Mungkin sebagian generasi millennial hingga hari ini masih ada yang belum memikirkan masa depan dan menghabiskan seluruh pendapatannya untuk memenuhi gaya hidup. Padahal, menabung dan berinvestasi itu sangat penting. Nggak berat, untuk memulai kebiasaan menabung kamu hanya perlu menyisihkan sedikitnya 10% dari pendapatan bulanan. Tapi karena 10% adalah jumlah yang kecil, beberapa orang memutuskan untuk menabung jauh lebih besar, bahkan bisa lebih dari 50%. Sebenarnya, memaksakan diri untuk menabung terlalu banyak itu ada ruginya juga. Berikut adalah tanda juga kamu termasuk golongan yang terobsesi menabung.

Meski Ingin Cepat Kaya, Inilah Kerugian Jika Kamu Memaksakan Diri Menabung Terlalu Banyak

Apakah kamu punya tempat impian yang ingin dikunjungi atau konser yang ingin kamu datangi bulan ini? Karena kamu sudah banyak menabung selama ini, bahkan menahan diri untuk nggak sering jajan dan makan di luar, ada baiknya kamu menikmati sedikit dari uang tabungan untuk mendapatkan kesempatan penting dalam hidupmu. Intinya, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari.

Meski Ingin Cepat Kaya, Inilah Kerugian Jika Kamu Memaksakan Diri Menabung Terlalu Banyak

Oke, anggap saja kini tabunganmu sudah cukup banyak, mungkin lebih banyak dari rata-rata tabungan generasi millennial. Tapi coba pikir lagi, apakah teman-temanmu terlihat lebih bahagia? Mereka sadar bahwa menabung itu penting dan mereka melakukannya, namun mereka juga tahu bahwa masa muda adalah waktu yang tepat untuk menikmati hidup, terlebih jika kamu belum menikah. Yang jelas, berikan batasan berapa jumlah uang yang boleh kamu gunakan untuk memanjakan diri sendiri setiap bulannya.

Meski Ingin Cepat Kaya, Inilah Kerugian Jika Kamu Memaksakan Diri Menabung Terlalu Banyak

Berpikir logis itu perlu, tapi adakalanya memutuskan segala sesuatu berdasarkan logika membuat kamu kurang bahagia. Seolah kamu harus selalu menuruti apa yang dikatakan logika dan mengabaikan kebahagiaan. Bela, selalu mengikuti logika itu juga nggak baik. Ada saat-saat di mana kamu juga harus mendengarkan kata hati, termasuk dalam mengelola pendapatan.

BACA JUGA: Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan Generasi Millennial