Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, memiliki berbagai strategi untuk mewujudkan sistem pendidikan Indonesia yang lebih baik, terutama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggulan. Rupanya, perhatiannya pada kualitas SDM telah lama ada, jauh sebelum menjadi menteri. Bahkan, curahan idenya pada Presiden Jokowi itu yang mengantarkannya menjadi Mendikbud periode 2020-2024.

"Saya nggak pernah pitching untuk menjadi menteri, melainkan saya mendiskusikan ide-ide untuk mengembangkan SDM pada Pak Jokowi. Diskusi itu pun telah terjadi sejak setahun sebelumnya," tuturnya saat dijumpai di acara Indonesia Millenial Summit (IMS) 2020 pada hari Jumat (17/1) di The Tribata, Jakarta.

#IMS2020: Nadiem: ‘Saya Sebenarnya Nggak Tertarik Jadi Menteri’Dok. IDN Media

Dalam sesi "Education 4.0: Building Human Resources For The Future" di panggung Visionary Leader di acara IMS 2020, Nadiem Makarim membagikan sedikit cerita tentang perhatiannya pada SDM Tanah Air dan penunjukkannya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Sebenarnya, tidak terjadi begitu saja. Melainkan ada rangkaian-rangkaian diskusi antara saya dengan Presiden," ungkapnya.

Lalu ketika ditanya mengenai minat, Nadiem mengaku nggak ada ketertarikan untuk bergabung dengan pemerintah. Akan tetapi, Ia siap masuk ke dalam birokrasi pemerintah jika memang suatu hal hanya bisa diselesaikan melalui jalur tersebut.

#IMS2020: Nadiem: ‘Saya Sebenarnya Nggak Tertarik Jadi Menteri’Dok. IDN Media

Sedangkan minat ke arah pendidikan sendiri, laki-laki berusia 35 tahun ini baru menemukannya saat beranjak dewasa.

Diskusi tersebut turut membahas program yang akan Nadiem kerjakan selama periode kerjanya. Ia mengatakan kalau sebenarnya, mengubah sistem pendidikan ini nggak cukup hanya dalam kurun waktu 5 tahun. Namun, ia berharap ada proses yang berjalan dan membawa perubahan-perubahan kecil sehingga dapat dilanjutkan di periode selanjutnya.

Baca Juga: #IMS2020 Erick Thohir: BUMN Butuh Perempuan dan Millenial