Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Greenpeace, Komunitas Aktivis yang Pasang Spanduk di Bundaran HI
greenpeace.org
  • Greenpeace merupakan organisasi kampanye lingkungan independen yang berjejaring di lebih dari 55 negara, termasuk Indonesia.

  • Gerakan ini bermula pada 1971 dari aksi pelayaran untuk memprotes rencana uji coba bom nuklir di Alaska.

  • Enam aktivis Greenpeace memanjat Monumen Patung Selamat Datang untuk menyuarakan isu krisis iklim dan biaya hidup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1971

Sekelompok aktivis berlayar menggunakan kapal tua dari Vancouver, Kanada, untuk memprotes rencana uji coba bom nuklir Amerika Serikat di Pulau Amchitka, Alaska. Aksi ini menjadi cikal bakal Greenpeace.

Selasa (20-10-2026)

Enam aktivis Greenpeace memanjat Monumen Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta, dan membentangkan spanduk untuk memperingati 2 tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran.

Terbaru

Aksi Greenpeace di Bundaran HI menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Para aktivis menyampaikan pesan tentang krisis iklim, pencemaran, kebakaran hutan, dan biaya hidup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Enam aktivis Greenpeace memanjat Monumen Patung Selamat Datang dan membentangkan spanduk berisi kritik terhadap penanganan bencana alam, kebakaran hutan, serta seruan menangani krisis iklim.
  • Who?
    Enam aktivis Greenpeace, termasuk dua perempuan, serta Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia.
  • Where?
    Monumen Patung Selamat Datang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
  • When?
    Selasa (20-10-2026), untuk memperingati 2 tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Why?
    Untuk menyuarakan kritik terhadap penanganan bencana alam dan kebakaran hutan serta menegaskan dampak krisis iklim terhadap kehidupan sehari-hari dan biaya hidup.
  • How?
    Para aktivis memanjat monumen dan membentangkan spanduk besar berwarna kuning dengan seruan tentang bencana, biaya hidup, dan krisis iklim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Enam aktivis Greenpeace memanjat Monumen Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta. Dua dari mereka adalah perempuan. Mereka memasang spanduk tentang bencana, kebakaran hutan, krisis iklim, dan biaya hidup. Greenpeace adalah kelompok yang menjaga bumi. Sekarang, aksi itu menjadi perhatian banyak orang di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Greenpeace tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga membawa hasil riset berbasis data ilmiah untuk menawarkan solusi hijau berkelanjutan. Organisasi ini melibatkan profesional, relawan, dan masyarakat luas dalam isu lingkungan, sehingga kepedulian terhadap hutan, laut, energi, serta krisis iklim dapat disuarakan melalui berbagai bentuk kontribusi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bela, pasti belakangan ini kamu sempat melihat potongan foto atau video di media sosial tentang aksi nekat para aktivis yang memanjat Monumen Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta, kan? Ya, aksi ini terjadi pada Selasa (20-10-2026), untuk memperingati 2 tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran. 

6 aktivis Greenpeace, termasuk dua di antaranya adalah perempuan, memanjat dan membentangkan spanduk raksasa  berisi kritik terhadap penanganan bencana alam dan kebakaran hutan. Aksi tersebut sukses membuat banyak pasang mata tertuju dan semakin penasaran dengan komunitas aktivis yang berani ini. 

Yuk, kupas tuntas profil, sejarah, hingga misi inspiratif Greenpeace untuk lingkungan.

Kelompok Aktivis yang Cinta Bumi

greenpeace.org

Secara sederhana, Greenpeace adalah organisasi kampanye lingkungan independen berskala internasional. Mereka hadir karena percaya bahwa bumi yang makin rapuh ini butuh suara vokal, solusi nyata, dan aksi berani untuk menciptakan perubahan.

Uniknya, Greenpeace tidak cuma ada di Indonesia, lho! Organisasi ini adalah jaringan global yang sudah mengepakkan sayapnya di lebih dari 55 negara di berbagai penjuru dunia. Di Tanah Air sendiri, Greenpeace Indonesia terus konsisten mengawal isu-isu lingkungan lokal, mulai dari kelestarian hutan hujan tropis hingga kebersihan lautan.

Awal Mula Sejarah: Berlayar demi Perdamaian

greenpeace.org

Tahu nggak? Gerakan raksasa ini awalnya cuma dimulai oleh sekelompok kecil orang yang nekat, lho, Bela. Kisah berani tersebut dimulai pada tahun 1971. Kala itu, sekelompok aktivis berlayar menggunakan kapal tua dari Vancouver, Kanada. Misi mereka satu: memprotes rencana uji coba bom nuklir Amerika Serikat di Pulau Amchitka, Alaska. Mereka berangkat dari semangat ingin mewujudkan dunia yang hijau dan damai (green & peace), aksi berani tersebut menjadi cikal bakal berdirinya organisasi yang dikenal sekarang.

Nilai dan Gerakan yang Diusung

instagram.com/greenpeaceid

Mengutip dari website resminya, Greenpeace punya tujuan untuk memastikan kemampuan bumi untuk memelihara kehidupan dalam segala keberagamannya. Hal ini termasuk berkomitmen untuk:

  • Melindungi keanekaragaman hayati dalam semua bentuknya

  • Mencegah polusi dan penyalahgunaan lautan, daratan, udara, dan air tawar bumi

  • Mengakhiri semua ancaman nuklir

  • Mempromosikan perdamaian, perlucutan senjata global, dan non-kekerasan

Mereka juga berpegang teguh pada nilai-nilai dasarnya, yang termasuk:

1. Aksi Damai Tanpa Kekerasan (Non-violent Direct Action)

Semua aktivis Greenpeace wajib mengikuti pelatihan aksi damai. Mereka siap menyuarakan kebenaran tanpa kekerasan, serta berani bertanggung jawab penuh atas setiap tindakan yang diambil.

2. Independensi 100%

Greenpeace sama sekali tidak menerima dana dari pemerintah, perusahaan, atau partai politik manapun. Seluruh pendanaan kampanye murni berasal dari donasi individu. Hal ini menjaga kebebasan mereka untuk bersuara tanpa tekanan kepentingan politik atau bisnis.

3. Mempromosikan Solusi

Mereka tidak hanya mengritik atau memprotes, tetapi juga membawa hasil riset berbasis data ilmiah untuk menawarkan solusi hijau yang berkelanjutan.

4. Tidak Ada Lawan atau Kawan Abadi

Jika pemerintah atau korporasi mau berubah ke arah yang lebih baik, Greenpeace siap bekerja sama. Namun jika janji itu dilanggar, mereka tak ragu untuk kembali melancarkan aksi.

Siapa Saja Anggotanya?

greenpeace.org/ Dhemas Reviyanto

Salah satu pertanyaan yang suka muncul tentang komunitas ini adalah “siapa saja sih anggotanya?” Greenpeace merupakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat yang solid, mulai dari Tim Profesional yang terdiri dari juru kampanye (campaigner), ilmuwan, peneliti, analis kebijakan, hingga pakar hukum. Lalu, ada relawan atau volunteers, yakni anak-anak muda dan masyarakat umum yang mendedikasikan waktu serta tenaganya untuk mengedukasi publik.

Ada juga masyarakat luas yang berkontribusi memberikan donasi secara rutin. Kamu bisa menjadi bagian dari ini dengan menjadi relawan atau bekerja di sana. Lowongan kerja tersedia di website resmi mereka.

Aksi-Aksi Besar yang Pernah Dijalankan

Selama puluhan tahun berdiri, Greenpeace telah melakukan banyak aksi ikonis, di antaranya:

  • Menolak Nuklir & Senjata Kimia: Menghentikan berbagai pengujian nuklir di lautan

  • Penyelamatan Hutan Tropis: Membongkar praktik deforestasi liar dan mendorong komitmen pembeli global untuk menyetop konsumsi minyak sawit atau kertas yang merusak hutan

  • Perlindungan Laut & Plastik: Menghadang kapal-kapal penangkap ikan secara ilegal (overfishing) serta mengampanyekan pengurangan plastik sekali pakai

  • Transisi Energi: Mendorong penghentian pengoperasian PLTU batu bara dan beralih ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Terbaru, ada aksi berani mereka yang jadi perbincangan hangat di Indonesia. 6 aktivis Greenpeace, termasuk 2 perempuan di dalamnya, memanjat Monumen Patung Selamat Datang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Di sana, mereka membentangkan spanduk besar berwarna kuning mencolok.

Ada yang bertuliskan, “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” Sementara lainnya, memuat seruan, “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Aksi kreatif dan dramatis ini membawa pesan bahwa Greenpeace ingin menegaskan bahaya krisis iklim yang dampaknya sudah terasa nyata pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Mereka menyoroti isu-isu penting seperti pencemaran udara, kebakaran hutan yang memicu kabut asap, hingga dampak krisis lingkungan terhadap biaya hidup rakyat kecil.

“Aksi damai di Bundaran HI menjadi awal untuk menggaungkan kesadaran bahwa krisis iklim sudah sampai di meja makan kita, melalui kenaikan harga pangan dan hilangnya sumber penghidupan,” tutur Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia.

Aksi nekat dari para aktivis Greenpeace di Bundaran HI menjadi pengingat manis sekaligus menohok bagi seluruh masyarakat di dalam maupun luar negeri: bumi tempat kita tinggal ini butuh perhatian dan aksi nyata, bukan sekadar janji manis.

Kamu mungkin tidak harus ikut memanjat monumen seperti mereka, tapi bisa mulai dari hal-hal kecil di sekitarmu—mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, bijak dalam mengonsumsi energi, hingga lebih peduli pada isu-isu lingkungan sekitar.

Itu dia profil dari Greenpeace yang kembali ajak masyarakat Indonesia buat lebih peduli dengan bumi tercinta.

Curated For You

Editorial Team

Related Article