Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
11 Film tentang Kemerdekaan Indonesia, Cocok Ditonton saat HUT RI
IMDB.com

  • Jenderal Soedirman (2015): Film ini fokus pada perjuangan Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda.

  • Soekarno (2013): Menyorot perjalan kehidupan Soekarno sebagai Bapak Proklamator Indonesia dengan bumbu romansa-drama dan sinematografi apik.

  • Battle of Surabaya (2015): Mengisahkan perjuangan pahlawan pada pertempuran 10 November 1945 dengan visual animasi yang memukau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap 17 Agustus menjadi momen penting dan merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia. Perjuangan rakyat dan para pahlawan menjadi inspirasi sineas Indonesia membuat film tentang Kemerdekaan Indonesia.

Berkat tangan dinginnya, para sineas ini berhasil meracik unsur historis Kemerdekaan 17 Agustus dengan bumbu-bumbu slice of life, drama, bahkan romansa menjadi sebuah film yang apik.

Dari kisah hidup yang Soekarno hingga perjuangan Jenderal Soedirman, berikut 5 rekomendasi judul film tentang kemerdekaan Indonesia yang membangkitkan jiwa nasionalismemu. Simak sampai habis, ya!

1. Jenderal Soedirman (2015)

Film yang dinakhodai oleh Viva Westi sebagai sutradara sekaligus penulis naskah ini, wajib kamu tonton. Jajaran artis papas atas Indonesia, seperti Baim Wong, Adipati Dolken, Gogot Suyanto, Mathias Muchus, dan Lukman Sardi berlakon dalam film Jenderal Soedirman.

Berbeda dengan film biopik kebanyakan yang menceritakan kisah hidup sejak lahir hingga dewasa, film ini justru berfokus pada perjuangan Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda.

Film ini berlatar ketika Belanda secara sepihak memutuskan perjanjian Renville dan menghentikan genjatan senjata. Soekarno (Baim Wong) dan Mohammad Hatta (Nugie) ditangkap dan diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka. Pengasingan itu bertujuan agar Belanda dapat menyatakan bahwa kedaulatan Indonesia sudah tidak ada lagi. Namun, Jenderal Soedirman dengan penyakit paru-paru yang diidapnya tetap memimpin perang gerilya di Tanah Jawa demi mempertahankan bangsa Indonesia.

Penampilan Adipati Dolken sebagai Jenderal Soedirman mendulang decak kagum dari berbagai pihak. Totalitas Adipati Dolken dan penjiwaan karakter mendalam ketika berlakon sebagai Sang Jenderal membawa film ini masuk nominasi Piala Citra Indonesia, lho, Bela!

2. Battle of Surabaya (2015)

Film animasi Indonesia tampaknya ingin menunjukan taringnya lewat film animasi 2 dimensi bertemakan perjuangan pahlawan, Battle of Surabaya. Film ini mengisahkan seorang remaja bernama Musa yang berprofesi tukang semir sepatu sekaligus kurir bagi perjuangan arek-arek Suroboyo pada pertempuran 10 November 1945.

Film dimulai dengan visual memukau dari pengeboman kota Hiroshima oleh Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang. Dalam menjalankan tugas mulia ini, Musa harus menghadapi berbagai tantangan dan harus kehilangan harta serta orang-orang yang dikasihinya.

Berkat kegigihannya, Musa dipercaya mengirimkan kode-kode rahasia dengan kombinasi lagu-lagu keroncong dari Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia yang didirikan Bung Tomo.

Animasi ciamik dan kepiawaian sutradara Aryanto Yuniawan, berhasil membawa film ini menyabet banyak penghargaan di antaranya Best Animation di Milan International Film Festival 2017, Best Animation dalam Berlin International Film Festival 2017, dan Best Animation dalam Nice International Film Festival 2017.

3. Merah Putih (2009)

IMDB

Jika film sebelumnya mengisahkan kisah seorang remaja yang menjadi kurir bagi pejuang arek Suroboyo, film Merah Putih mengisahkan perjuangan TNI melawan tentara Belanda di tahun 1947. Film ini merupakan bagian pertama dari "Trilogi Merdeka" yang menjadi trilogi film perjuangan pertama di Indonesia.

Film berfokus kepada lima kadet yang mengikuti latihan militer di Barak Bantir, Semarang. Lima kadet berlatar suku dan agama yang berbebeda ini beranggotakan Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu),Soerono (Zumi Zola), dan Marius (Darius Sinathrya).

Suatu hari, kamp latihan mereka diserang tentara. Mereka berlima pun berhasil lolos dan bergabung dalam pasukan gerilya di pedalaman Jawa. Bersama pasukan gerilya tersebut, mereka memikirkan strategi mengalahkan Belanda.

4. Soekarno (2013)

Sesuai dengan judulnya, film biopik ini menyorot perjalan kehidupan Soekarno sebagai Bapak Proklamator Indonesia. Para aktor dan aktris berkualitas pun berlakon dalam film Soekarno, seperti Ario Bayu sebagai sosok Bung Karno. Ia beradu peran dengan Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, hingga Sujiwo Tejo.

Dalam film ini, kamu akan menyaksikan perjuangan dan keberanian Soekarno dalam memperjuangkan bangsa Indonesia yang membuatnya diasingkan ke Ende hingga Bengkulu.

Soekarno juga dibungkus dengan bumbu romansa-drama dan sinematografi apik yang membuat penonton larut ke dalam film. Berkat tangan dingin Hanung Bramantyo dalam meracik nilai perjuangan Soekarno, film ini berhasil menyabet gelar Film Terpuji dari Festival Film Bandung (FFB) ke-27 pada 2014.

5. Darah Garuda (2010)

Dok. Internet

Darah Garuda merupakan film kedua dalam Trilogi Merah Putih yang melanjutkan kisah perjuangan para kadet setelah peristiwa di film pertamanya. Berlatar Agresi Militer Belanda 1947, film ini mengikuti Amir dan kelompoknya yang kembali bersatu untuk menjalankan misi rahasia dari Jenderal Sudirman.

Mereka bergerilya di pedalaman Pulau Jawa sambil menghadapi situasi yang berbahaya. Tujuan utama misi ini adalah menyerang lapangan udara penting milik Belanda di Jawa Barat.

6. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Totalitas Reza Rahadian dalam berakting memang tak perlu diragukan lagi. Perannya sebagai Haji Oemar Said Tjokroaminoto dalam Guru Bangsa: Tjokroaminoto berhasil mendulang rasa takjub dari para penonton.

Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang berlatar keluarga terpelajar prihatin melihat banyak rakyat Indonesia yang tidak mendapat pendidikan layak dan terbelakang. Berbekal tekad dan ilmu yang dimilikinya, ia pun memutuskan untuk mengabdi pada negara Indonesia dengan membangun Gerakan Sarekat Islam pada tahun 1912.

Perkumpulan ini menaungi pemuda-pemudi Indonesia dalam melawan rezim kolonial Hindia Belanda. Namun, gerakan ini menjadi ancaman bagi pemerintah Hindia Belanda dan Tjokroaminoto harus menghadapi tantangan yang akan menerpanya.

7. Hati Merdeka (2011)

Dok. Internet

Sebagai film ketiga sekaligus penutup Trilogi Merah Putih, Hati Merdeka meneruskan perjalanan kelompok gerilyawan dari dua film sebelumnya. Kali ini, cerita berlatar masa awal revolusi Indonesia pada 1948 dan menyoroti Tomas yang mengambil alih kepemimpinan kelompok.

Mereka mendapat misi menuju Bali untuk memburu Kolonel Raymer, perwira Belanda yang telah membantai keluarga Tomas. Kalau ingin menonton rangkaian kisah perjuangan kemerdekaan secara berurutan, film ini menjadi penutup yang pas untuk menemani momen HUT RI.

8. Kadet 1947 (2021)

Bagi kamu yang belum tahu, lepas dari 17 Agustus 1945, Indonesia belum merdeka sepenuhnya dan terbebas dari penjajah. Sutradara Rahabi Mandra menampilkan kisah Agresi Militer 1, yaitu Aksi Polisionil yang diberlakukan Belanda dalam rangka mempertahankan penafsiran Belanda atas Perundingan Linggarjati. Dari sudut pandang Republik Indonesia, operasi ini dianggap merupakan pelanggaran dari hasil Perundingan Linggarjati.

Nah, film ini mengangkat salah satu kisah heroik para kadet Angkatan Udara Republik Indonesia pada saat itu. Dibintangi oleh aktor-aktor muda berbakat seperti Bisma Karisma, (Kevin Julio, Omara Esteghlal, hingga Ario Bayu dan Ibnu Jamil, menjadi pelengkap kematangan karakter dalam film ini.

Acungan jempol pula untuk Batara Goempar yang menyajikan sinematografi berkelas sehingga membuat film perjuangan ini tidak membosankan dan indah ditonton. 

9. Gie (2005)

netflix.com

Berbeda dari dua film sebelumnya yang banyak menampilkan perjuangan bersenjata, Gie mengangkat Indonesia pasca-kemerdekaan pada 1960-an. Film garapan Riri Riza ini diadaptasi dari buku harian Catatan Seorang Demonstran dan mengikuti sosok Soe Hok Gie yang kritis serta idealis.

Gie berani menyuarakan ketidakadilan di tengah perubahan politik yang penuh gejolak. Kisahnya cocok menjadi tontonan HUT RI karena menunjukkan bahwa perjuangan untuk bangsa juga dapat dilakukan lewat suara dan pemikiran.

10. Kartini (2017)

Film garapan Hanung Bramantyo ini mengisahkan perjuangan Raden Adjeng Kartini melawan ketidakadilan terhadap perempuan. Berlatar Jepara pada 1883-1903, ceritanya memperlihatkan keinginan Kartini untuk membuka akses pendidikan bagi perempuan.

Bersama Roekmini dan Kardinah, Kartini berusaha mendobrak aturan feodal yang membatasi ruang gerak perempuan. Jika ingin mengisi momen HUT RI dengan kisah perjuangan dari sisi berbeda, film ini layak masuk daftar tontonan.

11. Perburuan (2019)

IMDB

Film masa menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang terakhir adalah Perburuan. Film ini membawa kamu ke masa setelah kegagalan pemberontakan PETA melawan Jepang. Ceritanya mengikuti Hardo, mantan komandan PETA yang menjadi buronan tentara Nippon dan harus melarikan diri di Blora.

Dalam pelariannya selama satu hari satu malam, Hardo tidak hanya menghadapi kejaran musuh. Ia juga harus berhadapan dengan pengkhianatan orang-orang terdekat.

Itulah rekomendasi judul film tentang kemerdekaan Indonesia yang bisa kamu tonton saat 17 Agustus. Mana yang akan kamu tonton dulu, Bela?

Curated For You

Editorial Team

Related Article