Toko buku biasanya identik memiliki suasana yang kaku dan membosankan, tetapi berbeda dengan toko buku dan perpustakaannya di berbagai negara ini. Tak sekadar menjadi tempat membaca, namun juga untuk refreshing dan berwisata! Desainnya mampu mencuri perhatian dan siap membuatmu semakin betah membaca! Ini dia lima lokasi bagi pencinta buku yang wajib dikunjungi.

1. El Ateneo Grand Splendid, Buenos Aires, Argentina

5 Surga Bagi Pencinta Buku dengan Desain Sangat Unik Unsplash.com / Jeison Higuita

Toko buku ini istimewa, karena berada di dalam teater bersejarah,  El Ateneo Grand Splendid di Buenos Aires, Argentina. Bangunan yang pertama kali berdiri pada tahun 1919 tersebut, memiliki fungsi sebagai teater seni dan bioskop sebelum akhirnya beralihfungsi sebagai toko buku. Bangunan ini pun masih mempertahankan arsitektur dan dekorasi yang sama sejak awal dibangun. 

Berkat bantuan dari Grupo Ilhsa, jaringan buku besar di Argentina akhirnya berhasil menyelamatkan keberadaan gedung tersebut, karena sebelumnya, bangunan ini mau dirobohkan. Hingga kini, keaslian isi gedung tetap dipertahankan. Seperti; panggung dengan tirai merahnya, panggung teater hingga tempat duduk balkon, bahkan pertunjukan piano secara berkala. 

2. Librairie Avant-Garde, Nanjing, China

5 Surga Bagi Pencinta Buku dengan Desain Sangat Unik archdaily.com

Librairie Avant-Garden yang berada di kawasan Nanjing, China ini, awalnya digunakan sebagai tempat perlindungan bom dan parkir untuk pemerintah. Lokasinya terletak di bawah stadion Wutaishan, yang awalnya sekali didirikan pada tahun 1996 oleh Qian Xiaohua. Kini, toko buku yang telah memiliki sembilan cabang tersebut, sangat populer dikunjungi oleh para siswa dan turis. 

3. Selexyz Dominicanen, Maastricht, Belanda

5 Surga Bagi Pencinta Buku dengan Desain Sangat Unik pinterest.co.uk

Selexyz Dominicanen merupakan sebuah gereja Katolik yang dibangun oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1790-an. Berlokasi di kota Maastricht, Belanda, gedung ini tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga sebagai tempat penyimpanan barang-barang semasa perang. Baru pada tahun 2005, ruangan tersebut direnovasi menjadi toko buku yang dikenal hingga sekarang. Bangunan bergaya gothic megah ini pun mempertahankan bentuk aslinya, sebagai daya tarik pengunjung. 

4. Perpustakaan Kota Stuttgart, Jerman

5 Surga Bagi Pencinta Buku dengan Desain Sangat Unik totems.com

Perpustakaan pusat yang berada di Jerman ini sangatlah modern, bernuansa high-tech dengan dominan putih. Bangunan ini pertama kali dibuka pada 21 Oktober 2011, oleh Yi Architects. Arsitekturnya yang sangat megah dan modern, didapat dari hasil kompetisi untuk proyek pembangunan perpustakaan itu sendiri pada tahun 1999. 

5. Vasconcelos Library, Meksiko

5 Surga Bagi Pencinta Buku dengan Desain Sangat Unik pinterest.com

Toko buku berdesain industrialis ini terletak di Buenavista, Meksiko. Alberto Kalach adalah arsitek di balik desain spektakuler toko buku, yang baru selesai dibangun pada tahun 2007 tersebut. Kapasitasnya yang besar menempatkannya sebagai megalibrary  karena menyediakan koleksi yang sangat beragam dan rak-rak yang menjulang tinggi.

Istimewanya, perpustakaan ini memiliki lebar 38.000 meter persegi dan memiliki letak yang strategis di antara stasiun kereta, metro dan bus. Pembangunan perpustakaan ini didedikasikan untuk Jose Vasconcelos, seorang filsuf yang merupakan mantan presiden Perpustakaan Nasional Meksiko. 

6. Zhongshuge Bookstore, Chongqing, China

5 Surga Bagi Pencinta Buku dengan Desain Sangat Unik pinterest.com

Desain interior Zhongshuge Bookstore ini sungguh menarik. Ia menghadirkan ciri khas cermin, yang memberikan visual reflektif seperti memasuki koridor quantum leap ini. Toko buku unik ini dirancang oleh perusahaan arsitektur yang berbasis di Shanghai, X + living. Berlokasi di Zodi Plaza, Yangjiaping di Kota Chongqing, China, toko buku ini jug amemiliki ruang bersantai untuk menikmati kopi dan teh.

Kalau di Indonesia ada banyak toko buku modern seperti ini, budaya literasi bisa semakin meningkat, ya, Bela!

Baca Juga: 21 Potret Keren Perpustakaan Nasional RI, Jauh dari Kesan Membosankan