Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Rangkuman Lengkap Indonesia Summit 2026, Mulai dari Pembahasan Hak Cipta hingga Isu Kesehatan Mental

Rangkuman Lengkap Indonesia Summit 2026, Mulai dari Pembahasan Hak Cipta hingga Isu Kesehatan Mental
Dok. IDN
Intinya Sih
  • Indonesia Summit 2026 mempertemukan pemimpin, inovator, dan generasi muda untuk membahas kolaborasi lintas sektor menghadapi era AI, transformasi digital, serta perubahan ekonomi global.
  • Beragam tokoh nasional menyoroti pentingnya optimisme generasi muda, penguatan infrastruktur digital inklusif, serta pemanfaatan teknologi dan AI untuk pertumbuhan ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang efisien.
  • Forum juga menekankan perlindungan hak kekayaan intelektual, pemberdayaan talenta daerah dan olahraga, hingga ajakan menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Indonesia Summit 2026 resmi digelar pada 17–18 Juni 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, dengan mengusung tema besar "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". Selama dua hari, forum ini mempertemukan para pemimpin pemerintahan, pelaku industri, inovator, kreator, akademisi, dan generasi muda untuk membahas berbagai peluang dan tantangan Indonesia di era kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, serta perubahan ekonomi global.

Tak sempat hadir ke event ini, Bela? Tenang saja, berikut ini POPBELA bagikan rangkuman lengkapnya untuk kamu.

Dibuka oleh CEO IDN, Winston Utomo, Indonesia Summit 2026 diharapkan menjadi tempat berkolaborasi lintas sektor dan generasi

Winston Utomo.jpg
Instagram.com/WinstonUtomo

Indonesia Summit 2026 resmi dibuka oleh Winston Utomo, Founder & CEO IDN. Dalam sambutannya, Winston menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat di era kecerdasan buatan, transformasi digital, dan inovasi teknologi. Ia juga mengajak para pemimpin, pelaku industri, dan generasi muda untuk bersama-sama membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Dua belas tahun lalu, kami memulai IDN dengan modal sederhana: sebuah mimpi dan harapan akan Indonesia yang lebih baik. Hari ini, mimpi itu telah tumbuh menjadi milik kita bersama. Di Indonesia Summit 2026, kami ingin mengajak seluruh generasi muda untuk memilih satu hal: tetap optimis kepada Indonesia. Bukan optimisme yang naif, melainkan optimisme yang berani menatap kenyataan sekaligus teguh meyakini bahwa kita akan menang. Kita memiliki 194 juta Milenial dan Gen Z, rata-rata berusia 30,5 tahun, usia paling produktif dalam sejarah bangsa ini. Kekuatan terbesar Indonesia bukan kekayaan alamnya, bukan luas wilayahnya , kekuatan terbesar Indonesia adalah anak-anak mudanya. Masa depan bukan untuk ditunggu. Masa depan untuk kita ciptakan, hari ini, bersama-sama," Ujar Winston Utomo, Founder & CEO IDN.

Indonesia Summit merilis Indonesia Millennial & Gen Z Report (IMGR) 2027 sebagai fondasi diskusi forum

DRA_3043 copy.jpg
Dok. IDN

Melanjutkan sesi pembukaan, William Utomo, Founder & COO IDN, memaparkan Indonesia Millennial & Gen Z Report (IMGR) 2027 yang menjadi fondasi berbagai diskusi selama Indonesia Summit 2026. Laporan tahunan ini menyoroti bagaimana generasi muda Indonesia terus beradaptasi terhadap perubahan teknologi, ekonomi, dan sosial yang berlangsung semakin cepat.

"Keliru jika kita menganggap Gen Z sebagai generasi yang apatis. Data justru menunjukkan sebaliknya; mereka adalah generasi yang kritis, aktif berpartisipasi, dan mencintai negara ini lewat aksi nyata serta kritik konstruktif. Mereka tidak lagi pasif, melainkan bergerak maju untuk membentuk masa depan dengan cara mereka sendiri," ujar William.

Budi Gunadi Sadikin ajak generasi muda Indonesia untuk tetap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan global

DRA_3194 copy.jpg
Dok. IDN

Dalam keynote speech-nya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengajak generasi muda Indonesia untuk tetap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan global serta berani mengambil peluang di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi bangsa yang semakin maju apabila mampu memanfaatkan potensi generasi muda dan inovasi teknologi secara maksimal.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi bangsa yang semakin maju dan dihormati dunia. Yang dibutuhkan adalah generasi muda yang optimistis, berani mengambil peluang, terus belajar, dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Jangan lupa untuk mencoba. Jangan lupa untuk mencoba. Jangan lupa untuk mencoba," ujar Budi Gunadi Sadikin.

Infrastruktur keuangan yang inklusif mendorong pertumbuhan ekonomi masa depan

DRA_3951 copy.jpg
Dok. IDN

Transformasi ekonomi digital menjadi sorotan dalam sesi ini. Dian Siswarini, President Director of Telkom Indonesia, dan Putri Tanjung, Chief Experience Officer Allo Bank, membahas pentingnya membangun infrastruktur keuangan digital yang inklusif untuk memperluas akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Tanjung mengumumkan bahwa Allo Bank akan bekerja sama dengan platform komunitas penggemar global Weverse. Pengumuman resmi kolaborasi ini dijadwalkan berlangsung dalam Allo Bank Festival pada 20 Juni 2026. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah bagi para penggemar, tanpa perlu melakukan konversi mata uang maupun menggunakan kartu internasional.

"Kami ingin menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup generasi muda Indonesia. Kolaborasi dengan Weverse menjadi salah satu langkah untuk memberikan akses yang lebih mudah, aman, dan nyaman bagi pengguna dalam menikmati berbagai pengalaman yang mereka sukai," ujar Putri Tanjung.

Daerah di luar pusat ekonomi utama memiliki peluang besar untuk menjadi motor pertumbuhan Indonesia di masa depan

DRA_4495 copy.jpg
Dok. IDN

Potensi pertumbuhan ekonomi daerah menjadi fokus utama dalam sesi ini. Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, bersama Eka S. Lorena Surbakti membahas bagaimana daerah di luar pusat ekonomi utama memiliki peluang besar untuk menjadi motor pertumbuhan Indonesia di masa depan melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga mengumumkan program beasiswa bagi sekitar 70 ribu siswa yang tidak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Program ini menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri dan akan menanggung biaya pendidikan siswa yang terdaftar dalam pemetaan pemerintah daerah.

"Pendidikan tidak boleh berhenti karena keterbatasan kursi di sekolah negeri. Pemerintah harus memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, kami menyiapkan program beasiswa bagi sekitar 70 ribu siswa yang tidak lolos SPMB agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta," ujar Dedi Mulyadi.

Pentingnya kesiapan infrastruktur, talenta digital, serta strategi nasional dalam menghadapi era AI yang semakin kompetitif

Topik kecerdasan buatan dan kedaulatan digital menjadi salah satu pembahasan utama Indonesia Summit 2026. Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, bersama Lisa Qonita dan Neneng Goenadi membahas pentingnya kesiapan infrastruktur, talenta digital, serta strategi nasional dalam menghadapi era AI yang semakin kompetitif.

Dalam sesi tersebut, Meutya Hafid menyoroti pendekatan 6C dalam membangun kedaulatan digital Indonesia, dengan salah satu fokus utama pada aspek Commerce untuk memperkuat perdagangan digital melalui standar terbuka dan interoperabilitas. Ia mencontohkan keberhasilan QRIS sebagai sistem pembayaran yang mampu mendorong interoperabilitas lintas negara di kawasan ASEAN dan berpotensi menjadi model bagi pengembangan ekosistem digital lainnya.

"QRIS menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun sistem digital yang interoperabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, prinsip keterbukaan dan interoperabilitas ini perlu diperluas untuk memperkuat ekosistem digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," ujar Meutya Hafid.

Perkembangan sepak bola dan talenta berbakat Tanah Air

DRA_7251 copy.jpg
Dok. IDN

Peran generasi muda dalam industri olahraga menjadi sorotan dalam sesi ini. Erick Thohir, Ketua PSSI, bersama Rudy Suhendra dan Beckham Putra Nugraha membahas perkembangan sepak bola Indonesia serta pentingnya membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi talenta muda. Diskusi juga menyoroti roadmap jangka panjang PSSI dalam mempersiapkan generasi baru Tim Nasional Indonesia agar mampu bersaing di level internasional.

"Kami sedang membangun generasi baru sepak bola Indonesia. Targetnya bukan hanya untuk hari ini, tetapi bagaimana Indonesia bisa memiliki tim nasional yang kompetitif di tingkat dunia pada tahun 2030 dan seterusnya. Karena itu, pengembangan pemain muda dan talenta diaspora menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang kami," ujar Erick Thohir.

Dalam kesempatan yang sama, Beckham Putra Nugraha menilai bahwa pemain Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan negara lain. Menurutnya, peningkatan kepercayaan diri, mentalitas, dan disiplin latihan menjadi faktor penting untuk membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi.

"Kualitas pemain Indonesia sebenarnya mampu bersaing dengan negara lain. Yang perlu terus ditingkatkan adalah kepercayaan diri, konsistensi latihan, dan keberanian untuk menunjukkan kemampuan terbaik di setiap kesempatan," kata Beckham Putra Nugraha.

Sebagai bagian dari roadmap menuju Indonesia Emas 2045 yang telah disampaikan kepada FIFA, PSSI menargetkan Tim Nasional Putra Indonesia dapat tampil di Piala Dunia pada 2035 dan Tim Nasional Putri pada 2038.

AI dan transformasi digital dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kebijakan yang lebih efektif, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat

DRA_8248 copy.jpg
Dok. IDN

Memasuki hari kedua, Indonesia Summit 2026 menghadirkan Luhut Binsar Pandjaitan, Chairman of the National Economic Council of the Republic of Indonesia, dan Ipuk Fiestiandani dalam sesi "Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth". Diskusi membahas bagaimana teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi digital dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kebijakan yang lebih efektif, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sesi tersebut, Luhut mengungkapkan pengalamannya bertemu dengan BlackRock, salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia. Menurutnya, investor tersebut sempat menunjukkan pesimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia sebelum akhirnya memahami potensi pertumbuhan yang dimiliki Indonesia di masa depan.

"Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan peluang pertumbuhan yang besar. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus menjaga momentum reformasi, mempercepat transformasi digital, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut juga menyoroti pentingnya pengembangan Government Technology (GovTech) berbasis kecerdasan buatan yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan membantu menciptakan tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Saya optimistis terhadap masa depan Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi dan AI secara tepat, serta fokus pemerintah pada peningkatan kesejahteraan rakyat, kita memiliki peluang besar untuk melompat lebih jauh dan memastikan krisis seperti 1997–1998 tidak terulang kembali," tambah Luhut.

Pentingnya perlindungan hak kekayaanintelektual, inovasi, serta kolaborasi lintas industri

DRA_1207 copy.jpg
Dok. IDN

Isu ekonomi kreatif dan kekayaan intelektual menjadi pembahasan utama dalam sesi "Culture is Currency: The Challenge for Local IP Goes Global" bersama Supratman Andi Agtas, Adryanto Pratono, dan Dee Lestari. Para pembicara membahas pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual, inovasi, serta kolaborasi lintas industri untuk membawa karya dan kreativitas Indonesia ke panggung global.

Dalam sesi tersebut, Dee Lestari menyoroti tantangan pembajakan karya yang masih dihadapi industri kreatif Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut telah berlangsung jauh sebelum kemunculan teknologi AI dan hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menghargai karya orisinal.

"Pembajakan bukan masalah baru. Bahkan sebelum era AI, kreator sudah menghadapi persoalan yang sama. Ini seperti permainan kucing-kucingan yang tidak pernah benar-benar selesai. Yang paling penting adalah bagaimana kita terus membangun kesadaran bahwa setiap karya memiliki nilai dan layak dihargai," ujar Dee Lestari.

Dee juga membagikan pengalamannya saat bertemu pembaca yang meminta tanda tangan di buku bajakan tanpa menyadari bahwa buku tersebut bukan produk orisinal. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai hak cipta dan pentingnya mendukung karya asli masih perlu terus diperkuat.

Ajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital

DRA_1378 copy.jpg
Dok. IDN

Indonesia Summit 2026 ditutup dengan sesi "The Price of Tomorrow: Gen Z, Cost of Living, and the Fight for Financial Security" bersama Tom Lembong. Dalam sesi ini, Tom membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari ketidakpastian ekonomi, meningkatnya biaya hidup, hingga dampak derasnya arus informasi di era digital.

Menurut Tom, dunia saat ini tengah memasuki era yang ditandai oleh semakin kuatnya politik populis dan munculnya fenomena flooding the zone, yaitu kondisi ketika masyarakat dibanjiri berbagai informasi, isu, dan kontroversi secara terus-menerus hingga menimbulkan kebingungan dan kelelahan mental.

"Salah satu tantangan terbesar generasi saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bagaimana menghadapi banjir informasi yang datang tanpa henti. Ketika terlalu banyak informasi, opini, dan kontroversi hadir secara bersamaan, masyarakat bisa kehilangan fokus terhadap hal-hal yang benar-benar penting," ujar Tom Lembong.

Tom juga mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemampuan untuk memilah informasi dan menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata akan menjadi keterampilan yang semakin penting di masa depan.

"Generasi muda perlu belajar mengendalikan konsumsi informasi, bukan membiarkan informasi mengendalikan mereka. Menjaga kesehatan mental, berpikir kritis, dan membangun perspektif yang sehat akan menjadi modal penting untuk menghadapi masa depan yang semakin kompleks," tambah Tom Lembong.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno

Related Articles

See More