10 Fakta 'The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum', Frodo Baggins Kembali?

'Lord of The Ring: The Hunt for Gollum' akan mulai syuting pada Mei 2026Proses produksi dimulai pada Mei 2026, menunjukkan kesiapan Warner Bros. dalam mengembangkan cerita Middle-Earth.
Dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2027Film ini akan dirilis pada 2027, dengan strategi perilisan yang mengingatkan pada kesuksesan trilogi sebelumnya.
Andy Serkis kembali sebagai Gollum sekaligus sutradaraKembalinya Serkis sebagai Gollum dan sutradara memberikan harapan akan pendekatan cerita yang lebih personal.
Dunia Middle-Earth sebenarnya sudah ditutup dengan indah lewat trilogi The Lord of the Rings garapan Peter Jackson. Namun, di tengah gelombang nostalgia dan keinginan industri untuk terus memperluas semesta cerita, Warner Bros. kembali membuka pintu yang sempat tertutup rapat. Lewat proyek terbaru bertajuk The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum, kamu akan diajak kembali menyusuri sisi gelap Middle-Earth, kali ini dengan fokus pada satu periode yang selama ini hanya menjadi catatan singkat dalam kisah besar Tolkien.
Film yang dijadwalkan mulai syuting pada Mei 2026 dan dirilis pada 2027 ini langsung memantik antusiasme sekaligus tanda tanya. Kembalinya Andy Serkis sebagai Gollum (sekaligus sutradara) ditambah konfirmasi hadirnya Ian McKellen dan Elijah Wood sebagai Gandalf dan Frodo, menghadirkan rasa familiar yang sulit ditolak.
Namun di balik euforia tersebut, muncul pertanyaan besar: apakah The Hunt for Gollum benar-benar dibutuhkan sebagai cerita baru, atau sekadar upaya membangkitkan kembali nostalgia dari kisah yang sejatinya sudah selesai? Berikut ini fakta yang perlu kamu tahu tentang The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum yang perlu kamu tahu. Apa saja?
1. 'Lord of The Ring: The Hunt for Gollum' akan mulai syuting pada Mei 2026

Proses produksi The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum dijadwalkan resmi dimulai pada Mei 2026. Artinya, film ini masih berada dalam tahap pra-produksi yang cukup matang, mulai dari pengembangan naskah, desain visual, hingga persiapan dunia Middle-Earth yang dikenal sangat detail. Jadwal ini juga menunjukkan bahwa Warner Bros. tampaknya tidak ingin terburu-buru, mengingat warisan besar yang melekat pada semesta The Lord of the Rings.
2. Dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2027

Film ini dipastikan akan dirilis pada tahun 2027, dengan tanggal rilis yang mengarah ke akhir tahun yang menjadi periode favorit untuk film-film epik. Strategi ini mengingatkan pada perilisan trilogi The Lord of the Rings sebelumnya, yang sukses besar secara komersial dan emosional. Rilis di layar lebar juga menegaskan bahwa proyek ini diposisikan sebagai film yang besar dan patut dinantikan, bukan sekadar spin-off kecil.
3. Andy Serkis kembali sebagai Gollum sekaligus sutradara

Salah satu daya tarik terbesar film ini adalah kembalinya Andy Serkis, tidak hanya sebagai Gollum, tetapi juga sebagai sutradara. Serkis dikenal sebagai sosok yang sangat memahami karakter Sméagol dari dalam, baik secara teknis maupun emosional. Dengan pengalamannya sebagai aktor motion-capture legendaris dan sutradara, banyak penggemar berharap pendekatan cerita akan terasa lebih personal dan berakar pada karakter, bukan sekadar efek visual.
4. Cerita berlatar di antara 'The Hobbit' dan 'The Fellowship of the Ring'

The Hunt for Gollum mengambil latar waktu di periode yang selama ini hanya disinggung singkat dalam novel Tolkien dan film-film sebelumnya. Kisah ini terjadi setelah pesta ulang tahun Bilbo yang ke-111 dan sebelum Frodo meninggalkan Shire. Fokus ceritanya adalah perburuan Gollum oleh Gandalf dan Aragorn, demi mencegah rahasia Cincin Utama jatuh ke tangan Sauron.
5. Gandalf juga akan kembali dengan peran yang masuk akal secara naratif

Kembalinya Ian McKellen sebagai Gandalf terasa cukup natural. Dalam timeline ini, Gandalf memang tengah menyelidiki asal-usul cincin Bilbo dan aktif mencari Gollum untuk memastikan kebenaran tentang One Ring. Gandalf bukan sekadar cameo nostalgia, tetapi figur kunci yang menggerakkan cerita dan menjadi penghubung antara bahaya tersembunyi dan ancaman besar yang akan datang.
6. Frodo Baggins juga akan kembali meski bukan sebagai pemeran utama

Kehadiran Frodo Baggins yang diperankan Elijah Wood mungkin terdengar mengejutkan, namun tetap relevan secara tematis. Di masa ini, Frodo masih hidup tenang di Shire, belum menyadari beban besar yang menantinya. Kemunculannya diyakini akan berfungsi sebagai simbol "apa yang dipertaruhkan". Hal ini tentu menjadi kontras antara kepolosan Frodo dan kehancuran batin Gollum akibat cincin yang sama.
7. Fokus cerita yang lebih sempit dibanding film 'Lord of The Ring' sebelumnya

Berbeda dari skala epik trilogi The Lord of the Rings, film ini memiliki ruang lingkup yang jauh lebih sempit dan personal. Cerita berpusat pada satu misi spesifik dan satu karakter tragis. Pilihan ini terbilang berani, karena Gollum selama ini berfungsi sebagai karakter pendukung misterius, bukan pusat narasi. Tantangannya adalah menjaga kedalaman cerita tanpa menghilangkan daya magisnya.
8. Aragorn juga akan kembali, tapi dalam versi yang lebih muda

Meski Viggo Mortensen dipastikan tidak kembali, karakter Aragorn tetap menjadi bagian penting cerita. Proses casting untuk aktor yang lebih muda sedang berlangsung, menyesuaikan usia Aragorn dalam timeline tersebut. Ini membuka ruang interpretasi baru terhadap sosok Aragorn, seorang ranger yang masih membentuk jati dirinya sebelum menjadi raja.
9. Naskah ditulis oleh tim kreatif asli 'Lord of The Rings'

Salah satu faktor yang memberi harapan besar adalah keterlibatan Philippa Boyens dan Fran Walsh, penulis di balik trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit. Kehadiran mereka memberi jaminan bahwa cerita tetap berakar pada semangat Tolkien, bukan sekadar eksploitasi nostalgia. Ditambah nama Phoebe Gittins dan Arty Papageorgiou, naskah film ini diharapkan mampu menjembatani generasi lama dan baru.
10. Excited sekaligus khawatir

Tak bisa dimungkiri, The Hunt for Gollum berdiri di persimpangan antara rasa cinta dan rasa cemas penggemar. Di satu sisi, kembalinya karakter ikonik menghadirkan kehangatan emosional. Di sisi lain, ada kekhawatiran Middle-Earth diperlakukan seperti franchise tanpa akhir. Film ini akan menjadi ujian besar: apakah Middle-earth masih bisa bercerita dengan penuh makna, atau justru terjebak dalam nostalgia semata.
Itulah tadi fakta menarik yang perlu kamu tahu dari film The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum, siapa yang nggak sabar juga untuk menunggu filmnya?


















