Muda, berbakat, dan multitalenta. Rasanya tiga kata tersebut nggak berlebihan untuk menggambarkan sosok Aditya Surya Pratama. Influencer dengan jumlah pengikut sebanyak 551 ribu di Instagram ini, kini tengah menikmati profesinya sebagai dokter umum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Pria lulusan jurusan kedokteran Universitas Yarsi ini juga terkenal sebagai dokter yang multitalenta. Bukan hanya menekuni dunia kedokteran, Aditya juga jago akting, nyanyi, dan menulis. Bahkan, belum lama ini pria yang akrab disapa Adit ini baru saja merilis novel keduanya yang berjudul Satria.

Belum lama ini, Popbela berkesempatan untuk bertemu dan ngobrol langsung dengan Adit di kantor IDN Media, Jakarta. Kepada Popbela, dengan semangat Adit menceritakan kesibukannya saat ini serta proyek terbaru yang sedang dikerjakannya.

Bagaimana keseruan Popbela ngobrol langsung dengan Adit? Baca terus ya!

Boleh diceritain nggak sih saat ini kegiatannya apa saja setelah lulus kuliah? Sudah aktif sebagai dokterkah?

Aditya Surya, Dokter Muda yang Multitalenta

"Setelah lulus, aku saat ini sudah mulai aktif sebagai dokter dan praktek di Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan sudah hampir jalan selama satu tahun ini. Tapi, sambil praktek juga, aku menulis buku dan baru selesai menulis buku kedua. Selain itu sela-sela kegiatanku, aku juga sudah mulai nulis buku ketiga. Mulai nulis kerangkanya dulu dan insya Allah kalau tahun depan ada rezekinya dan lancar juga, buku itu akan terbit. Aktivitas lainnya aku masih sibuk dengan syuting dan photoshoot. Tahun ini mau fokus di kerjaan aku dulu, karena tahun lalu fokus aku terbagi-bagi. Terlalu banyak kegiatan. Jadi tahun lalu aku syuting film dan sudah beres. Terus bikin single juga. Jadi bener-bener pikirannya bercabang banget. Jadi sekarang fokus dulu di kerjaanku sebagai dokter ini."

Wah kamu produktif banget ya. Ngomong-ngomong soal buku kedua, boleh dibocorin sedikit nggak sih isinya seperti apa?

Aditya Surya, Dokter Muda yang MultitalentaInstagram.com/adityaspratama

"Kalau novel kedua ini, aku mengambil judul Satria yang menjadi pemeran utama dalam novel tersebut. Novel ini masih ada kisah cintanya, caring dan humanity, sesuai dengan tagline yang ada di cover novelnya. Tapi, untuk kisah percintaannya mungkin hanya dua puluh persenlah dari seratus persen di novel itu. Lebih banyak ke humanity-nya. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan seorang mahasiswa kedokteran. Sebenarnya bukan kisah hidup aku. Tapi dari novel ini aku mau ngasih tahu bahwa setiap orang pasti punya masalah hidupnya masing-masing, lika-likunya masing-masing, dan punya caranya masing-masing untuk menyelesaikan masalahnya itu. Satria ini adalah sosok cowok yang perfect yang harus sempurna saat melakukan hal apapun. Tapi, di balik kesempurnaannya yang selalu ia tampilkan, Satria juga punya kekurangan yang menjadi kelemahannya. Kelemahannya itulah yang selalu ia tutupi."

"Sosok Satria di sini mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang pasti punya kekuatannya masing-masing, juga ada sisi kelemahannya, dan bagaimana kita bisa menutupi kelemahan tersebut dengan kekuatan yang kita punya. Lebih ke humanity sih, tapi masih ada juga sisi care dan cintanya. Karena pembaca itu suka banget sama kisah cinta kan?"

Kalau Popbela lihat, buku-buku kamu ini diterbitkannya secara indie, kenapa sih pilih jalur indie dan nggak pakai major publishing?

Aditya Surya, Dokter Muda yang MultitalentaInstagram.com/adityaspratama

"Buku pertama memang indie dengan sistem preorder dulu, setelah jalan berapa bulan baru deh masuk ke Gramedia sebagai distributor untuk memasarkan, bukan sebagai penerbit. Kalau buku kedua memang aku mau kuatkan di preorder ini dan rencananya akan dibuat dalam empat gelombang. Kenapa? Soalnya saat ini saja sudah ada 1000 yang order. Supaya nggak kewalahan jadi dibagi empat gelombang. Kenapa pilih indie, karena ya pengin saja. Terus aku juga lebih senang menikmati semuanya dengan mengurus sendiri. Aku mau menikmati perjuanganku dari nol sampai akhirnya bisa sukses. Ya sekarang nikmati dulu susahnya, insya Allah nanti tinggal menikmati hasilnya."

Berarti laris banget ya bukunya sampai harus preorder sebanyak empat gelombang?

Aditya Surya, Dokter Muda yang MultitalentaInstagram.com/adityaspratama

"Iya alhamdulillah banget, nggak nyangka saja sambutannya sangat positif. Selain itu, yang bikin aku tambang senang saat ini adalah bukuku yang pertama mau difilmkan sama MD Entertainment. Pak Manoj Punjabi suka sama bukunya dan mau membuatnya jadi film. Meski masih belum boleh dikasih tahu kapan rilisnya, tapi ya saat ini sudah fix mau difilmkan. Tinggal tunggu saja. Yang kedua juga sudah dilirik. Alhamdulillah meski belum rilis tapi sudah dinego untuk difilmkan."

Kembali ke kuliah kamu, Popbela penasaran apa sih alasan kamu memilih jurusan kedokteran?

Aditya Surya, Dokter Muda yang MultitalentaInstagram.com/adityaspratama

"Karena ayahku dokter dan ibuku bidan. Rata-rata keluarga besarku memang bekerja di bidang kesehatan. Tapi, awalnya ayahku sebenarnya nggak membolehkan aku menjadi dokter. Alasannya dia merasa kalau aku nggak akan kuat menjalaninya. Karena kuliah kedokteran itu capek, menyita banyak waktu, dan menguras fisik banget. Jadi ayahku memang ngasih tahu dulu pahit-pahitnya jadi dokter. Tapi, aku memang dari kecil pengen banget jadi dokter. Istilahnya, bukan karena tekanan orang tua aku mau jadi dokter. Ini memang kemauanku sendiri."

"Aku juga suka berkomunikasi dengan orang lain. Terlebih lagi aku bahagia banget kalau mereka yang berkomunikasi sama aku bisa menjadi lebih baik alias sembuh. Aku senang banget bisa membantu orang lain walaupun bukan membantu dalam hal materi. Intinya aku senang banget menolong orang lain."

Benar nggak sih kalau profesi sebagai dokter itu saat ini menjadi salah satu profesi yang menjanjikan?

Aditya Surya, Dokter Muda yang MultitalentaInstagram.com/adityaspratama

"Menurut aku, saat ini orang kalau mau kaya nggak bisa cuma jadi dokter. Kecuali kalau memang kamu keturunan keluarga dokter yang sudah kaya tujuh turunan dan sudah punya rumah sakit, nggak perlu jadi dokter spesialis juga sudah kaya. Tapi kalau sekarang nggak bisa begitu. Niatnya harus diluruskan lagi. Jadi dokter niatnya untuk membantu orang. Urusan materi itu mengikuti."

Menarik kesimpulan dari cerita kamu di atas, saat ini bisa dibilang kamu menjalani banyak profesi. Dari semuanya, profesi apa sih yang paling kamu nikmati saat ini?

Aditya Surya, Dokter Muda yang MultitalentaInstagram.com/adityaspratama

"Menjadi dokter dong. Kalau menurut aku, nggak ada yang namanya pekerjaan sampingan. Baik itu pekerjaan di bidang seni, penulis, penyanyi, pemain bola atau apapun. Karena setiap orang kan ketertarikannya berbeda-beda. Ketika ada seseorang menjadi penulis, ya itu karena dia memang bakatnya menulis. Orang jadi penyanyi, karena dia bakatnya menyanyi. Bukannya nggak baik, tapi kalau kita menjalani banyak hal secara bersamaan, maka hasilnya juga nggak akan maksimal. Kenapa aku menjadi dokter tapi juga tetap menjalani kegiatan yang lain itu? Karena aku menganggapnya kegiatan yang aku jalani selain dokter, itu adalah hobi yang membuat aku senang. Masalah mendapat keuntungan secara materi, itu bonus."

"Jadi aku nggak pernah mengatakan kalau sekarang aku jadi dokter dan menulis adalah sampingan aku, itu salah besar. Karena ada orang susah payah menjadi penulis misalnya, terus dengar aku ngomong kalau aku menjadi penulis cuma untuk sampingan, pasti dia akan sakit hati mendengar hal itu. Nulis dan nyanyi yang aku lakuin saat ini adalah hobi supaya aku nggak jenuh dengan pekerjaanku sebagai dokter."

Terakhir, ada pesan untuk anak-anak muda yang ingin atau sedang menempuh pendidikan sebagai dokter?

Aditya Surya, Dokter Muda yang Multitalenta

"Pesan dari aku untuk teman-teman yang ingin atau sedang menempuh pendidikan sebagai dokter luruskan lagi niatnya. Jangan hanya mengejar materi karena profesi sebagai dokter itu mulia dengan tanggung jawab yang besar. Niatkan untuk membantu orang. Kalau urusan materi, itu sudah ada yang mengatur dan akan mengikuti dengan sendirinya."

BACA JUGA: Aditya Surya: Membenci Perbedaan, Berarti Kita Membenci Kehidupan Ini​