Apakah kamu lebih menyukai SMS atau chat dibanding menjawab panggilan telepon? Apakah kamu lebih nyaman melakukan one-on-one interview saat melamar kerja dibanding berhadapan dengan beberapa user yang siap melemparkan pertanyaan kapan saja? Mungkin kamu termasuk cewek berkepribadian introvert. Di tengah banyaknya orang yang memandang introvert sebagai hal yang aneh, Susan Cain membantah persepsi miring tersebut sekaligus memiliki misi untuk mengubah pandangan dunia terhadap orang berkepribadian introvert

Membawa Misi yang Mulia, Penulis Susan Cain Ubah Cara Pandang Dunia Terhadap Introvertrachelsprung.com

Susan membuat gebrakan pada tahun 2012 melalui buku nonfiksi best seller yang ia tulis selama tujuh tahun berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking. Awalnya, Susan Cain bekerja sebagai seorang pengacara dan sempat menjadi konsultan di sebuah perusahaan dengan gaji yang cukup tinggi setelah berhasil meraih gelar Juris Doctor dari Harvard Law School. Suatu hari, ia sadar bahwa jenis kelamin bukanlah faktor yang membedakan perilaku seseorang dalam kariernya. Akhirnya, ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih untuk menulis di rumahnya. Selama tujuh tahun pula, Susan melakukan berbagai penelitian sambil menulis dan terus berpikir tentang apa yang membuat introvert terkesan ‘terlupakan’ oleh dunia.

Membawa Misi yang Mulia, Penulis Susan Cain Ubah Cara Pandang Dunia Terhadap Introvertthebookwire.com

Dalam buku Quiet, Susan menuntunmu untuk sadar bahwa pandangan miring tentang kepribadian introvert berasal dari budaya Barat puluhan tahun lalu di mana extrovert dianggap lebih ideal. Pemikiran itulah yang memengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk karier dan jodoh. Mengapa banyak perusahaan yang menulis lowongan kerja dengan kalimat ‘mampu bekerja dalam tim’ dalam persyaratan mereka? Padahal, tidak semua orang suka bekerja bersama-sama orang lain. Apakah kantormu terdiri dari puluhan bahkan ratusan karyawan yang bebas berlalu-lalang tanpa adanya sekat? Pahadal, kamu butuh privasi agar bisa fokus mengerjakan tugas. Tidak sedikit mereka yang berkepribadian introvert harus berpura-pura menjadi extrovert agar ‘diterima’ di lingkungan sosialnya. Bisa saja, atasan yang sangat ramah dan menghibur di kantormu sebenarnya adalah seorang introvert.

Membawa Misi yang Mulia, Penulis Susan Cain Ubah Cara Pandang Dunia Terhadap Introvertquietrev.com

Ibu dua anak ini juga merupakan seorang introvert yang tentunya juga menghadapi masalah klasik seperti gugup saat menghadapi banyak orang. Ia bahkan harus latihan dengan pelatih public speaking profesional selama enam hari sebelum tampil di TED Talks, sebuah ajang di mana para ahli yang dianggap berpengaruh menuangkan ide brilian mereka. Dalam kesempatan tersebut, Susan menjelaskan bahwa orang berkepribadian introvert bukanlah pemalu melainkan memiliki cara merespons yang berbeda terhadap banyak hal dan memiliki kemampuan tersembunyi yang bahkan bisa melampaui kemampuan extrovert. Ia mengajak mereka untuk menerima dirinya sendiri dan bangkit bukan untuk menentang pandangan miring tersebut melainkan membuktikan bahwa introvert mampu melakukan hal-hal yang dianggap mustahil. Atas misi mulianya tersebut, Susan berhasil menarik perhatian lebih dari satu juta pasang mata yang menontonnya.

Membawa Misi yang Mulia, Penulis Susan Cain Ubah Cara Pandang Dunia Terhadap Introvertnytimes.com

Dinobatkan sebagai the world’s best-known expert on introverts, Susan melanjutkan misinya dengan meluncurkan situs www.quietrev.com dan membuat sebuah organisasi untuk membantu banyak perusahaan dalam memahami kekuatan karyawan mereka. Semoga perjalanan Susan selama ini bisa membuatmu lebih bersyukur dan tampil apa adanya ya, Bela.