Review 'Lost In The Stars': Drama di Dalam Drama

Adopsi gaya film Hitchcockian yang penuh ketegangan

Review 'Lost In The Stars': Drama di Dalam Drama

Suami mana yang tak panik ketika sang istri menghilang padahal sedang asyik liburan di tempat yang begitu indah? Hal itu terjadi pada He Fei (Zhu Yilong). Istrinya, Li Muzi (Huang Ziqi), sudah tak ada kabar selama 15 hari. Di saat yang sama, masa berlaku visanya pun hampir habis.

Di tengah keputusasaannya, ia terbangun dan menemukan sesosok perempuan (Janice Man) yang mengaku sebagai Li Muzi. Ia lalu meminta tolong kepada pengacara Chen Mai (Ni Ni) dan polisi Zheng Cheng (Jiang Du) untuk segera menemukan Li Muzi asli dan menangkap yang palsu.

Jujur, saya tidak berekspektasi apa-apa sebelum menonton Lost In The Stars. Hanya saja, poster dengan sentuhan lukisan Starry Night karya Vincent van Gogh ini cukup menarik perhatian. Belum lagi ada embel-embel bahwa film ini sukses menjadi box office di Tiongkok, negara asalnya, selama dua pekan.

Seiring berjalannya alur, saya sekilas teringat pada film Korea yang pernah saya tonton, yaitu Confession (2022). Keduanya memiliki teka-teki yang bikin penonton ikut mengernyitkan dahi dan bertanya-tanya, sebetulnya misteri apa yang tersimpan di balik kerumitan ini?

Patutlah cerita ini sempat hampir digarap oleh Alfred Hitchcock pada 1963 silam. Kisah aslinya berjudul Trap of A Lonely Man karya Robert Thomas. Namun, rencana ini batal direalisasikan oleh sang Master of Suspense tersebut.

Lost In The Stars bahkan disebut oleh sejumlah kritikus film sebagai film yang mengadaptasi gaya Hitchkockian. Menurut Kévin Corbel dalam laman resmi Festival de Cannes, ciri khas film ini adalah jalan cerita yang penuh ketegangan dan diakhiri dengan plot twist tak terduga.

Ya, saya mengamini poin tersebut. Mungkin bagi orang yang sudah biasa menonton genre misteri, pola teka-teki dalam Lost In The Stars cukup bisa ditebak. Namun, saya sendiri tak menyangka bahwa jenis kejutannya akan begitu "membagongkan". Mungkin kalau boleh memberi bocoran dalam satu kalimat, saya akan menyebutnya sebagai "drama di dalam drama". 

Secara visual, Lost In The Stars begitu sedap dipandang. Ingat bahwa film ini menyisipkan elemen lukisan Starry Night? Tak disangka, lukisan ini punya peran yang cukup signifikan dalam mendukung alur. Color grading yang digunakan pun cocok dengan latar tempat Asia Tenggara sebagai negara tropis.

Lost In The Stars sudah tayang di bioskop Indonesia mulai 30 Agustus. Meski bergenre thriller, film ini masih menyimpan sedikit bumbu komedi yang bikin suasana tidak kaku-kaku amat. Last but not least, selamat menikmati kejutan dari film arahan Cui Rui dan Liu Xiang ini, Bela!

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here