September 2020 lalu, Sivia Azizah merilis album perdananya yang berjudul Love Spell dan berisi delapan lagu. Semua lagu dalam album tersebut memiliki style musik era 90-an dan lengkap dengan choir yang membuatnya terdengar begitu megah. Lewat album itu pula, Sivia sekaligus mentasbihkan ciri khasnya. Yakni, musik-musik dengan iringan choir yang ramai. 

Mengulang kesuksesan Love Spell dan masih diiringi choir, dalam rentang tepat satu tahun, Sivia kembali merilis album bertajuk Camellia. Dalam album yang berisi lima lagu ini, Sivia mengungkapkan perasaan-perasaan jatuh cinta dengan berbagai mood yang tergambar dalam setiap lagunya.

Penasaran seperti apa lagu-lagu di mini album Camellia ini?

Camellia, simbol cinta dan proses perasaan yang dimiliki Sivia

Lebih Kalem, 'Camellia', Menjadi Album Kasmaran Sivia AzizahDok. Sivia

Camellia, menjadi tajuk dari mini album Sivia yang telah dibuka oleh dua lagu di awal tahun ini. Yakni, "Are You My Valentine?" dan "Serene". Mini album ini berisi lima lagu dengan "Lifeline" sebagai sorotan utamanya. 

Nama Camellia sendiri diambil dari bunga camellia yang ditafsirkan sebagai simbol cinta, kasih sayang dan kekaguman. Sebagaimana pengambilan nama tersebut, Sivia memilihnya sebagai tanda proses dari perasaan yang ia miliki. 

“Mini album ini bercerita tentang perasaan yang aku miliki. Berangkat dari kasmaran, mini album ini secara keseluruhan isinya happy songs, tapi dikemas dengan mood yang berbeda-beda,” jelas Sivia.

Semua lirik ditulis sendiri oleh Sivia

Lebih Kalem, 'Camellia', Menjadi Album Kasmaran Sivia AzizahDok. Sivia

Dalam proses pembuatan Camellia, penulisan lagu sepenuhnya dilakukan oleh Sivia. Perempuan kelahiran 14 Februari 1997 ini juga kembali bekerja sama dengan Iwanpopo selaku produser dan komposer. Menurutnya, Iwanpopo mampu menerjemahkan harapan musik, serta suasana yang ingin ia bangun seperti pada karya sebelumnya. Karenanya, ia kembali mempercayakan Iwanpopo dalam penggarapan mini album terbarunya. 

Mini album ini dianggap sebagai karya lanjutan dari album perdananya, yang ditandakan sebagai hasil dari proses pendewasaan diri seorang Sivia.

“Camellia adalah hasil dari proses yang pernah aku lewati. Semua keresahan yang aku punya. Mau itu terhadap hubunganku di masa lalu, atau pun prosesku sama diri Sivia yang dulu,” ungkap Sivia.

Choir dan musik nuansa 90-an jadi ciri khas Sivia yang tetap terasa di mini album ini

https://www.youtube.com/embed/vpjrhEj16VQ

Saat pertama kali mendengar semua track-nya dari mini album Camellia, Popbela langsung merasa kalau lagu-lagu ini, jazzy khas Sivia banget. Mulai dari "Intro, Camellia" yang dibawakan secara akapela, hingga lagu penutup "Lifeline" semuanya penuh dengan choir dan membawa kita ke suasana tahun 90-an. 

Menurut Popbela, ada perbedaan besar yang terasa saat kita mendengarkan Love Spell dan Camellia. Jika di Love Spell kita mendengar Sivia membawakan setiap lagunya dengan begitu menggebu, di Camellia kita akan melihat sisi Sivia yang lebih kalem. Lagu-lagunya lebih tenang.

Ternyata, apa yang dirasakan Popbela, diamini oleh Sivia. Pada virtual press conference yang digelar 15 September 2021 lalu, Sivia mengatakan bahwa Camellia disajikan dengan warna musik yang berbeda. Dengan sentuhan yang lebih personal, tenang, serta terasa dekat, mampu menampilkan sisi dewasa dari Sivia dalam bermusik.

Maka dari itu, untuk menciptakan karya yang berbeda ini, ia sangat memerhatikan setiap aspek yang disajikan dalam mini albumnya. Bukan hanya pada materi penulisan, tetapi juga dalam pemilihan aransemen musik di setiap lagunya.

Semua lagu di album Camellia sudah bisa kamu dengarkan pada 17 September 2021. Kalau kamu sudah mendengarkannya, tulis pendapat kamu soal album ini di kolom komentar, ya!

Baca Juga: Merajut Rasa di “Love Spells”, Karya Potensial dari Sivia Azizah

Baca Juga: Popbela's Playlist: Merapal Lirik dan Nada Musik Lokal

Baca Juga: Popbela's Playlist: Hype Up the Day