SUGA BTS Ikut Tulis Buku Terapi Autisme Berbasis Musik, Kenalkan MIND Program

- SUGA BTS menjadi salah satu penulis buku terapi musik MIND Program yang dirilis 19 Maret 2026, bekerja sama dengan pakar psikiatri anak dan tim medis Severance Hospital.
- MIND Program menggunakan musik sebagai media utama untuk meningkatkan keterampilan sosial anak autisme melalui 12 sesi interaktif yang menekankan pengalaman langsung dan komunikasi nonverbal.
- Min Yoongi turut mendonasikan 5 miliar won untuk mendirikan Min Yoongi Treatment Center di Severance Hospital, tempat pelaksanaan dan penelitian terapi berbasis seni tersebut.
SUGA BTS kembali menjadi sorotan, bukan karena karya musiknya bersama BTS, melainkan kontribusinya dalam bidang terapi untuk anak dengan autisme. Ia resmi tercatat sebagai salah satu penulis buku panduan terapi berbasis musik bertajuk MIND Program, yang dirilis pada 19 Maret 2026. Langkah ini menjadi bukti bahwa peran seorang artis global bisa melampaui industri hiburan.
Dengan menggandeng pakar psikiatri anak Cheon Geun Ah serta tim medis dari Severance Hospital, SUGA menghadirkan pendekatan terapi yang inovatif dan inklusif. Lalu, seperti apa sebenarnya program ini, dan seperti apa kontribusi SUGA? Simak ulasan lengkapnya berikut ini, Bela!
Konsep MIND Program: Terapi sosial melalui musik

MIND Program merupakan singkatan dari Music, Interaction, Network, Diversity, yaitu sebuah metode terapi kelompok yang memanfaatkan musik sebagai media utama untuk membangun keterampilan sosial. Berbeda dari pendekatan konvensional yang umumnya bergantung pada kemampuan verbal dan kognitif, program ini lebih menekankan pengalaman langsung dalam proses belajar.
Melalui berbagai aktivitas seperti memilih alat musik, bermain bersama, hingga tampil dalam kelompok, anak-anak diajak untuk berinteraksi secara alami. Dari proses ini, mereka belajar mendengarkan, menunggu giliran, serta memahami ekspresi nonverbal. Program ini disusun dalam 12 sesi bertahap, mulai dari interaksi dasar hingga pengembangan komunikasi emosional dan kerja sama yang lebih kompleks, sehingga dinilai lebih inklusif terutama bagi anak dengan keterbatasan komunikasi verbal.
Peran aktif SUGA dalam pengembangan program

Keterlibatan SUGA BTS dalam proyek ini tidak hanya sebatas nama sebagai penulis. Ia telah terlibat sejak awal pengembangan program pada tahun 2024, ketika bekerja sama dengan Profesor Cheon Geun Ah.
Ia bahkan turun langsung sebagai relawan, mengajar musik dan berinteraksi dengan anak-anak peserta program. Pengalaman tersebut menjadi dasar penting dalam menyusun metode terapi yang lebih relevan.
Dalam kata pengantar buku, Profesor Cheon menegaskan: "Buku ini tidak bisa dibahas tanpa menyebut nama Min Yoongi. Kontribusinya sangat menentukan dalam mewujudkan program ini."
Dukungan nyata lewat donasi dan pusat terapi

Tak hanya menyumbangkan ide dan waktu, Min Yoongi juga memberikan dukungan finansial yang signifikan. Pada Juni 2025, ia mendonasikan sekitar 5 miliar won untuk mendirikan pusat terapi khusus di Severance Hospital sebagai bentuk komitmennya terhadap pengembangan terapi bagi anak dengan autisme.
Pusat tersebut, yang dikenal sebagai Min Yoongi Treatment Center, resmi dibuka pada September 2025 dan menjadi lokasi utama pelaksanaan MIND Program sekaligus pusat penelitian terapi berbasis seni. Kehadiran fasilitas ini menjadikan program tersebut sebagai salah satu model awal yang mengintegrasikan musik ke dalam sistem klinis formal.
Hasil uji coba dan harapan global

Hasil uji coba awal menunjukkan perkembangan signifikan pada peserta, terutama dalam kemampuan adaptasi sosial, pemahaman isyarat nonverbal, dan motivasi untuk berinteraksi. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengekspresikan emosi secara verbal pun mulai menunjukkan kemajuan melalui interaksi berbasis musik.
Profesor Cheon berharap panduan ini dapat digunakan secara luas oleh tenaga medis di berbagai negara. Ia menyatakan, “Kami berharap para ahli dapat menerapkan filosofi dan prosedur program ini dalam praktik klinis,” sekaligus menegaskan bahwa musik dapat menjadi alat penyembuhan yang efektif, bukan sekadar hiburan.


















