Akhir pekan ini, tepatnya tanggal 28 Juli 2018, akan ada fenomena langit yang sangat langka yakni gerhana bulan total. Gerhana bulan total yang terjadi pada pertengahan tahun ini akan menjadi gerhana bulan terlama selama seratus tahun terakhir.

Dilansir dari situs resmi Observatorium Bosscha, menyebutkan bahwa durasi gerhana bulan tanggal 28 Juli dini hari adalah selama 1 jam 42 menit 57 detik. Bulan diprediksi akan memasuki daerah bayangan bumi atau umbra pada pukul 1.24 WIB. Meski menjadi gerhana bulan terlama di abad ini, namun untuk kamu yang tinggal di daerah Indonesia bagian timur, gerhana bulan sama sekali nggak terlihat di sana.

Selain gerhana bulan, kamu juga bisa menyaksikan fenomena langit lainnya saat gerhana berlangsung. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini lima fakta menarik lain seputar gerhana bulan. Apa saja?

Hujan Meteor dan Melihat Mars, Ini Fakta Lain Gerhana Bulan TotalUnsplash.com

Saat gerhana bulan total terjadi nanti malam, kamu juga bisa menyaksikan hujan meteor dengan mata telanjang. Dikutip dari Detik, hujan meteor yang terjadi adalah Southern Delta Aquarids dan Piscis Austrinis. Di atas bulan yang memerah saat gerhana terjadi, tepat di atasnya kamu akan melihat pancaran hujan meteor yang mencapai puncaknya.

Hujan Meteor dan Melihat Mars, Ini Fakta Lain Gerhana Bulan TotalUnsplash.com

Selain hujan meteor, kamu akan dapat dengan mudah melihat planet mars. Pada bulan ini, posisi mars merupakan yang terdekat dengan bumi. Sehingga, planet mars tersebut terlihat dua kali lebih besar dan lebih terang dibanding biasanya.

Hujan Meteor dan Melihat Mars, Ini Fakta Lain Gerhana Bulan TotalUnsplash.com

Di Indonesia, kecuali Indonesia bagian timur, akan dengan mudah menyaksikan gerhana bulan tanpa bantuan teropong. Bukan cuma di Indonesia, gerhana bulan ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia seperti sebagian besar Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, dan Australia.

Hujan Meteor dan Melihat Mars, Ini Fakta Lain Gerhana Bulan TotalUnsplash.com

Gerhana bulan memang bisa diamati di mana saja di wilayah Indonesia bagian barat. Namun, ada dua titik pengamatan yang tepat di lokasi wisata, yakni Gunung Bromo dan Danau Toba. Dua tempat ini menjadi lokasi sempurna untuk mengamati fenomena langka tersebut dengan alasan sedikitnya bangunan dan pohon yang menutupi lokasi itu. Sehingga, tanpa teropong pun, kamu akan dengan mudah menyaksikan gerhana bulan.

Hujan Meteor dan Melihat Mars, Ini Fakta Lain Gerhana Bulan TotalUnsplash.com

Kalau biasanya Observatorium Bosscha membuka untuk umum kegiatan pengamatan bulan, namun untuk gerhana bulan kali ini sebaliknya. Bosscha menutup untuk umum kegiatan pengamatan tersebut dengan tujuan untuk lebih fokus mengamati dan mempelajari kondisi atmosfer bumi yang terjadi saat gerhana bulan. Bosscha sendiri mengimbau kepada masyarakat yang ingin mengamati fenomena langit dengan bantuan penjelasan dari para ahli untuk bisa bergabung dengan komunitas astronomi lainnya.

Siap begadang malam ini untuk menyaksikan gerhana bulan, Bela?

BACA JUGA: 8 Lokasi Yang Cocok Banget Buat Lihat Benda Langit​