Masih terobsesi jadi selebgram? Coba pikir-pikir lagi deh. Memang sih terkenal dan memiliki penghasilan hanya dengan menggunggah sebuah foto terkesan sangat effortless namun disamping itu, selebgram juga tidak serta merta bisa dicap sebagai sebuah pekerjaan yang menjanjikan.

Memiliki banyak fans, pemotretan di sejumlah spot menarik di dalam hingga luar negeri, barang-barang gratis hingga penghasilan lewat iklan daring adalah sejumlah keuntungan yang biasa didapatkan para selebgram. Tapi, tak banyak orang yang mempertimbangkan sisi negatif dari pekerjaan yang mengedepankan kreatifitas konten ini.

Apa saja sih nggak enaknya jadi selebgram? Banyak! Ini dia 3 di antaranya. 

Terbatasnya ruang privasi

3 Hal Yang Nggak Mengenakkan Terkenal Jadi Selebgrampexels.com/Tofros.com

Sama seperti selebritas pada umumnya, selebgram juga adalah artis di media baru yakni Instagram yang tiba-tiba terkenal dan orang-orang pun mulai penasaran dengan sosoknya dan kesehariannya. Setiap unggahannya dianggap menarik banyak perhatian orang hingga pada satu titik gerak-geraknya di media sosial ataupun di dunia nyata sudah tidak terkontrol lagi karena ia selalu diikuti para pengikutnya hingga akun gosip.

Selebgram Ria Ricis pun mengaku meski mendapatkan pundi-pundi uang melalui endorsement, dirinya sempat kualahan dengan terbatasnya ruang pribadi yang dimiliki. Ia akhirnya kehilangan waktu untuk tidur, kuliah dan bahkan selalu mengundur-undur waktu. Ia pun tak lagi banyak berkumpul dengan teman dan keluarganya. Belum lagi ia juga tak banyak memiliki ruang gerak untuk berbicara tentang kisah asmaranya dengan luwes di depan publik.

Haters menumpuk 

3 Hal Yang Nggak Mengenakkan Terkenal Jadi SelebgramPexels.com/Amber Faust

Bukan hanya memiliki banyak fans, para selebgram juga riskan memiliki banyak haters yang terkadang suka nyinyir pedas di kolom komentarnya. Beberapa haters juga diketahui tak hanya menyerang soal kehidupan si selebgram bahkan hingga keluarga dan teman dekatnya juga ikut kena imbas julid pedas kaum pembenci di media sosial. Komentar pedas yang dilontarkan juga sering kali terlihat tak pantas karena menggunakan kata-kata kotor dan penuh dengan perasaan kebencian sehingga seringkali melukai hati orang yang tak sengaja melihatnya.

Selebgram Agatha Suci juga merasakan hal ini. Baginya menyandang status selebgram berarti harus tahan banting terhadap para haters yang heboh mengomentari soal gaya hidupnya. Baginya menghadapi para haters cukup menutup telinga saja dan setiap komentar tidak dimasukkan ke dalam hati. Ia pun menghargai kebebasan berpendapat orang lain dengan tidak menghapus atau memblok orang-orang yang meninggalkan perkataan buruk tentangnya di media sosial.

Tidak menjamin kehidupan yang mapan

3 Hal Yang Nggak Mengenakkan Terkenal Jadi Selebgrampixabay.com

Meski sangat terbantu dengan pendapatan yang lumayan banyak dari endorsement, nyatanya menjadi selebgram bukan pekerjaan yang bisa dikerjakan dalam jangka waktu yang panjang. Sama seperti pekerja seni kebanyakan, jika tidak menghasilkan karya atau konten yang baru, mereka akan mudah ditinggalkan dan digantikan sosok baru.

Pekerjaan menjadi selebgram termasuk profesi temporer yang tidak memiliki jenjang karier yang membuktikan profesionalitas sehingga sulit untuk mengukur penghasilan mereka dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu, beberapa selebgram pun mulai merambah dunia bisnis untuk terus menjaga tabungannya tetap gendut seperti sekarang.

Menjadi selebgram juga tidak menjamin seseorang akan terus terkenal meskipun ia memiliki banyak pengikut atau unggahannya selalu disukai banyak orang karena hidup terus berputar, Bela. Nggak selamanya orang bisa terus diatas namun mempertahankannya itu yang lebih susah dan penting untuk dipelajari.

 

BACA JUGA: Curi 9 Cara yang Dilakukan Selebgram Supaya Followers-mu Bertambah