Perbedaan Simpati dan Empati Beserta Contohnya dalam Kehidupan 

Kedua sikap ini perlu kamu miliki

Perbedaan Simpati dan Empati Beserta Contohnya dalam Kehidupan 

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Sebagai makhluk sosial, manusia harus memiliki rasa empati dan simpati. Keduanya merupakan perasaan dan pemikiran yang berkaitan dengan kondisi yang dialami oleh orang lain. 

Kedua kata tersebut mungkin sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Saat terjadi bencana atau musibah misalnya, orang-orang akan menunjukkan rasa simpati dan empatinya kepada para korban. 

Namun, apakah kamu benar-benar sudah mengerti arti dari kedua kata tersebut? Kalau belum, berikut Popbela.com jelaskan perbedaan simpati dan empati beserta contohnya.

Yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Pengertian simpati

Sebelum mengetahui perbedaan simpati dan empati beserta contohnya, kamu perlu mengetahui lebih dulu apa pengertian dari keduanya. Sebab dalam kelompok sosial, seseorang perlu menanamkan sikap simpati untuk menjalin hubungan sesama manusia. 

Menurut Eisenbeg, simpati merupakan serangkaian proses interaksi sosial yang muncul karena terjadinya kejadian tertentu sehingga memunculkan respon terhadap perasaan yang dirasakan oleh orang lain yang sedang menderita atau memerlukan bantuan.

Simpati merupakan sikap peduli sebatas mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain. Sikap tersebut kemudian membuat kamu bisa saling mendukung dan menguatkan. Perasaan ini biasanya tidak mendalam dan sebatas iba.

Mereka yang simpati tidak terlalu terlibat dalam kesedihan orang lain dan juga tidak memandang perlu mengatasi kesulitan orang tersebut. Sikap simpati perlu ditunjukkan saat melihat orang lain agar bisa mempererat hubungan antar manusia. 

Dengan bersimpati, hubungan antar individu dalam kelompok sosial menjadi lebih erat. Tak hanya itu, simpati bisa mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik karena orang tersebut terbiasa untuk melakukan interaksi sosial dengan anggota masyarakat lainnya. 

Ada beberapa ciri yang bisa kamu lihat saat orang bersikap simpati. Ciri tersebut di antaranya adalah sebagai berikut. 

  1. Bersifat seperasaan, yakni sebatas mampu merasakan secara bersama apa yang dirasakan orang lain.
  2. Bersifat spontan, misalnya memberikan respons ucapan duka saat mendengar musibah dari orang lain. 
  3. Perasaan yang muncul dari simpati biasanya tidak mendalam, sebatas merasa iba mengetahui kesedihan orang lain.
  4. Muncul atas dasar faktor persamaan nasib, misalnya pernah mengalami peristiwa yang sama. 

Kemudian, simpati bisa memberikan beberapa manfaat bagi orang yang melakukannya. Manfaat tersebut adalah sebagai berikut. 

  1. Simpati bisa membantu memotivasi perilaku filantropi atau pemberian bantuan.
  2. Simpati berperan untuk menjaga ketertiban dan terhindar dari penyimpangan sosial. 
  3. Simpati sebagai sarana untuk memahami situasi orang lain. 

2. Pengertian empati

Sementara itu, empati didefinisikan sebagai perasaan memahami dan kemampuan untuk berbagi perasaan dengan orang lain. Biasanya, empati timbul saat merasa kasihan dengan kondisi orang lain yang sedang susah atau kesakitan. 

Menurut Baron dan Byrne dalam buku Psikologi Sosial, empati merupakan kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpati, dan mencoba menyelesaikan masalah dengan mengambil perspektif orang lain.

Oleh karena itu, empati menjadi jembatan yang menghubungkan antara orang yang kesusahan dengan orang yang akan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan. 

Berbeda dengan simpati, berikut adalah beberapa ciri sikap empati. 

  1. Mampu memahami orang lain yang mengalami musibah atau bencana tertentu. 
  2. Mampu membaca isyarat yang muncul dari ekspresi dan bahasa tubuh seseorang yang sedang mengalami sesuatu. 
  3. Orang yang berempati akan melakukan tindakan nyata dengan perasaan yang dirasakan. 
  4. Memiliki batasan tertentu karena mengetahui mana hal yang dianggap baik dan yang tidak. 

Sementara itu, manfaat yang muncul dari sikap empati adalah sebagai berikut. 

  1. Meningkatkan kerja sama kelompok 
    Empati bisa meningkatkan kerja sama kelompok karena proses pengambilan keputusan yang berdasarkan empati akan berjalan secara efektif. 
  2. Membuat inovasi baru 
    Empati bisa memperluas pola pikir seseorang dan menguji ide baru yang belum diketahui sebelumnya. 
  3. Memberikan pengaruh
    Empati memberikan manfaat, baik bagi individu sendiri maupun kelompok karena bisa memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain. 
  4. Menjelaskan identitas diri
    Empati bisa membuat kita mengetahui secara jelas siapa dan seperti apa diri kita. Sebab, tanpa empati kita cenderung menilai diri dari orang terdekat saja. 
  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here