- Belajar selama 2 tahun di negara asal dan mempertahankan IPK minimal 3,0
- Menjaga attitude yang baik selama berkuliah
- Belajar bahasa dan mungkin budaya negara tujuan yang akan menjadi tempat belajar agar lolos saat mengikuti tes nantinya
- Mengikuti interview dengan akademik dari ESMOD negara asal dan ESMOD negara tujuan
Global Mobility Pathway: Program Belajar Fashion di Luar Negeri dari ESMOD

- ESMOD Jakarta menghadirkan Global Mobility Pathway bagi mahasiswa fashion untuk memperoleh pengalaman belajar dan eksposur internasional.
- Mahasiswa dapat belajar melalui jaringan ESMOD di Prancis, Tokyo, Dubai, dan Seoul, termasuk mengikuti internship serta kegiatan akademik.
- Program berlangsung pada tahun ketiga, memberi kesempatan meraih double degree setelah pendidikan selama empat tahun dan kembali ke negara asal.
Mengembangkan keterampilan dan memperluas wawasan bisa dilakukan dengan banyak hal, salah satunya dengan mengikuti pertukaran pelajar. Kini, banyak institusi yang membuka program tersebut untuk para anak-anak muda yang ingin mengembangkan karier dan pengetahuannya.
Salah satunya adalah program Global Mobility Pathway dari ESMOD. Program ini hadir untuk setiap mahasiswa fashion yang mau belajar mode di luar negeri dan berkesempatan untuk mendapat double degree sekaligus. Penasaran? Simak informasi selengkapnya dari Global Mobility Pathway dari ESMOD Jakarta.
Table of Content
Jembatan untuk mengembangkan ekosistem kreatif Indonesia

Dok. ESMOD Perkembangan industri fashion yang semakin terhubung secara global menuntut para talenta muda untuk memiliki kemampuan beradaptasi, wawasan lintas budaya, serta pemahaman terhadap berbagai perspektif industri. Berangkat dari ini, ESMOD Jakarta menghadirkan Global Mobility Pathway, sekaligus untuk merayakan 30 tahun perjalanannya di Indonesia.
Global Mobility Pathway sendiri adalah sebuah inisiatif yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dan eksposur internasional melalui jaringan ESMOD di negara Prancis, serta kota Tokyo, Dubai, dan Seoul.
Kehadiran program ini diharapkan bisa menjadi jembatan yang memungkinkan mahasiswa membawa kembali pengetahuan, koneksi, dan perspektif baru untuk berkontribusi bagi industri fashion dan ekosistem kreatif Indonesia.
Kesempatan bertukar ilmu di jaringan ESMOD mancanegara

Dok. ESMOD Melalui program ini, setiap mahasiswa ESMOD berkesempatan untuk belajar di luar negeri, baik itu mahasiswa Indonesia ke luar negeri, atau mahasiswa Internasional belajar ke Indonesia. Di sini, mereka bisa saling mengenal dan belajar mulai dari etos kerja, tailoring, gaya desain, sejarah mode, tradisi, kebutuhan industri, hingga memperluas koneksi yang memberikan peluang untuk karier masa depan.
Misalnya, para mahasiswa internasional dapat mengenal lebih dekat kekayaan Indonesia, termasuk kain tradisional, teknik kerajinan, budaya, serta potensi kreatif lokal yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan karya.
Tak hanya itu, Suryo Danuwinoto, Chief Marketing Office ESMOD Jakarta juga mengungkapkan kalau para mahasiswa juga berkesempatan mendapatkan pengalaman internship di fashion house negara tujuan atau membuat koleksi dari bahan garmen brand ternama lainnya yang menjadi partner dari ESMOD, seperti Dior dan YSL.
Pengalaman internasional bukan untuk meninggalkan identitas lokal

Dok. ESMOD Belajar di dunia internasional bukan berarti meninggalkan identitas lokal. Sebaliknya, wawasan global ini bisa jadi bekal untuk melihat potensi Indonesia di tingkat internasional dan menciptakan peluang-peluang berdampak serta membanggakan melalui fashion.
Peluang tersebut bisa berupa identitas Indonesia yang dituangkan dalam karya, brand, kolaborasi, perspektif, dan kreativitas yang akhirnya masuk ke ekosistem fashion internasional.
“Ketika mahasiswa berpindah lingkungan, mereka juga dipaksa untuk keluar dari cara berpikir yang familiar. Di situlah pembelajaran terjadi. Mereka belajar membaca budaya, beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda, dan menemukan bagaimana identitas kreatif Indonesia dapat diterjemahkan dalam konteks internasional,” Ungkap Guillaume Oger selaku Deputy Director of Academic Programs.
“Saya melihat program ini bukan hanya sebagai kesempatan untuk belajar di luar Indonesia, tetapi sebagai kesempatan untuk melihat sejauh mana kreativitas saya dapat berkembang ketika berada di lingkungan yang berbeda. Saya ingin kembali dengan perspektif yang lebih luas, tanpa kehilangan apa yang membuat saya sebagai talenta Indonesia,” kata Maica Arjun, mahasiswa ESMOD Jakarta jurusan Fashion Design 2024.
Pengalaman kuliah empat tahun di dunia negara dan double degree

Dok. ESMOD Bukan hanya pengalaman dan ilmu, melalui program ini para mahasiswa juga mendapatkan double degree sekaligus setelah menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun. Program Global Mobility Pathway ini berlangsung di tahun ke tiga selama satu tahun pelajaran dan balik kembali ke negara asal setelahnya untuk mendapatkan gelar D4.
Di periode pendidikan tersebut, para mahasiswa akan mengikuti Jury Day, Credit Show, dan internship. Ketiganya bisa dilakukan di negara lain dan saat kembali ke Indonesia, mereka tidak perlu melakukan ini lagi karena nilai yang mereka dapatkan juga sudah diakui di negaranya.
Hal yang perlu dipersiapkan kalau kamu mau ikut programnya

Dok. ESMOD Kalau kamu berminat untuk mengikuti program pertukaran pelajar ini, Maica Arjun dan Suryo Danuwinoto menyampaikan beberapa yang perlu dipersiapkan. Beberapa tips dari mereka, antara lain:
Perlu dicatat juga, bahwa program ini bukan berbentuk beasiswa, jadi para mahasiswa yang tertarik perlu menyiapkan kebutuhan finansial untuk belajar di luar negeri nantinya.
Itulah beberapa hal tentang program pertukaran pelajar dari ESMOD Jakarta. Kamu tertarik?




















