Tenang, kejadian ini bukan di Indonesia, Bela. Melansir dari Your Tango, salah satu pramugari sebuah penerbangan internasional, secara anonimus mengungkapkan kalau air yang digunakan untuk membuat sajian minuman hangat itu, berasal dari sumber yang sama untuk air yang digunakan pada toilet pesawat! Ugh, benar nggak, ya?

Ini Pengakuan Pramugari Tentang Air untuk Menyeduh Teh di Pesawatunsplash.com/Samuel Tan

Kepada Vice, pramugari itu berkata, "Kami baru saja menguji E. coli pada air kami dan nggak lolos. Kemudian tim maintenance datang, memencet beberapa tombol, dan akhirnya lolos. Jadi, hindari minuman air panas apapun dan teh. Air dalam kemasan dan es masih aman."

Jika mendengar E. coli, bakteri ini normal ada pada diri manusia, tepatnya di dalam usus. "Namun, beberapa tipe E. coli, khususnya E. coli O157:H7, dapat menyebabkan infeksi usus. Gejalanya meliputi diare, sakit pada abdominal, dan demam. Kasus yang lebih parah dapat mengakibakan diare berdarah, dehidrasi, atau bahkan gagal ginjal. Orang-orang dengan sistem imun yang lemah, wanita hamil, anak-anak, dan orang dewasa yang sudah lanjut usia, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi ini," tutur penjelasan ahli kesehatan.

Juru bicara penerbangan EasyJet juga mengonfirmasi kalau air yang digunakan untuk membuat teh dan kopi kepada penumpang, juga digunakan untuk WC. Namun, mereka mengklaim kalau hal ini membuat praktik mereka nggak aman, "Sama sekali nggak ada kemungkinan adanya kontaminasi silang karena desain pipa saluran. Ini adalah tempat umum di antara sebagian besar produsen pesawat dan penerbangan. Air segar disuplai ke pesawat setiap hari," ujarnya.

Ini Pengakuan Pramugari Tentang Air untuk Menyeduh Teh di Pesawatunsplash.com/Alex Boyd

Meski begitu, penemuan dari Environmental Protection Agency (EPA) mengungkapkan kalau 12% suplai air segar pada penerbangan komersial positif bakteri coliform, indikator besar bahwa E. coli hidup di situ. Nggak hanya itu, banyak akun dalam thread AskReddit mengaku kalau kontainer jarang dibersihkan, serta mesin yang mengisi air untuk minum bersebelahan dengan mesin untuk mengisi air di wc. Juga, artikel dari Travel + Leisure Magazine mengutip pernyataan salah satu pramugari, "Tanki air itu mungkin hanya dibersihkan sekali per enam bulan atau setahun." Duh!

Tubuh kita memang kehilangan cairan saat berada di pesawat. Namun ketimbang mengonsumsi kafein, disarankan untuk minum air mineral. Selain karena alasan di atas, kafein justru akan membuat tubuhmu lebih dehidrasi. Pun untuk air mineral, belilah di tempat yang tepercaya dan terjaga kebersihannya, seenggaknya air yang kamu minum bukan dari sumber yang sama untuk keperluan wc. 

BACA JUGA: 7 Aturan Penerbangan Tak Tertulis yang Belum Kita Ketahui