Kontroversi Met Gala 2026: Keterlibatan Jeff Bezos Picu Seruan Boikot

- Jeff Bezos dan Lauren Sánchez diumumkan sebagai sponsor utama sekaligus honorary co-chairs Met Gala 2026, memicu perdebatan sejak akhir 2025.
- Keterlibatan pasangan miliarder itu menimbulkan kritik karena dianggap menggeser esensi Met Gala dari ajang seni menjadi simbol kekuatan finansial.
- Aksi boikot muncul di New York, dengan aktivis menyoroti isu tenaga kerja, pajak, serta relasi bisnis Amazon yang kontroversial.
Kontroversi Met Gala 2026 berdampak hingga kemunculan aksi boikot. Keterlibatan Jeff Bezos dan Lauren Sánchez sebagai sponsor utama acara ini menjadi penyebabnya.
Alih-alih disambut antusias, kehadiran pasangan miliarder ini justru memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Mulai dari isu pengaruh terhadap daftar tamu hingga latar belakang bisnis yang kontroversial, Met Gala 2026 kini berada di tengah perdebatan yang lebih besar dari sekadar fashion.
Mengutip dari OK! Magazine, simak kronologinya di bawah ini!
Table of Content
Jeff Bezos & Lauren Sánchez jadi sponsor utama

Isu ini mulai mencuat sejak akhir 2025, ketika laporan menyebutkan bahwa Jeff Bezos dan Lauren Sánchez menjadi pihak yang membiayai penyelenggaraan Met Gala 2026.
Kontroversi semakin memanas setelah penyelenggara mengumumkan Jeff Bezos dan Lauren Sánchez sebagai honorary co-chairs untuk gala yang digelar di Metropolitan Museum of Art.
“Ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan sekaligus bermakna. Ketika Anna Wintour menelepon saya dan berkata, ‘Apakah kamu ingin menjadi co-chair sekaligus sponsor Met (Gala)?’ saya merasa sangat terhormat,” ujar Lauren Sánchez saat tampil di acara Today, Maret 2026 lalu.
Mengapa keterlibatan Jeff Bezos dan Lauren Sánchez sampai memicu seruan boikot Met Gala?

Keterlibatan Jeff Bezos dan Lauren Sánchez memicu reaksi keras, baik dari pelaku industri fashion maupun publik.
Beberapa pihak menilai bahwa Met Gala kehilangan esensinya sebagai ajang seni, dan berubah menjadi simbol kekuatan finansial.
Pasangan yang menikah dalam pernikahan mewah di Venesia itu juga dikabarkan memiliki pengaruh dalam menentukan siapa saja selebritas yang mendapat undangan eksklusif ke acara tersebut.
Akibatnya, poster bertuliskan “Boycott the Bezos Met Gala” muncul di berbagai sudut kota New York. Kelompok aktivis juga menyerukan boikot, mengaitkan kontroversi ini dengan isu tenaga kerja, pajak, hingga relasi bisnis Amazon dengan lembaga pemerintah seperti ICE.
Sekilas tentang Met Gala

Sebagai salah satu pesta paling eksklusif di dunia, Met Gala dikenal bukan hanya karena kemewahan, tetapi juga aksesnya yang sangat terbatas. Undangan pun bersifat sangat selektif dan kerap dirahasiakan.
Harga tiketnya disebut bisa mencapai sekitar US$100.000 atau setara miliaran rupiah, menjadikannya acara yang hanya dihadiri kalangan selebritas, desainer, hingga tokoh berpengaruh global.
Pertama kali digelar pada 1948, Met Gala awalnya merupakan acara penggalangan dana untuk Costume Institute di Metropolitan Museum of Art. Hingga kini, fungsi tersebut tetap dipertahankan, sekaligus menjadi pembuka resmi untuk pameran musim semi tahunan mereka.
Acara ini berlangsung setiap tahun di museum yang berlokasi di Fifth Avenue, New York, dengan momen paling ikonik berupa red carpet di tangga utama yang megah. Di sinilah para tamu tampil dalam busana spektakuler yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan oleh rumah mode ternama.
Bagaimana tanggapanmu tentang kontroversi Met Gala 2026 ini, Bela?


















