Sejarah Lampion Imlek, Asal-Usul, dan Perkembangannya

- Lampion Imlek diyakini bermula sejak Dinasti Han ketika biksu Buddha menyalakannya pada hari ke-15 kalender Lunar.
- Pada era Tang dan Ming, lampion berkembang jadi simbol perdamaian, kemakmuran, dan harapan, serta diperkaya legenda Kaisar Giok.
- Tradisi ini berpuncak pada Festival Lampion hari ke-15 setelah Imlek sebagai penutup rangkaian perayaan.
Lampion menjadi salah satu elemen yang paling khas dalam perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Cahaya lampion tidak hanya memperindah suasana, tetapi juga merepresentasikan tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
Menjelang Imlek, lampion biasanya mulai menghiasi rumah, jalan, dan tempat ibadah hingga mencapai puncaknya pada Festival Lampion. Untuk memahami tradisi ini, Popbela telah merangkum sejarah lampion Imlek serta perkembangannya. Yuk, simak!
Table of Content
1. Sejarah lampion Imlek masa Dinasti Han

Sejarah lampion Imlek diyakini bermula pada masa Dinasti Han, sekitar abad ke-2 sebelum Masehi. Pada masa itu, para biksu Buddha menyalakan lampion untuk menghormati Buddha pada hari ke-15 penanggalan Lunar.
Kebiasaan tersebut kemudian diadopsi oleh masyarakat umum dan menyebar ke berbagai wilayah di China. Seiring waktu, lampion tidak hanya digunakan dalam ritual keagamaan, tetapi juga dalam perayaan tahun baru.
2. Lampion sebagai simbol perayaan

Pada masa Dinasti Tang tepatnya 618-907 Masehi, lampion mulai berkembang sebagai simbol perdamaian dan kemakmuran. Bentuk dan ukuran lampion pun menjadi semakin beragam, menyesuaikan dengan kreativitas para pengrajin.
Memasuki Dinasti Ming pada 2368 - 2644 Masehi, penggunaan lampion semakin masif dan menjadi bagian dari perayaan publik. Salah satu tradisi yang dikenal adalah pelepasan lampion di sungai sebagai simbol harapan dan doa.
3. Legenda Festival Lampion

Selain dari catatan histori, sejarah lampion Imlek juga diperkaya oleh berbagai sumber legenda. Salah satu kisah populer menceritakan tentang Kaisar Giok yang hampir menghancurkan sebuah desa.
Untuk menyelamatkan diri, penduduk desa menyalakan lampion di seluruh wilayah mereka. Cahaya tersebut membuat sang kaisar mengira desa telah terbakar sehingga desa tersebut pun selamat.
4. Festival Lampion penutup rangkaian Imlek

Festival Lampion dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek dan menandai purnama pertama dalam tahun Lunar. Perayaan ini sekaligus menjadi penutup resmi rangkaian Imlek.
Dalam perayaannya, masyarakat menikmati pertunjukan barongsai, tari naga, dan parade lampion. Berbagai makanan khas seperti kue keranjang dan pembagian angpao juga dilakukan sebagai simbol kebersamaan keluarga.
Itulah dia sejarah lampion Imlek yang sangat identik dengan perayaan Tahun Baru China. Ternyata, sejarahnya cukup panjang, ya?
FAQ seputar sejarah lampion Imlek
| Sejak kapan lampion jadi tradisi Imlek? | Dipercaya mulai sejak Dinasti Han, sekitar abad ke-2 SM. |
| Apa makna lampion dalam perayaan? | Melambangkan perdamaian, kemakmuran, dan harapan. |
| Kapan Festival Lampion dirayakan? | Pada hari ke-15 setelah Imlek, sekaligus penutup rangkaian perayaan. |


















