Review atau ulasan tentang pelayanan dan produk sebuah bisnis di media sosial atau situs jual beli online sering dijadikan sebagai salah satu tolak ukur apakah bisnis tersebut sukses atau nggak. Sebagai konsumen, kamu menggunakan review untuk memastikan apakah kamu hendak menggunakan produk mereka atau nggak. Tapi sebagai pebisnis, ada sedikit fakta tentang review yang bakal mengubah cara pandang kamu.

Sebuah restoran yaitu Botto Bistro mendapat rating dan review yang buruk di internet. Mereka menyatakan bahwa pelanggan yang memberikan review yang buruk dan rating bintang satu berhak membeli pizza setengah harga di restoran tersebut. Meski terlihat seperti ‘bunuh diri’, ternyata bisnis Botto Bistro meningkat karena banyak sekali orang yang menulis review untuk mereka di internet.

Hebat! Tanpa Rating dan Review yang Tinggi, Perusahaan Ini Tumbuh Menjadi Bisnis yang Menjanjikanpurseblog.com
 

Ingat Bela, calon pengusaha sukses nggak pakai cara curang. Kini banyak sekali bisnis online yang menggunakan jasa reviewer profesional yang bisa menulis ulasan baik. Mereka bekerja untuk meningkatkan citra perusahaan dan kepercayaan pelanggan. Namun faktanya review yang bersifat feedback atau keluh kesah dari pelanggan justru meningkatkan penjualan sebuah bisnis. Situs jual beli Amazon.com sangat populer karena review yang mereka terima murni berupa komentar pelanggan tentang pelayanan dan produk mereka.

Meski demikian, di Indonesia sendiri banyak yang masih menganggap bahwa rating yang tinggi dan review yang baik adalah salah satu tujuan yang harus dikejar dalam membangun bisnis. Dari cerita Botto Bistro dan Amazon.com, nyatanya rating dan review nggak selalu sejalan dengan kesuksesan dan kualitas sebuah usaha.

Nah, kalau kamu gimana nih Bela, menurut kamu review dan rating itu penting, nggak?

 

BACA JUGA: Mendapat Rating Buruk, Kylie Jenner Angkat Bicara Soal Bisnis Kosmetiknya