Apa Perbedaan antara Asimilasi dan Akulturasi? Ini Arti dan Contohnya

Ketahui perbedaan antara keduanya

Apa Perbedaan antara Asimilasi dan Akulturasi? Ini Arti dan Contohnya

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beragam budaya. Setiap masyarakat di suatu wilayah memiliki kebudayaannya sendiri yang berbeda dengan kelompok lainnya.

Hal itu membuat Indonesia tak terhindar dari peristiwa pertemuan antara dua kebudayaan atau lebih. Interaksi antara satu budaya dengan budaya lainnya itu bisa menghasilkan hal yang positif dan negatif. 

Bentuk interaksi yang bersifat positif di antaranya adalah asimilasi dan akulturasi. Asimilasi merupakan proses sosial bercampurnya dua budaya yang melahirkan kebudayaan baru. 

Sementara itu, akulturasi ialah proses sosial penerimaan budaya baru dengan tetap mempertahankan kebudayaan sendiri. Lalu, apa perbedaan antara asimilasi dan akulturasi? Ini arti dan contohnya. 

1. Pengertian asimilasi

Untuk menjawab apa perbedaan antara asimilasi dan akulturasi? Ini arti dan contohnya yang perlu kamu ketahui. 

Di dalam Modern Dictionary of Sosiology, disebutkan bahwa asimilasi adalah proses seseorang individu atau kelompok mengambil alih kultur atau identitas kelompok lain dengan menjadikannya bagian dari kelompok tersebut.

Dengan kata lain, asimilasi adalah suatu proses saling serap dan bercampurnya kebudayaan yang berbeda di mana masing-masing elemen bergabung dengan kebudayaan lainnya.

Asimilasi memiliki tujuan untuk mengutamakan tujuan dengan meleburkan perbedaan di antara individu atau kelompok tersebut. 

Terdapat beberapa faktor pendorong terjadinya asimilasi, di antaranya adalah sebagai berikut. 

  1. Adanya toleransi antara sesama kelompok yang berbeda kebudayaan
  2. Kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
  3. Sikap menghargai budaya asing 
  4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa
  5. Persamaan dalam unsur budaya universal
  6. Adanya perkawinan campuran 
  7. Adanya musuh bersama dari luar. 

2. Pengertian akulturasi

Sementara itu, akulturasi menurut Koentjaraningrat adalah proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu budaya dihadapkan dengan suatu kebudayaan asing sehingga unsur-unsur tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan tersebut. 

Berbeda dengan asimilasi yang membentuk budaya baru, akulturasi justru memperkaya budaya yang sudah ada. Proses akulturasi tidak bisa langsung begitu saja, tetapi bisa berlangsung cepat dan lambat tergantung persepsi masyarakat setempat.

Beberapa faktor yang memengaruhi akulturasi adalah sebagai berikut. 

  1. Kontak dengan budaya asing
  2. Sistem pendidikan yang maju
  3. Sikap menghargai hasil karya seseorang
  4. Toleransi terhadap perbuatan menyimpang
  5. Sistem terbuka pada lapisan masyarakat 
  6. Ketidakpuasan masyatakat terhadap bidang kehidupan tertentu
  7. Orientasi masa depan
  8. Penduduk heterogen.
  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here