Review ‘Srimulat: Hil yang Mustahal’: Saat Gen Z Nikmati Humor Lawas

Siapkan diri untuk terpingkal-pingkal saat menontonnya

Review ‘Srimulat: Hil yang Mustahal’: Saat Gen Z Nikmati Humor Lawas

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Lucu dan menggelitik. Dua kata itu yang menggambarkan biopik Srimulat: Hil yang Mustahal Babak Pertama, yang baru saja saya saksikan. Kisah dalam film ini memang berangkat dari perjalanan grup lawak legendaris Indonesia, Srimulat.

Mengambil latar waktu 1981, film biografi ini akan mengajak untuk melihat awal mula mereka menjadi grup lawak pertama yang tampil di televisi. Kepolosan para pemainnya, mulai dari Gepeng, Basuki, Timbul, Nunung, Tarsan, Tessy, Asmuni, Djujuk, Paul, dan Ana, akan mengocok perut penonton sepanjang film diputar.

Kepolosan khas wong ndeso

Setelah sang pendiri, Teguh (Rukman Rosadi), mendapatkan telegram untuk tampil di depan Presiden Suharto, beberapa anggota segera bertolak ke Jakarta. Untuk sementara, mereka tinggal di kontrakan Babeh Makmur (Rano Karno).

Di tempat inilah satu demi satu kekocakan terjadi. Mereka yang berasal dari desa tak jarang melakukan hal-hal konyol karena masih belum cukup terbiasa dengan kehidupan di Ibu Kota. Saat saya menonton, seisi studio tak dapat menahan jerit gemas karena tindak-tanduk mereka.

Perbedaan bahasa pun menambah kelucuan ini. Adegan Gepeng (Bio One) dan Basuki (Elang El Gibran) bertemu Babeh Makmur untuk pertama kalinya, memang tampak lucu di trailer resminya. Namun yang tidak saya sangka adalah, adegan utuhnya berkali-kali lipat lebih lucu! Saya bahkan tidak bisa mengusirnya dari memori dan selalu tertawa tiap mengingatnya.

Kebersamaan di kontrakan Babeh Makmur

Rumah kontrakan sederhana milik Babeh Makmur jadi saksi bisu bagaimana Srimulat mempererat kekeluargaan mereka. Di tengah keterbatasan dana, mereka sama-sama bertahan. Makan pun hanya seadanya.

Di babak satu ini, cerita memang masih fokus ke kehidupan di balik panggung mereka. Penonton akan tahu dari mana asal-usul ciri khas anggota Srimulat yang melekat hingga hari ini, khususnya asal-usul nama Tessy dan mengapa ia berpenampilan seperti waria.

Kebersamaan ini juga turut diwarnai dengan mereka yang sama-sama takut hantu. Maklum saja, di tahun-tahun itu, Jakarta masih cukup lengang dan terdapat kebun di sekitaran rumah. Gelapnya malam pun menambah suasana mistis. Penonton harus siap-siap dikejutkan dengan beberapa jump scare.

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here