Jika mengacu pada keputusan yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Juli 2021 lalu, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat akan selesai dalam waktu empat hari mendatang. Yaitu pada 20 Juli 2021.

Beberapa hari belakangan, tersiar wacana PPKM di wilayah Jawa-Bali akan diperpanjang hingga enam minggu ke depan. Hal ini dilakukan karena melihat kondisi COVID-19 di Indonesia yang masih belum juga terkendali.

Wacana ini tentu menimbulkan pro dan kontra. Banyak pihak yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang menolak dengan berbagai alasan. Salah satunya alasan ekonomi.

Terkait hal ini, musisi Didi Riyadi menjadi salah satu pihak yang keberatan jika PPKM kembali diperpanjang. Ia pun menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Apa isi surat tersebut?

Unggah surat terbuka soal keberatannya akan kebijakan PPKM

Kamis, 15 Juli 2021 kemarin, Didi mengunggah surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Dalam surat yang panjangnya hingga tiga lembar itu, Didi bukan hanya menyampaikan keberatannya soal PPKM yang kabarnya akan diperpanjang. Ia juga menyampaikan usulan yang mungkin bisa menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan kelak.

Berdasarkan hasil pengamatan Popbela, setidaknya ada tiga poin penting yang dibahas dalam surat tersebut. Berikut penjabarannya.

1. Menolak perpanjangan PPKM di wilayah Jawa dan Bali

Didi menolak PPKM diperpanjang karena beberapa alasan. Pertama, karena PPKM tersebut, banyak orang mengalami PHK dan kehilangan sumber pendapatan mereka.

Kedua, PPKM yang disebut-sebut dapat meredam penyebaran COVID-19 nyatanya tidak berjalan sesuai harapan. Kasus positif justru melonjak dibandingkan sebelumnya, mengacu pada laporan kasus harian yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Ketiga, PPKM bisa menjadi buah simalakama. Yakni, orang-orang akan berguguran karena dua hal, meninggal karena COVID atau meninggal karena tidak bisa makan

2. Memberikan usulan 

Selain menolak, Didi juga memberikan usulan kepada pemerintah terkait penanganan pandemi di Indonesia. Didi mengatakan jika PPKM berakhir pada 20 Juli 2021 nanti, pemerintah harus mengevaluasi strategi dan kebijakan antar-lembaga untuk kepentingan masyarakat banyak.

Didi juga memberikan usulan agar pemerintah tidak hanya mengidentifikasi rakyat yang terpapar COVID-19 secara fisik, tapi juga mereka yang terpapar COVID secara ekonomi.

3. Mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kebijakan pemerintah

Tak lupa, dalam suratnya, Didi mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi selama satu tahun. Ia juga menghormati segala kebijakan yang dibuat pemerintah selama ini.

Sempat membacakan surat lewat Instagram Live

Sebelum akhirnya mengunggah surat terbuka di Instagram, Didi lebih dulu membacakan surat tersebut lewat Instagram Live. Apa yang Didi lakukan tersebut mendapat dukungan dari followers-nya. 

Dalam kolom komentar, followers Didi mengatakan bahwa ia mewakili keresahan yang selama ini mereka rasakan saat pandemi berlangsung.

Bukan hanya Didi yang menolak PPKM diperpanjang

Tolak PPKM, Didi Riyadi Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Joko WidodoInstagram.com/infodepok_id

Bukan hanya Didi yang menolak PPKM di wilayah Jawa dan Bali diperpanjang. Beberapa pihak pun sempat mengungkapkan hal serupa. 

Pada Rabu, 14 Juli 2021 lalu, Relawan Presiden Joko Widodo, Jokowi Mania (JoMan) menolak PPKM diperpanjang. Alasannya, rakyat kecil yang bergantung pada upah harian semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka meminta PPKM saat ini dievaluasi lebih dalam lagi, sebelum mengambil keputusan.

Selain JoMan, pada Kamis 15 Juli 2021, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Ambon juga melakukan unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Ambon yang menuntut agar PPKM tidak diperpanjang. Sebab, menurut mereka, PPKM hanya menyusahkan dan mematikan usaha rakyat kecil.

Semoga saja, surat terbuka yang dibuat oleh Didi dan penolakan PPKM yang diajukan oleh masyarakat lainnya dapat didengar Presiden Joko Widodo. Sehingga, keputusannya kelak bisa memihak kepada rakyat kecil.

Baca Juga: Pemerintah Belum Mau Lockdown, Begini Pelaksanaan PPKM Darurat

Baca Juga: 7 Tips Tetap Kreatif Selama PPKM dari Content Creator hingga Blogger

Baca Juga: 'Kado' Ulang Tahun DKI Jakarta 2021, PPKM Kembali Berlaku