Di dunia ini, kita bisa membedakan manusia berdasarkan tiga golongan; mereka yang egois dan melakukan segala cara untuk kesenangan diri, mereka yang suka membantu dan lebih mementingan orang lain ketimbang diri sendiri, dan mereka yang hidup di antara keduanya. Jika kebaikan bisa diukur, sebenarnya berapa besar kadar kebaikan yang harus kita punya untuk menjaga keseimbangan hidup? Yuk, simak penjelasannya.

Kenapa Menjadi Orang yang Terlalu Baik Itu Dilarang?
 

Sebelum membahas lebih dalam, kamu perlu tahu perbedaan dua istilah ini. Self-serving adalah ketika kamu peduli dengan dirimu dan berusaha mencapai tujuan dengan usahamu sendiri, atau hampir mirip dengan ambisius. Sedangkan self-preserving adalah kamu peduli dengan dirimu sendiri dan mengorbankan hal lain termasuk orang sekitar untuk mencapai tujuanmu.

Kenapa Menjadi Orang yang Terlalu Baik Itu Dilarang?
 

Jika dilihat, hal yang paling membedakan antara self-serving dan self-preserving adalah rasa peduli. Ketika kamu menirukan self-preserving, kamu akan dicap sebagai orang yang egois dan nggak peduli dengan orang sekitar.

Kenapa Menjadi Orang yang Terlalu Baik Itu Dilarang?
 

Di sisi lain, sebagian dari kita suka sekali membantu orang, menjadi relawan, dan berdonasi sehingga menjadi kegiatan yang sulit kamu tinggal. Jika itu dilakukan secara terus-menerus, mungkin tandanya kamu belum menemukan tujuanmu. Semua orang ingin merasa dihaargai. Kalau kamu nggak bisa menentukan apa yang penting untukmu sendiri, kamu bisa kelelahan.

Kenapa Menjadi Orang yang Terlalu Baik Itu Dilarang?
 

Berdonasi dan menjadi volunteer memang kegiatan yang terpuji, namun jadikan hal tersebut sebagai saluran untuk mengalirkan kebaikan yang kamu punya. Tentukan fokus hidupmu untuk membentuk batasan diri. Kamu nggak harus selalu mengiyakan setiap permintaan sehingga kamu bisa mengatur waktu dengan lebih baik.

Kenapa Menjadi Orang yang Terlalu Baik Itu Dilarang?
 

Perlu kamu tahu, beberapa pebisnis sukses kelas dunia memulainya dengan sikap self-preserving dan berakhir menjadi seorang dermawan. Kamu nggak harus menunggu jadi milyader dulu, kok. Yang terpenting, kamu bisa menentukan kapan kamu harus menyalurkan kebaikan dan apa batasan yang kamu punya.

Semoga tulisan ini bisa membuat hidup kamu lebih baik ya, Bela.
 

BACA JUGA: Terlalu Baik di Kantor Hanya Akan Merugikanmu Karena 9 Alasan Ini