Baru seminggu lagunya tayang di YouTube, lagu milik Young Lex yang berjudul Bodo Amat sudah dilaporkan ke Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) oleh seorang motivator bernama Dedy Susanto. Pasalnya, menurut Dedy, lagu berdurasi lima menit 27 detik ini toxic dan dapat merusak generasi muda Indonesia. Ada apa sebenarnya?

Lagunya Dianggap Toxic, Young Lex Dilaporkan ke KominfoInstagram.com/dedysusantospj

Melalui Instagram, Dedy menghimbau kepada seorang YouTuber yang mengampanyekan kata-kata "bodo amat bacot amat" untuk melihat dampak dari hal yang ia kampanyekan itu. Dedy memang tidak menyebut nama sang YouTuber. Namun, warganet tahu YouTuber yang dimaksud adalah Young Lex sebab belum lama ia merilis lagu dengan judul yang sama.

Lagunya Dianggap Toxic, Young Lex Dilaporkan ke KominfoInstagram.com/dedysusantospj

Karena keresahannya itu, Dedy mengajak para followers-nya untuk melaporkan video Young Lex tersebut langsung ke Kominfo. Ia bahkan mencantumkan email Kominfo pada unggahannya supaya para followers-nya dengan mudah melaporkan konten itu.

Selain itu, Dedy juga menjelaskan lebih rinci mengenai alasannya mengapa konten tersebut harus dilaporkan. Salah satu alasannya adalah karena Dedy peduli anak-anak dan ia tak mau anak-anak terpengaruh oleh ucapan-ucapan yang ada di konten itu.

Lagunya Dianggap Toxic, Young Lex Dilaporkan ke KominfoInstagram.com/dedysusantospj

Tidak hanya mengajak para followers untuk mengirimkan laporan ke Kominfo, Dedy ternyata juga sudah mengirimkan direct message langsung ke Young Lex. Dedy mengatakan apa yang dibuat Young Lex bisa berdampak langsung ke psikologis anak.

Direct message Dedy pun ditanggapi langsung oleh Young Lex. Mau tahu apa balasan Young Lex?

Lagunya Dianggap Toxic, Young Lex Dilaporkan ke KominfoInstagram.com/dedysusantospj

Young Lex mengatakan ingin tahu berapa banyak anak yang terdampak videonya dengan meminta data valid kepada Dedy. Dedy berjanji akan mengumpulkan data dan memberikan kepada Young Lex.

Sampai saat ini belum ada tanggapan lagi dari Young Lex selain balasan berupa direct message tersebut. 

Terlepas dari masalah ini, kita belajar bahwa siapapun memang bebas membuat konten apapun sesuai dengan kreativitas kita. Namun, yang perlu diingat adalah konten yang kita buat pasti sedikit banyak akan memberikan dampak bagi sekitar kita. Kalau bisa memberikan dampak positif kepada sekitar, kenapa harus menyebar dampak negatif bukan?

Menurut kamu sendiri bagaimana, tulis di kolom komentar ya!

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kimi Hime, YouTuber yang Dilaporkan ke Kominfo