Kecintaan Tita Djumaryo terhadap dunia seni membuat dirinya dan suaminya, Ranald Indra mendirikan Ganara Art Studio. Tak hanya mengadakan aktivitas seru seperti Art Playdate, tetapi galeri milik pasangan suami istri ini juga kerap mengadakan charity, Bela. Event Charity yang baru selesai dilakukan Ganara adalah ikut mendukung Festival Pendidikan Banda di Banda Neira 28 November lalu lho

Bahkan belum lama ini Tita menjadi pembicara Indonesian Sector Expert di acara Uni Eropa yaitu European Union Business Avenues di bidang Contemporary Art and Design di Brussels! Di sana, kakak Giring Nidji ini memberikan pelatihan ke sekitar 50 pengusaha desain Eropa tentang peluang bekerjasama dengan pelaku seni dan desain di Indonesia, Bela. Sebagai pelaku seni yang juga peduli akan lingkungan sosial, bagaimana ya pendapat Tita mengenai pemberdayaan perempuan? Yuk kita simak Bela. 

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Yang saya lakukan untuk membangkitkan semangat ketika merasa putus asa terpuruk adalah mengingat tujuan akhir dari semua usaha saya dan mengingat awal berangkatnya dari mana. Melihat progress yang sudah dicapai akan membangkitkan semangat saya. 

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Keluarga, usaha dan seluruh aspek kehidupan dengan seimbang.

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Hal terbesar adalah menemukan kecintaan mengajar dan menyadari ilmu sebanyak-banyaknya hanya berguna apabila bisa kami ajarkan ke orang lain.

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Harapan saya untuk perempuan adalah belajar mencintai diri sendiri dan posisi kita dalam hidup, jika kita sudah menerima dan mencintai diri sendiri maka kita akan jauh lebih berguna untuk semua orang di sekitar kita.

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Kesalahan terbesar dalam karier saya adalah sempat berhenti berkarya sebagai seniman saat baru mulai menikah dan berkeluarga. Namun setelah anak mulai bersekolah preschool dan karena memiliki background pelukis, saya malah ditawarkan pihak sekolah menjadi guru lukis. Itulah yang menjadi cikal-bakal saya berkarier sebagai pendidik. Setelah menjadi pendidik saya tetap berkarya dan itu membuat saya bangkit dan belajar dari kesalahan saya.

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Menyiapkan makanan dan hal lainnya untuk anak-anak ke sekolah, setelahnya saya langsung bekerja di Ganara. 

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Fearless, Creative, Proud.

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Saya sangat bangga karena sebagai perempuan saya bisa melakukan semua dan menggapai cita-cita saya. Saya dilahirkan di keluarga yang percaya potensi setiap orang sama, tidak tergantung dari gendernya. Kemampuan seni saya diasah dari kecil melalui dukungan orangtua maka dari itu saya bisa berhasil di bidang seni. Melalui Ganara saya harap bisa membantu merealisasikan semua mimpi-mimpi berkreasi dari setiap anak (baik laki-laki maupun perempuan). 

Tita Djumaryo: Potensi Setiap Orang Itu Sama, Tidak Tergantung Dari Gendernya #BanggaJadiPerempuan

Tantangan paling berkesan sebagai CEO Ganara adalah memberikan penyuluhan dan pembimbingan untuk orangtua murid mengenai pentingnya kreativitas untuk anak sedari usia dini. Namun dengan bergulirnya waktu, orangtua makin sadar bahwa proses berkreasi anak adalah sama pentingnya dengan kegiatan lain. Komitmen yang mereka berikan dengan tetap mengikutsertakan anak-anak hingga ke level-level kelas senirupa selanjutnya di Ganara adalah sebuah pencapaian terbaik. 

 

BACA JUGA: Felicia Hwang: "Perempuan Indonesia Harus Berani Mengeksplorasi Kemampuannya" #BanggaJadiPerempuan