7 Jejak Sejarah Idulfitri yang Menjadi Hari Kemenangan umat Islam

Momen Idulfitri berkaitan dengan Perang Badar

7 Jejak Sejarah Idulfitri yang Menjadi Hari Kemenangan umat Islam

Usai menjalankan ibadah Ramadan hampir satu bulan penuh, momen Idulfitri hadir sebagai hari kemenangan bagi umat muslim di seluruh dunia. Banyak orang menggemakan takbir dan melaksanakan salat Idulfitri sebagai wujud rasa bersenang hati.

Kehadiran momen Idulfitri diwarnai dengan silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga serta orang tersayang. Bahkan, Hari Raya Idulfitri bisa menjadi momen pelepas rindu bagi orang yang tinggal jauh dengan keluarga. Momen Idulfitri makin istimewa, karena memiliki tradisi beragam yang sarat makna.

Namun, tahukah kamu bahwa Idulfitri memiliki sejarah panjang yang menyertainya? Kalau mau tahu informasinya, simak lewat artikel berikut ini, Bela!

1. Perayaan Idulfitri saat masuk bulan Syawal

7 Jejak Sejarah Idulfitri yang Menjadi Hari Kemenangan umat Islam

Idulfitri (عيد الفطر) biasanya berlangsung pada hari pertama Syawal, bulan ke-10 dalam Kalender Hijriyah. Menurut sejarah Islam, Idulfitri dirayakan pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW setelah ia hijrah dari Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi. Saat Nabi Muhammad SAW ke Madinah, Baginda Rasulullah melihat bahwa ada dua hari perayaan, Idulfitri dan Iduladha. 

Karena bersifat "lebih kecil" dibandingkan Iduladha, maka Idulfitri disebut "Idul Kecil". Disesuaikan dengan kalender Masehi, tanggal jatuhnya Idulfitri didasarkan pada penampakan Bulan baru oleh otoritas keagamaan setempat. Idulfitri jatuh setelah sebulan penuh berpuasa selama Ramadan, bulan ke-9 Hijriyah, di waktu yang berbeda tiap tahunnya. Oleh karena itulah, Idulfitri memiliki makna "Festival Berbuka Puasa". 

2. Idulfitri berkaitan dengan Perang Badar

Sejarah Hari Raya Idulfitri berkaitan erat dengan dua peristiwa dalam sejarah Islam, yaitu Perang Badar dan Hari Raya masyarakat Jahiliyah. Perayaan Idul Fitri pertama kali digelar pada tahun ke-2 Hijriah, yaitu bertepatan dengan kemenangan kaum muslimin pada Perang Badar.

Usai perang, secara tidak langsung umat muslim merayakan kemenangan dengan penuh rasa syukur dan gembira. Bukan hanya kemenangan dalam perang, tetapi juga kemenangan karena berhasil berpuasa selama satu bulan di saat itu. Kemudian, ini mulai menjadi tradisi dan ibadah yang dilakukan umat muslim hingga saat ini.

Sebelum itu, tepatnya sebelum agama Islam datang, kaum Arab Jahiliyah merayakan dua hari raya yang sangat meriah. Disebutkan dalam hadis bahwa Idulfitri yang kini dirayakan setiap tahun, tak lepas dari sejarah tradisi masyarakat Jahiliyah yang memiliki kebiasaan khusus bermain dalam dua hari.

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here