Cerita Panjang Hindia di Balik Single "Setengah Tahun Ini"

kontemplasi yang mengubah sudut pandang

Cerita Panjang Hindia di Balik Single "Setengah Tahun Ini"

Sore itu, lelaki di balik Hindia dan vokalis band .Feast, Baskara Putra, menunjukkan deretan album vinyl dan CD yang berjajar rapi di salah satu sudut kamarnya kepada Popbela saat live. Album Maggie Rogers dan John Mayer yang ada di jajaran album koleksinya menarik perhatian Popbela. Disinggung hal itu, Baskara mengatakan kalau ia memang mendengar mereka.

"Iya, gue juga suka 1975," katanya sesaat sebelum memindahkan kamera untuk memamerkan koleksinya.

Namun, John Mayer menjadi musisi yang paling memengaruhinya untuk serius berkarier di dunia musik. Sebab, karena John Mayer-lah, Baskara berangan-angan bagaimana serunya bisa menuliskan perasaan yang ia rasakan, menuangkannya dalam karya dan banyak orang menyukai apa yang ia buat.

Ngomong-ngomong soal karya, di masa pandemi yang memaksanya berada di rumah, Baskara merilis single baru berjudul “Setengah Tahun Ini” setelah "Rumah ke Rumah", yang sekaligus menjadi pelengkap dari album Menari dengan Bayangan. Kepada Popbela, Baskara menceritakan bagaimana proses pembuatan single tersebut. Penasaran? Simak hasil wawancaranya berikut ini.

“Setengah Tahun Ini”, track pelengkap di album Menari dengan Bayangan

Cerita Panjang Hindia di Balik Single "Setengah Tahun Ini"

“Setengah Tahun Ini” benar-benar rilis di pertengahan tahun 2020. Kisah di balik lagu ini bercerita tentang apa yang Baskara alami dan pikirkan di tengah pandemi yang terpaksa 'memenjarakan'nya di rumah.

“Sebenarnya di album pertama Hindia, 'Menari dengan Bayangan', gue sudah punya rencana mau punya track atau album 'bayangan' yang isinya melengkapi cerita dari album sebelumnya. Album Menari dengan Bayangan itu totalnya 15 track, dari dulu pengen punya track ke-16 atau 17. Track ke-16 itu isinya skit karena dalam album itu ada sekitar 3 skit, seperti interlude gitu, ada voice note, dan wejangan gitu. Kalau yang 17 ini belum kepikiran mau bikin apa. Tapi sepertinya akan baru mau gue tulis saat tur nanti dan dirilis pas tur juga di tahun yang padat ini kalau nggak ada pandemi. Harapannya bisa mengubah setlist kalau manggung," jelas lelaki 26 tahun tersebut.

Ia kembali melanjutkan,"Tapi ternyata kan ada pandemi ini, jadi nggak ada kegiatan offline sama sekali. Waktu itu belum kepikiran apapun mau bikin apa di track ke-17 ini. Sampai akhirnya gue menemukan apa yang ingin gue bicarakan itu di enam bulan ke belakang ini selama di rumah. Hal-hal yang ingin gue tulis dan hal-hal yang ingin gue bicarakan. Bisa dibilang album pertama itu seperti pembelajaran, bagaimana menyikapi hidup, bagaimana menyikapi masalah keluarga, teman, dan masalah finansial. Album pertama itu berisikan bagaimana gue hidup yang akhirnya tertuang di dalam lirik-liriknya."

"Lagu 'Setengah Tahun Ini' bagi gue adalah apa yang gue pikirin selama masa pandemi. Seolah kita sedang dites lah. Dites dari segi kesehatan, kita kuat atau nggak. Dari mental dan lingkungan sosial, siapa yang akan bertahan di hidup lo dan siapa yang nggak. Finansial, batin, dan semuanya. Kita sedang dites di masa ini dan gue merasa finalnya ada di lagu ini.”

Pandemi mengubah perspektif Baskara dalam menulis lagu

Tak ada yang menyangka kalau tahun 2020 menjadi tahun yang berat untuk semua orang. Pandemi mengubah hidup banyak orang. Termasuk mengubah perspektif Baskara dalam menulis lagu.

“Saat gue menulis, gue pikir track ke-15 sudah menjadi final dan ending dari cerita di album itu. Tapi ya, namanya kehidupan, nggak secepat itu kita menemukan ujungnya. Ternyata apa yang gue alami belum ada apa-apanya dibandingkan dengan masalah yang sudah gue alami selama enam bulan ke belakang. Itu yang membuat perspektif gue agak bergeser untuk melihat album ini. Setelah menjalani enam bulan di masa pandemi ini, terus gue lihat lagi album pertama, gue seperti melihat sesuatu yang belum selesai," katanya.

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here