Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Sejarah dan Makna Kamis Putih, Momen Reflektif Jelang Paskah

Sejarah dan Makna Kamis Putih, Momen Reflektif Jelang Paskah
newsnationnow.com
Intinya Sih
5W1H
  • Kamis Putih memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya, menjadi awal pengorbanan dan dasar sakramen Ekaristi yang menekankan kasih serta kesiapan berkorban demi sesama.
  • Istilah 'Maundy' berasal dari kata Latin 'mandatum' yang berarti perintah, merujuk pada ajaran Yesus untuk saling mengasihi sebagai fondasi spiritual Kamis Putih hingga masa kini.
  • Tradisi pembasuhan kaki melambangkan kerendahan hati dan kepemimpinan yang melayani, sekaligus menandai dimulainya Triduum Paskah menuju puncak perayaan kebangkitan pada Hari Minggu Paskah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamis Putih atau Maundy Thursday merupakan salah satu hari penting dalam Pekan Suci umat Kristiani yang diperingati sehari sebelum Jumat Agung.

Hari ini bukan hanya mengenang peristiwa religius, tetapi juga sarat makna spiritual tentang kasih, pengorbanan, dan kerendahan hati.

Dalam praktiknya, Kamis Putih sering dirayakan dengan misa khusus dan ritual simbolis seperti pembasuhan kaki. Di balik tradisi tersebut, terdapat sejumlah makna mendalam yang masih relevan hingga kini. Berikut penjelasannya.

Table of Content

1. Mengingat Perjamuan Terakhir sebagai titik awal pengorbanan

1. Mengingat Perjamuan Terakhir sebagai titik awal pengorbanan

sejarah dan makna Kamis Putih
rcadc.org

Kamis Putih memperingati momen Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Peristiwa ini menjadi titik penting karena menandai awal dari rangkaian penderitaan hingga penyaliban.

Dalam perjamuan tersebut, Yesus membagikan roti dan anggur sebagai simbol tubuh dan darah-Nya. Tradisi ini kemudian menjadi dasar sakramen Ekaristi dalam gereja. Namun, secara lebih luas, momen ini juga merepresentasikan kesiapan untuk berkorban demi orang lain.

Kamis Putih dirayakan sejak abad ke-4 seperti yang disaksikan oleh konsili Hippo pada tahun 393. Kamis Putih juga biasa disebut dengan nama Maundy Thursday, Holy Thrusday, dan sebagainya tergantung wilayah dan kesepakatan budaya di sebuah tempat.

2. Asal istilah “Maundy”

sejarah dan makna Kamis Putih
today.com

Istilah Maundy berasal dari bahasa Latin mandatum yang berarti “perintah”. Kata ini merujuk pada ajaran Yesus kepada murid-murid-Nya untuk saling mengasihi.

Pesan ini menjadi fondasi utama dari Kamis Putih. Dalam konteks modern, makna ini bisa dipahami sebagai ajakan untuk membangun relasi yang lebih empatik, inklusif, dan penuh kepedulian.

3. Tradisi pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati

sejarah dan makna Kamis Putih
thegoan.net

Salah satu ritual khas Kamis Putih adalah pembasuhan kaki, yang meniru tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Dalam budaya saat itu, tindakan ini biasanya dilakukan oleh pelayan. Di era modern, kegiatan ini dilakukan oleh pastur saat misa malam.

Tindakan ini bukan sekadar simbol kerendahan hati, tetapi juga “pembalikan struktur sosial”. Yesus menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati justru terletak pada kemampuan untuk melayani, bukan dilayani.

4. Menjadi awal dari Triduum Paskah

sejarah dan makna Kamis Putih
learnreligions.com

Kamis Putih juga menandai dimulainya Triduum Paskah, yaitu tiga hari suci yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada Hari Paskah.

Lebih lengkap, Kamis Putih adalah rangkaian dari Pekan Suci yang memiliki lima bagian, yaitu:

  • Minggu Palma (Palem), saat Yesus masuk kota Yerusalem dan disambut serta dielu-elukan sebagai seorang raja.
  • Kamis Putih, saat Yesus mengadakan Perjamuan Malam terakhir bersama para muridNya.
  • Jumat Agung, saat Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan.
  • Sabtu Suci, saat Yesus turun ke tempat penantian, ke dunia orang mati, untuk mengabarkan Injil.
  • Hari Minggu Paskah, saat Yesus bangkit kembali dari antara orang mati.

Menurut narasi Injil, Kamis Putih juga mencakup momen ketika Yesus memprediksi pengkhianatan oleh Yudas dan penyangkalan oleh Petrus, serta doa-Nya di Taman Getsemani.

Artinya, hari ini bukan hanya tentang kasih, tetapi juga tentang realitas manusia: pengkhianatan, ketakutan, dan kesendirian. Namun di tengah itu, Yesus tetap memilih untuk berdoa dan menjalani jalan yang sudah ditentukan.

Kamis Putih menunjukkan bahwa spiritualitas tidak menghapus penderitaan, tetapi memberi cara untuk menghadapinya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
Fairaz Tsiqat
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Latest in Career

See More