Mengelola keuangan yang kita punya memang agak susah. Banyak cara yang disediakan tapi kita pun juga masih mencoba untuk menemukan metode dan formula yang pas. Bagi generasi millennial ini merupakan tantangan yang seru di mana mereka sedang berada dalam fase mandiri secara finansial. Tapi beberapa kesalahan yang dilakukan generasi ini dalam mengelola keuangannya.

Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan Generasi Millennial

Ketika usia kita masih dalam rentang 20an maka hal ini susah sekali dilakukan karena seringkali berpikir bahwa akan ada satu atau dua tabungan yang dapat mengatasi semua. Tapi ketika kamu sudah bekerja dan berpenghasilan hal ini juga menjadi prioritas utamamu selain menabung. Hal-hal yang terjadi dalam hidup kita terkadang ada yang tidak terprediksi dan membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh karena itu tidak ada ruginya apabila kita mulai mempunyai dana darurat.

Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan Generasi Millennial

Kita selalu berpikir bahwa inilah saatnya untuk bersenang-senang dengan uang sendiri. Kita juga agak kurang peduli dengan investasi jangka panjang karena mempunyai pemikiran bahwa dengan penghasilan yang seperti ini akan susah bagi mereka untuk berinvestasi. Tapi saat ini banyak sekali financial advisor yang dapat membantu kita untuk melakukan investasi sedini mungkin. Dan generasi ini boleh mulai mencobanya.

Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan Generasi Millennial

 Sama seperti menyisihkan dana untuk investasi dan keperluan darurat. Generasi ini berpikir bahwa ia akan memulai memikirkan dana hari tua ketika hendak berumur 40 tahun. Ketika keuangannya semakin membaik maka sebagian besar dari kita mulai memikirkan dana ini. Padahal dengan memikirkan dana pensiun di masa muda kita tidak lagi takut serta was-was ketika memasuki usia yang tidak lagi produktif.

Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan Generasi Millennial

Generasi ini senang sekali melakukan liburan dan menggali tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Setiap ada libur yang sedikit panjang sebagian besar dari kita memutuskan melakukan liburan untuk melepas penat.  Kita pun tidak ragu untuk menghabiskan tabungan pada saat berlibur. Untuk mencegah bersihnya tabungan maka sebaiknya kita mempunyai rencana liburan jangka pendek dan jangka panjang dalam memutuskan untuk berlibur, misalnya tiga bulan sekali untuk jangka pendek dan setahun sekali untuk jangka panjang.

Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan Generasi Millennial

Bagi mereka yang masih menduduki posisi entry level tidak jarang mereka meremehkan pendapatannya dan membandingkan dengan orang lain. Dengan satu alasan pendapatan mereka kecil dibandingkan yang seharusnya. Meremehkan pendapatan sendiri sama halnya dengan meremehkan kemampuan diri sendiri. Mereka harus mempunyai keyakinan bahwa segalanya akan berubah ketika usaha yang kita keluarkan juga maksimal.

Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan Generasi Millennial

Inilah yang setiap hari dilalui generasi millennial, gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan perbulan. Dampaknya keuangan kita sangat berantakan. Menabung saja susah apalagi berinvestasi. Oleh karenanya kita harus cerdas dalam mengatur pengeluaran yang kita perlukan.

Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan Generasi Millennial

Kelanjutan dari poin yang sebelumnya, tuntutan gaya hidup yang serba praktis dan dinamis membuat generasi ini ragu untuk berhemat. Mereka berpikir bahwa masih banyak kebutuhan yang marus dipenuhi salah satunya adalah kebutuhan untuk me time dan bersosialisasi. Padahal dengan sedikit berhemat kita bisa menggunakannya untuk investasi atau membuka tabungan jangka panjang lainnya.

Bagi generasi millennial tidak ada salahnya untuk berbuat bijak dengan keuanganmu sekarang. Menjadi mandiri secara keuangan bukan berarti kita melakukan apa yang kita suka tanpa memikirkan masa depan.