal tuduhan merekam aktivitas seksual secara ilegal. Menurut Jung Bobby, Rekaman tersebut telah disetujui oleh kedua belah pihak. 

Di tahun 2020, Jung Bobby juga terlibat tuduhan serupa, yakni melakukan rekaman secara ilegal. Ia sempat digugat oleh korban ke Kejaksaan Korea, namun dibebaskan dari tuduhan karena kurang cukup bukti. Tindak kejahatan Jung Bobby terjadi jauh sebelum perilisan lagu "Filter" BTS.

Fans kecewa dengan agensi

Karena tindak kejahatannya tersebut, banyak fans percaya bahwa lagu yang diciptakan oleh seseorang yang menjadi tersangka kasus kekerasan seksual tidak boleh dimasukkan dalam kredit sebuah lagu di album baru. 

Hal ini mengantisipasi seorang tersangka atau terdakwa menghasilkan banyak uang dari karyanya dan menggunakan kesempatan tersebut untuk mengajukan banding atau menutup mulut korban. 

Di media sosial pun, tagar #정바비_곡_불매 (Boikot Lagu Jung Bobby) sempat menjadi trending topic. ARMY merasa kecewa dan tidak senang dengan pihak agensi yang menggunakan komposer kriminal seperti Jung Bobby. 

BTS ikut menerima kritikan

Pakai Komposer Kriminal, Album 'PROOF' BTS Kena Boikot ARMYKbizoom.com

Tak hanya melemparkan kekesalan ke HYBE Labels, BTS juga ikut terseret dalam kritik publik karena diketahui bahwa anggota BTS sendri yang memilih lagu-lagu untuk album PROOF dan di antaranya berisikan lagu "Filter". 

Beberapa ARMY telah menyatakan boikot untuk pembelian album tersebut. Hal ini tidak sejalan dengan kampanye BTS yang menyuarakan diskriminasi dan kekerasan melalui musik. 

Bahkan setelah tuduhan Jung Bobby terungkap, anggota BTS tetap memutuskan untuk memasukkan lagu "Filter" ke album baru dan membuat ketulusan mereka diragukan. 

HYBE Labels menanggapi singkat kontroversi

Pakai Komposer Kriminal, Album 'PROOF' BTS Kena Boikot ARMYBerbagai sumber

Memanasnya komposer yang dipakai oleh BTS, pihak agensi hanya menanggapi singkat kontroversi ini. 

"Tidak ada posisi resmi mengenai komposer kontroversial sebagai agensi. Kami akan mendiskusikan lagu-lagu di album tersebut secara internal."

Ada banyak kasus di mana warganet mengecam seseorang atau instansi yang diduga atau melakukan tindakan kejahatan di masa lalu. Situs musik MelOn dikecam karena merekomendasikan lagu milik Jung Joon Young, solois yang terbukti bersalah dalam kasus Burning Sun. 

Kim Dongwan 'Shinwa' juga merasakan hal sama di mana dirinya pernah menunjukkan dukungan secara terbuka kepada Lee Soo, yang dituduh membeli layanan seksual selama wajib militer. 

Seorang pengamat budaya pop mengatakan bahwa fans menentang keputusan untuk memasukan lagu, bagi seorang tersangka karena berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia. Jika diteruskan, maka orang mungkin percaya jika para idol K-pop mendukung tindakan tersebut. Sayangnya, kritikan semacam itu kurang diindahkan oleh pihak agensi dan berakibat pada citra buruk sebuah grup. 

Ada saja cobaan menjelang comeback, ya, Bela. Semoga agensi dan BTS menemukan jalan keluar terbaik atas kisruh ini. 

Baca Juga: Alami Banyak Perubahan, Ini Hasil Tes MBTI Anggota BTS Tahun 2022

Baca Juga: Apartemen Jimin BTS Disita Sementara, Ini Tanggapan Big Hit

Baca Juga: Seumur Jagung, Girl Group K-Pop Le Sserafim Sudah Tuai 5 Kontroversi