Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Carlos Sainz Jr., Pembalap F1 yang Dijuluki “Smooth Operator”
instagram.com/carlossainz55
  • Carlos Sainz Jr., pembalap Spanyol bernomor 55, membangun karier F1 secara mandiri meski tumbuh dalam keluarga motorsport dengan ayah legenda reli Carlos Sainz Sr.
  • Ia meniti jalur dari karting, Red Bull Junior Team, Toro Rosso, Renault, dan McLaren, lalu dikenal sebagai “Smooth Operator” berkat performa tenang serta konsisten.
  • Bersama Ferrari, Sainz meraih empat kemenangan, lima pole, dan 25 podium; sejak 2025 ia membela Williams serta memperpanjang kontrak hingga akhir musim 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Carlos Sainz Jr., pembalap Formula 1 asal Spanyol berjuluk “Smooth Operator”, melanjutkan kariernya bersama Atlassian Williams Racing setelah sebelumnya membela Toro Rosso, Renault, McLaren, dan Ferrari.
  • Who?
    Carlos Sainz Vázquez de Castro, pemegang nomor mobil 55, membalap untuk Williams bersama Alexander Albon. Ia merupakan putra legenda reli Carlos Sainz Sr. dan Reyes Vázquez de Castro.
  • Where?
    Sainz berkompetisi di kejuaraan Formula 1 bersama tim Atlassian Williams Racing, setelah menjalani karier di sejumlah sirkuit Grand Prix internasional.
  • When?
    Ia memulai karier Formula 1 pada musim 2015. Sainz bergabung dengan Williams pada musim 2025 dan pada Agustus 2026 memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2027.
  • Why?
    Sainz memilih Williams setelah mendapat penjelasan dari team principal James Vowles mengenai kondisi tim serta rencana jangka panjang untuk membangun kembali fondasi menuju persaingan papan atas.
  • How?
    Sainz meniti karier melalui karting sejak 2006, Red Bull Junior Team, Formula Renault, lalu Formula 1. Pada musim 2025, ia mencatat 11 penampilan Q3 dan membantu Williams meraih dua podium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Carlos Sainz Jr. adalah pembalap mobil profesional asal Spanyol yang saat ini berkompetisi di ajang Formula 1 bersama Atlassian Williams Racing. Pembalap F1 yang kerap disapa dengan julukan “Smooth Operator” ini memiliki pesona yang begitu memikat para penggemarnya. 

Namun, di balik gaya balapnya yang tenang dan terukur, Carlos punya perjalanan panjang untuk membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri dengan namanya sendiri di tengah bayang-bayang sang ayah yang lebih dulu menjadi legenda motorsport. Lantas, seperti apa sosoknya? Simak melalui artikel ini yuk, Bela!

Biodata Carlos Sainz Jr.

instagram.com/carlossainz55

Nama lengkap: Carlos Sainz Vázquez de Castro

Nama panggung: Carlos Sainz Jr. atau Carlos Sainz

Tanggal lahir: 1 September 1994

Tempat lahir: Madrid, Spanyol

Nomor mobil: 55

Tahun aktif: 2015–sekarang

Zodiak: Virgo

Sejak Kecil Sudah Dekat dengan Dunia Balap

instagram.com/carlossainzofficial

Carlos Sainz Jr. lahir dan dibesarkan di tengah keluarga yang memiliki darah balap yang sangat kental, menjadikannya bagian dari salah satu dinasti motorsport yang cukup dihormati. Ayahnya, Carlos Sainz Sr., merupakan legenda reli dunia yang meraih dua gelar juara dunia WRC (World Rally Championship) dan empat kemenangan di Reli Dakar.

Sementara itu, sang ibu bernama Reyes Vázquez de Castro. Carlos merupakan anak kedua dari tiga bersaudara sekaligus satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga. Ia memiliki kakak perempuan bernama Blanca Sainz dan adik perempuan bernama Ana Sainz.

Jejak Sang Ayah Membawanya ke Dunia Balap

instagram.com/carlossainzofficial

Tumbuh besar dengan melihat kesuksesan sang ayah membuat Carlos sudah akrab dengan dunia balap sejak kecil. Namun, alih-alih mengikuti jejak ayahnya di lintasan tanah dan dunia reli, Carlos justru lebih tertarik pada balapan sirkuit di atas aspal.

Ketertarikannya terhadap F1 semakin kuat pada 2005, ketika ia berusia 11 tahun. Kala itu, Carlos bertemu langsung dengan pahlawan masa kecilnya sekaligus pahlawan nasional Spanyol, Fernando Alonso, di Grand Prix Spanyol. Pertemuan tersebut menjadi salah satu momen yang membuatnya semakin yakin untuk mengejar mimpi sebagai pembalap F1, bukan mengikuti jalur sang ayah sebagai pembalap reli.

Dari Karting hingga Menembus Red Bull Junior Team

f1mavericks.com

Perjalanan Carlos menuju Formula 1 tidak terjadi dalam semalam. Ia lebih dulu mengasah kemampuannya melalui kompetisi karting sebelum perlahan menapaki berbagai jenjang balap formula.

Carlos memulai karier balap kompetitifnya di ajang karting pada 2006, ketika berusia 12 tahun. Dua tahun kemudian, ia menunjukkan potensi besar dengan memenangkan kejuaraan Asia-Pacific KF3 di tahun 2008 sekaligus menjadi runner-up di Spanish Championship.

Performa tersebut membuat namanya mulai diperhitungkan. Pada tahun 2010, ketika berusia 15 tahun, Carlos direkrut ke dalam Red Bull Junior Team, program pengembangan pembalap muda yang dikenal ketat dan menjadi tempat lahirnya sejumlah talenta Formula 1.

motorsinside.com

Di bawah naungan Red Bull, Carlos terus menanjak melalui kompetisi junior. Ia berhasil menjuarai Formula Renault 2.0 NEC pada 2011, sebelum kembali menjadi juara Formula Renault 3.5 Series pada 2014. Prestasi terakhir tersebut menjadi salah satu langkah penting yang membawanya semakin dekat dengan kursi Formula 1.

Memiliki nama belakang Sainz memang sempat memberikan tekanan psikologis tersendiri di awal karier. Namun, Carlos perlahan membuktikan bahwa jalannya menuju F1 bukan hanya karena nama besar sang ayah. Kecepatan, konsistensi, dan kerja kerasnya menjadi modal utama untuk mendapatkan tempat di grid Formula 1.

Debut Formula 1 dan Persaingan dengan Max Verstappen

formula1.com

Carlos Sainz Jr. memulai langkah pertamanya di Formula 1 pada musim 2015 bersama Scuderia Toro Rosso. Perjalanan debutnya langsung diwarnai tantangan besar karena ia harus berhadapan dengan sesama pembalap muda yang kemudian menjadi salah satu nama terbesar di F1, Max Verstappen.

Setelah menjuarai Formula Renault 3.5 Series pada 2014, Red Bull akhirnya memberikan kepercayaan kepada Carlos. Pada November 2014, Toro Rosso mengumumkan dirinya sebagai pembalap utama untuk musim 2015. Ia pun menjadi bagian dari line-up pembalap termuda dalam sejarah F1 saat itu bersama Verstappen yang masih berusia 17 tahun.

the-race.com

Persaingan internal keduanya menjadi salah satu cerita menarik di musim debut Carlos. Dalam hal kecepatan kualifikasi, Carlos mampu tampil kompetitif dan beberapa kali mengimbangi bahkan mengalahkan Verstappen. Namun, masalah reliabilitas membuat perjalanannya di hari balapan jauh lebih sulit.

Sepanjang musim 2015, Carlos tercatat mengalami tujuh kali gagal finis atau DNF (Did Not Finish). Ia mengakhiri musim dengan 18 poin dan berada di peringkat ke-15 klasemen pembalap, sementara Verstappen mengoleksi 49 poin.

Jadi Andalan Toro Rosso hingga Berlabuh ke Renault

the-race.com

Musim 2016 menjadi kesempatan bagi Carlos untuk menunjukkan kemampuannya dengan lebih leluasa. Setelah Verstappen dipromosikan ke Red Bull Racing untuk menggantikan Daniil Kvyat, Carlos otomatis menjadi pembalap utama Toro Rosso.

Kesempatan tersebut berhasil dimanfaatkannya dengan baik. Carlos tampil konsisten sepanjang musim dan mengumpulkan 46 poin, termasuk tiga kali finis di posisi keenam. Hasil tersebut semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pembalap muda yang layak diperhitungkan.

formula1.com

Performa Carlos kemudian menarik perhatian tim pabrikan. Setelah menunjukkan konsistensi pada paruh pertama musim 2017, ia akhirnya meninggalkan Toro Rosso dan bergabung dengan Renault menjelang akhir musim 2017, tepatnya pada GP Amerika Serikat.

Kepindahan tersebut menjadi awal perjalanan baru Carlos diluar payung langsung Red Bull dan membuka jalan menuju salah satu periode terpenting dalam kariernya.

Era McLaren dan Lahirnya Julukan “Smooth Operator”

instagram.com/carlossainz55

Kepindahan Carlos ke McLaren pada musim 2019 menjadi salah satu titik balik paling penting dalam kariernya. Di tim legendaris asal Inggris tersebut, Carlos mulai menunjukkan potensinya sebagai pembalap papan atas sekaligus semakin dikenal dengan julukan “Smooth Operator”.

Carlos bergabung dengan McLaren untuk menggantikan Fernando Alonso, sosok yang sejak kecil menjadi salah satu idolanya. Namun, kondisi McLaren saat itu jauh dari kata ideal. Tim tersebut sedang berusaha bangkit setelah mengalami beberapa musim sulit akibat persoalan mesin dan performa mobil.

Tiga balapan pertama Carlos pada musim 2019 bahkan berakhir tanpa poin akibat insiden dan masalah mesin. Meski begitu, ia tidak kehilangan ketenangannya. Perlahan, Carlos mulai membawa McLaren kembali konsisten ke zona poin.

motorsport.com

Salah satu momen terbesar terjadi di GP Brasil 2019. Memulai balapan dari posisi terakhir atau P20 akibat masalah mesin saat kualifikasi, Carlos mampu melakukan comeback luar biasa dan finis di posisi keempat setelah menerapkan strategi satu kali pit stop.

Di McLaren, Carlos juga dipasangkan dengan Lando Norris. Hubungan keduanya yang penuh candaan dan minim drama di luar lintasan membuat kedua driver ini sangat populer di kalangan penggemar. Julukan “CarLando” pun muncul dan semakin melekat pada keduanya. Bersama Norris, Carlos membantu McLaren finis di peringkat keempat klasemen konstruktor 2019.

Pada musim 2020, performanya kembali meningkat. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi di GP Italia di Sirkuit Monza, ketika Carlos finis di posisi kedua setelah terlibat dalam persaingan sengit untuk kemenangan. Konsistensinya bersama Norris juga membantu McLaren mengakhiri musim di peringkat ketiga klasemen konstruktor, pencapaian terbaik tim tersebut sejak 2012.

Kejayaan di Ferrari hingga Mengukir Sejarah Baru

instagram.com/carlossainz55

Sepanjang tahun 2021–2024 menjadi salah satu masa kejayaan karier Carlos Sainz Jr. ketika ia bergabung dengan tim "Kuda Jingkrak" atau Scuderia Ferrari. Berpasangan dengan Charles Leclerc, Carlos semakin menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pembalap pendamping.

Momen terbesar datang di GP Inggris 2022 di Sirkuit Silverstone. Carlos berhasil meraih pole position pertamanya pada Sabtu dan mengubahnya menjadi kemenangan Grand Prix pertama dalam kariernya pada hari berikutnya.

Pada musim 2023, ketika Red Bull Racing mendominasi hampir sepanjang musim, Carlos kembali mencuri perhatian. Ia menjadi satu-satunya pembalap non-Red Bull yang berhasil meraih kemenangan pada tahun tersebut.

Tetap Bersinar meski Kehilangan Kursi Ferrari

instagram.com/carlossainz55

Menjelang musim 2024, Ferrari mengumumkan bahwa kursi Carlos akan digantikan oleh Lewis Hamilton untuk musim berikutnya. Meski berada dalam situasi yang sulit, Carlos tetap tampil profesional dan justru memberikan sejumlah performa terbaiknya.

Di GP Australia 2024, ia kembali ke kokpit hanya dua minggu setelah menjalani operasi usus buntu darurat yang membuatnya absen di Arab Saudi. Dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Carlos memanfaatkan situasi balapan, termasuk masalah rem yang dialami Max Verstappen, untuk meraih kemenangan.

instagram.com/carlossainz55

Ia meraih kemenangan di GP Meksiko 2024 setelah memulai balapan dari pole position. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri puasa panjang Ferrari di sirkuit tersebut sejak 1990. Selama empat musim bersama Ferrari, Carlos mengoleksi empat kemenangan, lima pole position, dan 25 podium, membuatnya menjadi salah satu pembalap Spanyol tersukses setelah Fernando Alonso.

Memulai Babak Baru Bersama Williams

instagram.com/williamsf1team

Kepindahan Carlos ke Atlassian Williams Racing pada musim 2025 menjadi babak baru yang cukup menarik dalam perjalanan kariernya. Setelah Ferrari mengumumkan kedatangan Lewis Hamilton, Carlos harus mencari tim baru meski performanya sedang berada dalam kondisi yang impresif.

Pada tahun 2024, dua tim pabrikan besar, Audi melalui proyek Sauber dan Alpine, disebut gencar mendekatinya. Namun, akhirnya Carlos memilih Williams setelah mendapat pendekatan dari team principal, James Vowles.

Alih-alih memberikan janji bahwa Williams akan langsung memenangkan balapan, Vowles justru terbuka mengenai kondisi tim dan rencana jangka panjang mereka. Pendekatan tersebut membuat Carlos tertarik dengan visi Williams untuk kembali membangun fondasi menuju tim papan atas.

Pada Juli 2024, Carlos resmi menandatangani kontrak multi-year bersama Williams dan berpasangan dengan Alexander Albon. Kepindahan ini sempat membuat sebagian pihak mempertanyakan masa depannya sebagai pembalap papan atas. Namun, Carlos kembali membuktikan kemampuannya.

instagram.com/carlossainz55

Pada musim 2025, ia mencatat 11 penampilan di Q3 dan membantu Williams meraih dua podium melalui GP Azerbaijan dan GP Qatar. Ia juga berkontribusi terhadap keberhasilan Williams mengunci peringkat kelima klasemen konstruktor.

Memasuki musim 2026, Formula 1 menghadapi perubahan regulasi mesin yang besar. Performa Williams sempat naik-turun dan membuat Carlos menghadapi sejumlah tantangan, termasuk masalah bobot mobil. Melihat potensi jangka panjang proyek Williams, pada Agustus 2026 Carlos resmi memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2027. Keputusan tersebut menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari perjalanan Williams dalam upaya mengembalikan kejayaan tim tersebut di Formula 1.

Dari tumbuh di keluarga motorsport, melewati persaingan ketat di junior series hingga kini berada di grid Formula 1, Carlos terus membangun reputasinya di lintasan sirkuit. Apakah kamu salah satu penggemar sang “Smooth Operator”, Bela? 

FAQ Carlos Sainz Jr.

Apakah Carlos Sainz Jr. memiliki kekasih?

Ya, Carlos Sainz Jr. diketahui menjalin hubungan dengan model asal Inggris, Rebecca Donaldson.

Apakah Carlos Sainz Jr. sering tampil di luar dunia F1?

Ya, Carlos Sainz Jr. beberapa kali menghadiri berbagai acara bergengsi di luar dunia balap, salah satunya Festival Film Cannes 2026. Ia hadir sebagai brand ambassador L’Oréal Paris dan turut ditemani oleh kekasihnya, Rebecca Donaldson. Baru-baru ini, ia juga terlihat hadir di Festival Film Venice 2026 sebagai brand ambassador Giorgio Armani.

Mengapa Carlos Sainz Jr. sedang ramai dibicarakan?

Carlos Sainz Jr. tengah menjadi sorotan setelah video yang menampilkan rutinitas skincare dan wellness paginya dirilis melalui segmen “Beauty Secrets” di kanal YouTube Vogue.

Curated For You

Editorial Team

Related Article