Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

FFI 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan Pembaruan Penjurian hingga Program untuk Publik

FFI 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan Pembaruan Penjurian hingga Program untuk Publik
Peluncuran Festival Film Indonesia 2026. (Dok. FFI)
Intinya Sih
5W1H
  • Festival Film Indonesia 2026 resmi diluncurkan dengan tema "Askala Karya Sinema Indonesia", menyoroti sinema sebagai cahaya yang menjaga ingatan dan memori kolektif bangsa.

  • FFI 2026 memperkuat ekosistem perfilman lewat pembaruan sistem penjurian, program edukasi seperti Masterclass dan Nomination Week, serta pelibatan publik dalam proses apresiasi film nasional.

  • Nirina Zubir dan Morgan Oey ditunjuk sebagai Duta FFI 2026, sementara pendaftaran film dibuka hingga 31 Agustus 2026 sebelum Malam Anugerah Piala Citra pada 20 November 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Festival Film Indonesia (FFI) kembali hadir sebagai panggung apresiasi tertinggi bagi insan perfilman Tanah Air. Dari tahun ke tahun, ajang ini menjadi ruang perayaan bagi karya-karya terbaik sineas Indonesia sekaligus penanda perkembangan industri film nasional yang terus bergerak dinamis.

Tahun ini, Komite Festival Film Indonesia resmi meluncurkan penyelenggaraan Piala Citra FFI 2026 pada Kamis, 18 Juni 2026, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Mengusung tema "Askala Karya Sinema Indonesia", FFI 2026 membawa semangat untuk merayakan daya hidup sinema Indonesia yang terus berkembang dan memberi pengaruh bagi masyarakat.

Lantas, seperti apa arah FFI 2026 dan program-program yang disiapkan tahun ini?

Table of Content

Usung tema dalam merayakan cahaya yang menjaga ingatan bangsa

Usung tema dalam merayakan cahaya yang menjaga ingatan bangsa

Festival Film Indonesia, FFI, Fadli Zon
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Peluncuran Festival Film Indonesia 2026. (Dok. FFI)

Tema "Askala Karya Sinema Indonesia" berangkat dari gagasan tentang cahaya sebagai elemen yang melekat dalam perjalanan sinema. Cahaya dipandang bukan hanya sebagai unsur teknis dalam film, melainkan juga simbol pengetahuan, harapan, dan ingatan yang membentuk sebuah cerita.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menjelaskan bahwa tema tersebut mengajak masyarakat melihat film sebagai medium yang menyimpan memori kolektif bangsa.

"Tema FFI tahun ini mengingatkan kita pada sebuah pemahaman mendasar bahwa sebelum sinema memiliki layar, ia telah memiliki cahaya. Cahaya bukan sekadar unsur teknis sinematografi, tapi simbol pengetahuan, harapan, ingatan, memberi bentuk pada cerita, menghidupkan imajinasi, menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan. Tema ini juga mengajak kita memahami bahwa karya sinema Indonesia merupakan cahaya yang terus menjaga dan menghidupkan memori kolektif bangsa," ungkap Fadli Zon.

Melalui film, berbagai pengalaman masyarakat dapat direkam, keberagaman budaya dapat dirayakan, serta nilai-nilai kemanusiaan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Punya peran penting dalam penguatan ekosistem perfilman

Festival Film Indonesia, FFI
Peluncuran Festival Film Indonesia 2026. (Dok. FFI)

Peluncuran FFI 2026 juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem perfilman yang kuat agar kualitas film Indonesia terus berkembang.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menilai bahwa penguatan sumber daya manusia, ruang apresiasi, distribusi, hingga akses publik terhadap film menjadi bagian penting dalam agenda pemajuan kebudayaan.

"Apabila film adalah wajah budaya Indonesia di hadapan dunia, maka ekosistem perfilman adalah fondasi yang memastikan wajah tersebut terus hadir dengan kualitas terbaik. Karena itu, penguatan sumber daya manusia, ruang apresiasi, jejaring distribusi, dan akses publik terhadap film Indonesia menjadi bagian penting dalam agenda pemajuan kebudayaan," ujar Ahmad Mahendra.

Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni. Menurutnya, FFI memiliki posisi strategis sebagai ruang apresiasi yang dapat mendorong kualitas film nasional sekaligus menjadi refleksi perkembangan industri.

"FFI adalah ruang apresiasi kita bersama untuk mendorong dan merayakan kualitas film Indonesia. BPI berkomitmen penuh mendukung penyelenggaraan FFI 2026 sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem perfilman yang sehat dan berkelanjutan," jelas Fauzan Zidni.

Nirina Zubir dan Morgan Oey resmi jadi Duta FFI 2026

Festival Film Indonesia, FFI, Nirina Zubir, Morgan Oey
Nirina Zubir dan Morgan Oey resmi jadi Duta FFI 2026. (Dok. FFI)

Salah satu pengumuman yang menarik perhatian dalam acara peluncuran adalah diperkenalkannya dua Duta FFI 2026.

Komite FFI menunjuk Nirina Zubir dan Morgan Oey sebagai wajah festival tahun ini. Keduanya dipilih karena rekam jejak yang kuat di industri perfilman Indonesia.

Nirina Zubir merupakan peraih Piala Citra Pemeran Utama Perempuan Terbaik pada FFI 2006 dan 2024. Sementara itu, Morgan Oey tercatat sebagai nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2025.

Kehadiran keduanya diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara komite, pelaku industri film, dan masyarakat luas yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan FFI.

Pendaftaran film dibuka hingga akhir Agustus

Festival Film Indonesia, FFI
Peluncuran Festival Film Indonesia 2026. (Dok. FFI)

Bersamaan dengan peluncuran resmi, Komite FFI 2026 juga membuka pendaftaran untuk seluruh karya film dan kritik film yang ingin berpartisipasi dalam ajang tahun ini.

Pendaftaran berlangsung mulai 18 Juni hingga 31 Agustus 2026 melalui laman resmi FFI: www.festivalfilm.id/pendaftaran-film. Setelah itu, proses seleksi dan penjurian akan berjalan sejak 1 September hingga puncaknya pada Malam Anugerah Piala Citra FFI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026.

Film yang dapat mengikuti FFI 2026 mencakup karya yang telah ditayangkan di jaringan bioskop, pemutaran alternatif, layanan streaming, maupun festival film di Indonesia dalam periode 1 September 2025 hingga 31 Agustus 2026.

Selain itu, Komite FFI juga melakukan perubahan nomenklatur kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik menjadi Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik untuk memberikan apresiasi yang lebih spesifik kepada pencipta lagu yang dibuat khusus untuk film.

Industri film Indonesia dinilai semakin bertumbuh

Festival Film Indonesia, FFI, Ario Bayu
Ketua Umum Komite FFI 2026, Ario Bayu, di Peluncuran Festival Film Indonesia 2026. (Dok. FFI)

Ketua Umum Komite FFI 2026, Ario Bayu, melihat perkembangan positif perfilman Indonesia sepanjang setahun terakhir. Menurutnya, jumlah film Indonesia yang tayang di bioskop terus meningkat dengan ragam genre dan cerita yang semakin beragam.

Pertumbuhan tersebut juga terlihat dari tingginya antusiasme penonton terhadap film lokal. Bahkan, pada tahun lalu terdapat dua film Indonesia yang berhasil menembus angka lebih dari 10 juta penonton.

"Jumlah film Indonesia dengan beragam cerita dan genre yang tayang di bioskop setahun terakhir meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Antusiasme penonton terhadap film Indonesia juga terus bertumbuh. Kita melihat dua film Indonesia tahun lalu berhasil menembus lebih dari 10 juta penonton," papar Ario Bayu.

Ario menilai capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan publik terhadap cerita-cerita yang lahir dari Indonesia. Ia juga melihat bioskop dan platform streaming memiliki peran masing-masing dalam memperluas jangkauan film kepada penonton.

Sistem penjurian diperbarui berdasarkan masukan publik

Festival Film Indonesia, FFI
Ketua Bidang Penjurian FFI 2026, Budi Irawanto, di Peluncuran Festival Film Indonesia 2026. (Dok. FFI)

FFI 2026 turut menghadirkan sejumlah penyempurnaan dalam sistem penjurian. Ketua Bidang Penjurian FFI 2026, Budi Irawanto, menjelaskan bahwa perubahan tersebut lahir dari berbagai masukan publik dan diskusi dengan pemangku kepentingan perfilman Indonesia.

Untuk kategori Film Cerita Panjang, proses penjurian kini akan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu Seleksi Awal, Nominasi, dan Penentuan Pemenang.

"Perubahan sistem penjurian FFI 2026 mendasarkan pada masukan publik melalui beragam media dan terutama dari focus group discussion yang mengundang pemangku kepentingan dalam ekosistem perfilman Indonesia pada 13 Mei 2026 lalu," ujar Budi Irawanto.

Menurut Budi, sistem penjurian tetap mempertahankan kombinasi penilaian kuantitatif dan kualitatif dengan prinsip transparansi, meritokrasi, dan akuntabilitas. Asosiasi Profesi Perfilman Indonesia juga tetap dilibatkan untuk menjaga profesionalitas proses penilaian.

FFI siapkan program edukasi dan apresiasi yang lebih luas

Festival Film Indonesia, FFI, Prilly Latuconsina
Ketua Bidang Program FFI 2026, Prilly Latuconsina, di Peluncuran Festival Film Indonesia 2026. (Dok. FFI)

Di bidang program, FFI 2026 akan memperkuat aktivitas publik melalui sejumlah inisiatif baru yang berfokus pada edukasi dan apresiasi film dalam rangkaian Road to FFI 2026.

Ketua Bidang Program FFI 2026, Prilly Latuconsina, mengungkapkan bahwa tahun ini akan hadir program Masterclass yang melibatkan pelaku industri dari berbagai bidang, serta Nomination Week yang memungkinkan publik menyaksikan film-film nominasi FFI.

"Sebagai Ketua Bidang Program FFI tahun ini, fokus saya adalah memperluas akses edukasi dan apresiasi film bagi masyarakat. Karena itu, kami merancang berbagai program Masterclass yang menghadirkan para pelaku industri film dari berbagai bidang, serta Nomination Week, yaitu pemutaran film-film yang masuk nominasi agar dapat dinikmati oleh lebih banyak penonton," ungkap Prilly Latuconsina.

Prilly juga menaruh perhatian pada pengembangan pelaku film daerah. Melalui program Masterclass yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube FFI, pengetahuan dan pengalaman para praktisi diharapkan dapat menjangkau komunitas film di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui berbagai program tersebut, FFI 2026 ingin menghadirkan festival yang semakin dekat dengan publik sekaligus memperkuat kualitas dan daya saing perfilman Indonesia di tingkat global. Kita nantikan karya-karya yang akan masuk dalam daftar nominasi tahun ini, sebelum akhirnya para pemenang Piala Citra diumumkan pada Malam Anugerah FFI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno

Related Articles

See More