Romantis dan easy listening. Dua kesan itu yang Popbela dapat saat mendengarkan lagu-lagu milik Ardhito Pramono. Cowok kelahiran 22 Mei 1995 ini sukses membawa warna baru musik jazz dengan sentuhan lagu ala tahun 40-an dalam dunia musik Indonesia.

FYI nih Bela, sebelum namanya tenar di bawah label Sony Music Indonesia seperti saat ini, Ardhito merilis single miliknya secara indie di channel YouTube pribadinya. Lagu-lagu yang ia buat dan unggah tersebut merupakan hasil karyanya selama ia menempuh pendidikan di JMC Academy, Australia di jurusan perfilman. Setelah lulus dan kembali ke Indonesia, akhirnya Ardhito memutuskan untuk menjadi full time musician, sesuai dengan passion-nya.

Ditemui secara eksklusif oleh Popbela belum lama ini, Ardhito curhat tentang keseruannya bergabung dengan major label dan ngomongin single terbarunya juga. Seperti apa keseruannya? Baca langsung yuk!

Hai Ardhito, boleh diceritain nggak sih awalnya kenapa kamu memutuskan untuk menjadi seorang musisi?

Begini Curhat Ardhito Pramono tentang Anak-Anak Muda Jakarta

Karena pas abis lulus kuliah, sebenernya bingung soalnya aku kan kerja juga. Kebetulan juga aku memang suka musik. Aku upload musik aku di YouTube dan senengnya ada yang denger gitu kan. Terus memberanikan diri untuk resign dari kantor yang udah aku tekuni selama satu setengah sampai dua tahun itu. Setelah resign akhirnya mencoba untuk menjadi musisi.

Awal terjun ke dunia musik itu kamu memilih untuk indie. Bagaimana sih ceritanya sampai bisa memutuskan untuk bergabung dengan major label?

Begini Curhat Ardhito Pramono tentang Anak-Anak Muda JakartaInstagram.com/ardhitopramono

Karena aku merasa membutuhkan sebuah badan yang bisa mendukung dan membantu aku di dunia musik dalam situasi apapun. Terutama dalam promosi contohnya. Soalnya dalam indie label, timnya cuma aku doang. Nggak ada yang bantu promosi ke sana sini. Itu sih alasannya kenapa aku memutuskan untuk gabung di major label.

Kalau Popbela perhatikan, musik kamu rata-rata beraliran jazz. Kalau boleh tahu, darimana dan siapa sih inspirasi kamu dalam menciptakan lagu?

Begini Curhat Ardhito Pramono tentang Anak-Anak Muda JakartaInstagram.com/ardhitopramono

Sebenarnya aku lebih banyak terinspirasi dari lagu-lagu lama. Lagu-lagu Indonesia tua gitu. Karena lagu-lagu lama itu punya nuansa yang beda aja gitu menurutku. Jadi ya unik aja. Apa saja bisa dijadiin lagu sama musisi-musisi jaman dulu.

Kalau musisi dari luar, siapa yang menginspirasi kamu banget?

Ada Norah Jones, Amy Winehouse, dan sekarang aku lagi ngedengerin banget Rex Orange County.

Kalau Amy Winehouse paling favorit banget lagu yang mana?

Aku paling suka Love Is Losing Game dan Tears Dry tapi yang versi original.

Soal single baru kamu, Fake Optics, boleh diceritain nggak sih lagu ini bercerita tentang apa?

Begini Curhat Ardhito Pramono tentang Anak-Anak Muda JakartaInstagram.com/ardhitopramono

Sebenarnya sih lagu ini bercerita tentang temen yang agak palsu gitu. Udah bertahun-tahun kenal tapi baru ketahuan aslinya tuh sekarang. Lebih ke kayak gitu sih. Pasti kan kalian punya temen-temen yang kayak gitu. Dan menurutku relatable banget sama kehidupan anak-anak Jakarta jaman sekarang.

Inspirasi lagu tersebut dari mana sih? Apakah pengalaman pribadi atau bagaimana?

Ini kisah pribadi sih. Hehehe. Cukup dengarkan aja. Aku nggak mau cerita lebih lanjut.

Harapan kamu terhadap Fake Optics ke depannya apa?

Harapan aku ya semoga banyak yang mendengarkan dan semoga banyak yang relate juga sama kisah di lagu itu.

Penasaran seperti apa single Fake Optics milik Ardhito? Klik video di bawah ini ya!

BACA JUGA: Kelam Tapi Penuh Makna, Pianis Andal Ini Mainkan Emosi Penikmat Musik Klasik​